Cinta Lama Belum Kelar

Cinta Lama Belum Kelar
epi 46


__ADS_3

serangkaian acara sudah selesai, semua teman dan tetangga sudah banyak yang pulang, hanya keluarga dekat yang masih tinggal termasuk orang tua Arvan.


Sarah masuk kamar duluan untuk membersihkan badan ibu membantu melepas semua aksesoris yang menempel pada tubuhnya.


"kamu resmi jadi istri orang sekarang mbak, patuhi suamimu, layani dia sepenuh hati jangan buat dia kecewa, sekarang tanggung jawab ibu sudah lepas padamu" begitu wejangan ibu Fatma pada Sarah dan mereka berpelukan karena bahagia


"terimakasih Bu, terimakasih sudah merawat Sarah, menjaga mendidik dan semuanya yang terbaik untuk Sarah" Sarah menangis dengan memeluk erat ibunya


"ibu juga terimakasih mbak, terimakasih sudah rela menjadi anak ibu, terimakasih sudah menyayangi ibu dan maafkan ibu karena tidak bisa memberi mu lebih seperti anak-anak lainnya" Sarah menggeleng memeluk ibunya tangis mereka pecah didalam kamar. setelah merasa tenang dan Sarahpun terdiam ibu Fatma memberi ruang untuk anak gadisnya yang hari ini sah menjadi Istri orang.


"ya sudah kamu sekarang mandi dan istirahat" lanjut ibu Fatma dengan melepaskan pelukan nya


"iya Bu" jawab Sarah dan ibu Fatma keluar dari kamarnya


setelah ibu Fatma keluar Sarah mengambil handuk dan langsung mandi, tidak lama cukup lima belas menit Sarah selesai dan sudah ganti daster buat tidur. karena sangat lelah Sarah pun langsung menghempaskan badannya di atas kasur yang empuk. tak lama diapun terlelap.


tok tok tok


suara pintu di ketuk tapi Sarah sudah terbuai dialam mimpi. Arvan pelan membuka pintu kamarnya dan melihat istrinya sudah tertidur lelap. "sungguh seksi istriku kalau pakai daster" batin Arvan dan arvan pun melepas pakaian nya dan membersihkan diri kemudian menyusul Sarah, tidak lupa mengunci pintu dan mematikan lampunya.


"sayang kamu sudah tidur" bisik Arvan tepat di telinga Sarah, namun tak ada jawaban membuatnya menarik napas berat agak sedikit kecewa iya pun ikut berbaring di sebelah istrinya dan memeluknya dari belakang "kamu pasti capek" Arvan menciumi punggung istrinya yang sudah terlelap.

__ADS_1


******


rasanya nyaman sekali Sarah tidur, seperti sedang bermimpi di peluk dengan seseorang, sangking nyamannya Sarah enggan membuka matanya, dia malah memeluk erat guling disampingnya. "tunggu" dahi Sarah berkerut "kok anget" batin Sarah. di rabanya lagi,kok guling ku nggak empuk seperti biasanya tanyanya meraba keseluruhan bagian guling itu. tiba-tiba ada tangan yang menariknya lebih kedalam pelukan guling. dengan cepat Sarah membuka matanya lebar-lebar dan melihat siapa itu.


"geli sayang, jangan raba-raba seperti itu" suara khas bangun tidur Arvan mengagetkan Sarah jantungnya berdetak semakin cepat, bisa saja Arvan merasakannya


"Van kok bisa disini, lepas ah, nanti ibu datang" ucap Sarah ragu


"bagaimana aku bisa masuk kalau tidak disuruh ibu sayang"


"jangan aneh-aneh Van, lepas sana keluar" tapi Arvan tidak melepaskan tangannya malah semakin erat dia memeluk Sarah


"Van lepas" ucap Sarah yang semakin memberontak. karena kesal bukanya Arvan melepaskan pelukan nya tapi malah menindihnya. manik mata mereka bertemu mereka terpaku sesaat, Arvan tidak sabar langsung Mel***t bibir merah itu. semakin dalam dan dalam hingga sarah tak dapat berkutik lagi akhirnya diapun terlarut dalam permainan pagi ini.


****


tok tok tok


"mbak, nak Arvan sarapan dulu ya" suara ibu Fatma mengagetkan mereka berdua


"udah Van lepas" rengek Sarah sejak tadi

__ADS_1


"tapi aku masih mau lagi sayang" suara Arvan sangat meresahkan " tau nggak sayang, kamu cantik sekali saat ada di bawah ku" goda Arvan


"apaan sih Van, jangan aneh-aneh, aku capek tau, sudah berapa kali kamu berada di posisi itu" jawab Sarah dengan sedikit malu


"kamu lucu ya, bisa ngitung aku ada di atas sini" percakapan ambigu mereka bikin ngakak gak sih hahaha


"minggir dulu Van, aku mau mandi, sudah di panggil ibu"


"mandi berdua ya"


"kamar mandi aku kecil, beda dengan apartemen mu" Sarah berjalan menuju kamar mandi tapi apalah Arvan tetap saja mengikuti Sarah dan mereka melakukannya lagi disana. sungguh Arvan tidak bisa lepas sedikitpun dari tubuh Sarah. apakah tubuh Sarah memiliki magnet sehingga membuatnya lengkap susah di lepas.


.


.


.


happy reading


maaf ya reader, ceritanya agak kaku disini, kurang lihai dalam membuat cerita dewasa. semoga selanjutnya bisa lebih baik🙏🙏😘

__ADS_1


__ADS_2