
*Untuk istri ku tercinta
Sarah.
Sayang, aku ikhlas melepas mu, Arsa dan calon anak kita, aku mohon ikhlaskan lah aku untuk meninggalkan dunia yang fana ini, aku mencintaimu sungguh mencintaimu, tapi tuhan memiliki rencana lain untukmu, jika masih ada kehidupan kedua pasti aku akan memilihmu kembali menjadi istriku. Aku tidak pernah menyesal memilikimu walau waktu yang kita miliki sangatlah singkat, aku berharap engkau pun demikian, tidak menyesal hidup denganku, dengan sikap ku yang kurang menyenangkan, atau dengan ucapanku yang kurang berkenan.
Sayang aku harap kamu dapat memenuhi keinginan terakhir ku, jika aku membuat bebanmu bertambah, mohon lepaskan aku, jangan paksa dirimu merawat tubuhku yang hanya sebagai bunga ditempat tidur.
Sayang jaga dirimu baik-baik, dan menikah lah dengan pria yang akan merawat kalian semua dengan baik kamu tau siapa yang aku maksud. Dia pria yang baik dia mampu bertanggung jawab atas dirimu dan anak-anak, jangan merasa bersalah kepadaku, karena aku yang merelakan mu.
Jagalah anak-anak kita , jangan pernah merasa kehilangan atas kepergian ku, jangan pernah meneteskan air mata hanya untukku, karena aku sudah merasa bersalah atas sikap buruk ku selama ini.
Aku mencintaimu dan anak-anak *
Sarah menyodorkan surat yang di tulis oleh Arvan untuk dirinya kepada ibu Fatma dan ibu Sinta mertuanya. mereka membaca surat itu dengan seksama dan berakhir saling berpelukan menahan sedih yang Arvan tinggal kan untuk anak dan istrinya.
Ibu Fatma dan ibu sinta tidak bisa berkata apapun selain menatap Sarah yang sedang menatap kosong pada langit-langit.
"Mami terserah padamu nak, apapun keputusanmu mami ikhlas." Ujar mami Sinta dengan di peluk ibu Fatma. Namun Sarah tidak menjawab dia hanya menghela nafas berat lalu pergi meninggalkan ibu dan mertua nya di meja makan.
__ADS_1
.
.
"Mommy i love you." Ucap Arsa dengan buket bunga dan coklat di tangan nya. dan memberikan kepada mommynya. "this is for you moms."
"For me?" tanya Sarah dengan tersenyum.
"Yes mom, Happy valentine."Arsa memeluk mommynya. Biasanya Arvan selalu membawa bunga dan coklat berbentuk hati seperti ini untuknya, tapi satu tahun terakhir Arvan lebih sering mementingkan urusannya tanpa dia sadari.
"And you Daddy i hope you get well soon, I Miss you dad," Arsa memeluk lengan Arvan.
"Om Alvin." Arsa menunjuk pintu dan Alvin masuk.
"Sore Bu Sarah."
"Masuk Al! Alvin masuk ke kamar rawat dengan membawa buket bunga ukuran medium, juga dengan kotak biru bertali pita kuning.
"Happy Valentine!" Ucap Alvin dengan mengangkat bunga dan kotak hadiah nya ke udara sambil tersenyum. Sarah tersenyum melihat tingkah pria yang dulu ABG sekarang sudah menjadi pria dewasa yang patut di perhitungkan, jika saja usia Sarah di usia 7 tahun yang lalu.
__ADS_1
"Terimakasih Al," Jawab Sarah dengan menerima buket dan bingkisannya. "Harusnya kamu tidak perlu melakukan ini semua Al, ini sangat tidak di perlukan." Ujar Sarah karena merasa canggung menerima hal manis di saat suaminya sedang koma.
"Ini sangat di perlukan Bu Sarah, karena ini pertama kali Bu Sarah mau menerima pemberian ku dengan tersenyum." Mendengar ucapan Alvin Sarah jadi salah tingkah, karena memang hadiah sebelum-sebelumnya yang dia dapat dari Alvin selalu Siska yang ambil atau guru lain yang sedang berada dengan Sarah saat itu.
"Kamu nyindir saya?" Ucap Sarah dengan menelisik ke wajah Alvin, sedangkan Alvin yang diperlakukan seperti itu menjadi salah tingkah juga.
"Emm... itu... enggak Bu," Jawab Alvin dengan tersenyum aneh.
"Iya kah, ngaku aja kamu."
"Beneran Bu, saya enggak ada niat seperti itu."
"Ya udah saya terima dengan senang hati bunga dari kamu, Semoga kamu tulus memberikannya." ucap Sarah dengan memandang bunga yang ada di tangannya. mendengar itu Alvin tersenyum bahagia.
.
.
BERSAMBUNG.
__ADS_1
Happy reading jangan lupa tinggalin jejak ya🥰