Cinta Lama Belum Kelar

Cinta Lama Belum Kelar
epi 79


__ADS_3

Badan Sarah terasa sangat letih, walau raga ingin beristirahat tapi tidak dengan hati dan pikirannya.


Dia tidak berani memikirkan hal yang tidak dia inginkan, Sarah masih tidak percaya dengan keadaan Arvan di ruang ICU itu, kemarin suaminya itu masih begitu segar, walau setelah pulang dari Surabaya tiga bulan yang lalu mereka tidak lagi melakukan hubungan layaknya suami istri seperti sebelumnya.


Sekara g Sarah sudah berada di ranjang Rumah Sakit yang telah di sewa Alvin, dengan uang apapun bisa bukan.


Sarah menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya, ingin rasanya ia memejamkan matanya. Dia berniat turun dari ranjang dan melihat kondisi suaminya dari jendela namun terhenti saat pintu terbuka.


Klek


"Rico."


"Maaf Bu Sarah, saya terlambat, banyak sekali pekerjaan yang harus saya selesaikan." jelasnya sebelum Sarah bertanya tentang keterlambatannya.


"Saya ingin melihat kondisi Arvan dulu Ric!"


"Ada Bara disana, sebaiknya bu Sarah tidur saja, jika terjadi sesuatu saya akan bangunkan ibu." tambahnya lagi.


"Alvin kemana?"


"Dia ada perlu katanya, nanti dia akan kembali."

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu, ada kamu saya merasa agak tenang! jika terjadi sesuatu jangan ragu bangunkan saya!" Pesan Sarah.


"Baik." dan Arvan memberikan paper bag berwarna coklat. "Dan ini, sweater agar tidak kedinginan." pesan Alvin. Rico pun berlalu meninggalkan Sarah dan Arsa untuk tidur.


"Alvin lagi, kenapa dengan anak itu, membuatku terbebani saja." batin Sarah. Tapi mau tidak mau dia menggunakan sweater itu karena di mulai merasa dingin. Jadi ingat jika Sarah dingin Arvan siap jadi selimut hidupnya. "Ah pikiran ngelantur apa ini." Sarah menepis sendiri pikirannya yang mulai kemana-mana.


Jam sudah menunjukan pukul tiga pagi, artinya sebentar lagi subuh, tapi seberapapun kerasnya Sarah berusaha memejamkan mata tetap saja tidak bisa. dia memandangi Arsa yang tidur lelap di sampingnya. "Sayang, semoga kita kuat ya, semoga Daddy baik-baik aja ya." tak terasa air mata Sarah menetes dengan sendirinya tanpa komando.


Tok tok tok


klek


Kini Alvin yang kelihatan kepalanya muncul di pintu.


"Ah iya Al ini....." Sarah hendak bangun dan tiba-tiba.


BRUUGGG


"Bu Sarah.....!!!" panggil Alvin saat melihat wanita yang sedang mengandung tiga bulan itu jatuh terkulai di lantai. Dia langsung mendekatinya dan gendong dan menaikannya di ranjang kembali.


Tuuutt Tuutt Tuutt

__ADS_1


"Emmmm.." jawab seseorang di seberang sana dengan mengantuk.


"Tidur Lo? Bangun-bangun! Bu Sarah pingsan panggil dokter dari IGD." Ujar Alvin pada Bara. sedangkan Rico sudah pulang karena dia akan kembali bekerja esok hari.


"Kok bisa." Bara yang tadinya mengantuk dan malas menjawab telpon dari Alvin kini sudah siaga dan langsung berdiri dan berlari ke IGD untuk memanggil dokter jaga."Lo dimana?" tanya Bara pada Alvin.


"Dikamar VVIP kamar Bu Sarah."


"Gila Lo, kok bisa nyamperin bini orang di kamar."


"Kalau gue enggak kesini mana bisa tau Bu Sarah pingsan, bege!" balas Alvin pada ucapan Bara yang masih berjalan cepat dengan dokter dan perawat jaga.


Sarah hanya di beri cairan infus dan obat penenang karena dia kelelahan, paginya giliran dokter Intani yang memeriksa kandungan karena khawatir terjadi sesuatu. sedangkan Devan tetap intens memeriksa Arvan yang tanpa kemajuan.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


Happy reading jangan lupa tinggalin jejak ya🥰


__ADS_2