
"kok diem aja, lagi ngelamunin siapa" suara arvan mengagetkan sarah.
"ngelamun?? siapa??aku?? sarah sok bego dengan pertanyaan-pertanyaan absrutnya
"kamu kenapa?jujur sama aku!! tangan sarah di sentuh dengan lembut oleh arvan
"gak papa van, cuma mikir aja gimana perjuangan livi dan kak andin demi kamu, rasanya gak adil kalo aku ada ditengah-tengah kalian"
"kamu gak perlu mikir itu sarah, karena kamu tau hati kita tidak pernah melupakan satu sama lain, dan ini perlu kita perjuangkan"
sarah tidak dapat menjawab,( memang semua perlu di perjuangkan, tapi apa aku mampu jika harus berhadapan dengan kak andin yang begitu membencinya). hati sarah sangat kacau
"mbak sarah" suara seseorang yang dia kenal memanggil di belakang sarah. tangannya dilepas dari arvan dan menoleh. benar saja ada hendra di sana dengan kekasihnya silvia.
"hendra, ngapain kamu disini?"
"harusnya hendra yang tanya mbak?"
"kok gitu?"
"ya iya lah mbak, heran aja kenapa mbak sarah ada di hotel" suara hendra penuh dengan kecurigaan
"kamu gak liat mbak masih pake baju kerja" sarah juga panas karena di curigai adiknya
"duduk hen" tawar arvan, hendra pun mengikuti perintah arvan dan diikuti silvia.
"saya cuma ngajak sarah makan hen, gak usah nething gitu dong" arvan mencoba menjelaskan
"beneran mbak"
"iya, kamu kenapa sih curiga amat, emang aku seberani itu?" dengan melirik silvia
"kamu ngapain?mau cek in ya? aku bilangin ibu lho"
"gak mbak, cuma mau makan juga kok, jawab silvia malu-malu"
"ya udah sana pesan"
"ditraktir mas arvan kan?" goda hendra pada lelaki yang sedang menyukai kakaknya itu.
"iya makan sepuasnya, kita tadi udah makan, sebenernya sudah mau pulang"
"oke hendra pesan ya mbak" hendra pun pesan makanan untuknya dan silvia, dengan ngobrol ringan makanan pun ludes dalam sekejap.
"udah selesai kita pulang yuk" ajak sarah pada hendra
"mbak sama mas arvan aja, hendra antar silvia dulu"
"gak papa lah hen, kan nanti juga kamu pulang"
"hendra mau pacaran dulu mbak, kalo ada mbak ngeganggu tau"
"hendra, kamu ya" sarah memasang wajah marah pada hendra. "sil jangan mau kalo di apa-apain sama hendra"
"mbak sarah apaan sih" jawab silvia malu
"ya udah hendra jalan dulu mbak sama silvia, dan mas arvan antar mbak ku sampe rumah dengan selamat, jangan di culik" ancam hendra
"beres, aman sama aku"
"sip" setelah itu hendra pun pergi
"sekarang kita mau kemana" tanya arvan
"pulang aja van, aku capek"
"tapi aku masih kangen"
"kalo kangen, datang bukan malah keluar sama cewek lain"
"cemburu ya?"
"gak lah, ngapain juga cemburu"
__ADS_1
"gak appa cemburu aku suka"
"aku gak cemburu ya van, jangan ke ge-eran deh"
"kalo gitu aku yabg cemburu"
"maksudnya?"
"itu sama muridmu"
"alvin? hubungannya apa sama dia?"
"aku laki-laki sarah, aku tau daru sikap dan tatapan dia ke kamu itu tidak seperti guru dan murid"
"van, plis ini gak seperti yang kamu bayangkan"
"emang kamu tau aku mikir apa"
"van, gak lucu ah, kita debat sesuatu uang gak penting tau"
"tapi ini penting bagiku, aku bisa merasa kalo di juga suka sama kamu"
"dan terus?"
"aku mau kita nikah?"
"van, maksudnya apa sih? kita aja selama ini cuma ngejalanin hubungan yang gak jelas, dan sekarang kamu ngajak aku nikah?
"ya kan aku pertegas hubungan kita"
"kamu yakin mau nikah sama aku?"
"itu yang aku lakukan, aku akan meyakinkan kamu untuk nikah sama aku"
"bagaimana kamu bisa melakukan itu van, ada banyak hal yang aku merasa utu akan sangat sulit"
"kamu gak percaya sama aku"
"menurut kamu"
"nikah itu bukan mainan van, kamu nikah sama aku tapi jalan sama yabg lain, itu bukan nikah namanya'
"kenapa kamu berfikir aku akan jalan dengan yang lain?"
"ya....kamu tau sendiri apa yang Baru saja terjadi kan"
"sarah berapa kali aku bilang ke kamu, iyu bukan keinginan ku, semua diatur oleh kan andin."
"terlepas itu keinginanmu atau bukan, tapi kamu tetap melakukannya"
"iya aku memang aku salah, aku tidak bisa menolak keinginan kak andin, tapi aku janji ini yang terakhir kali"
"jangan janji kalo kamu tidak bisa menepatinya"
"aku akan berusaha"
"akan aku coba percaya lagi van, aku harap kepercayaan ku tidak tergoda in untuk kedua kalinya" arvan menggenggam tangan sarah erat, di tempat yang jauh ada andin dan livi yang melihat dengan kesal
******
"mbak minggu depan hendra ke jogja, mau ikut gak?"
"acara apa?"
"pembukaan kafe hendra yang baru"
"sama siapa aja"
"sama yuda lah"
"silvia?"
"pasti ikut"
__ADS_1
"mbak sama yuda jadi obat nyamuk dong"
"ya gak lah mbak, emang kita mau ngapain sampe mbak jadi obat nyamuk"
"ya kali "
"mau gak"
"ibu gak di ajak?"
"ibu ada acara sama mamanya rani, gak tau apa"
"oke dech"
"main oke-oke aja, gak ijin dulu sama calon suami?"
"siapa"
"mas arvan lah, siapa lagi, kan cuma dia yang sekarang lagi bucin sama mbak sarah"
"bucan bucin gundulmu, jadi kita berempat aja nih?"
"sebenernya ada temen hendra mbak, tapi dia duluan, katanya ada urusan"
"sebenernya kafe mu itu punya siapa aja sih hen?"
"kalo yang disini ya hendra sama yuda mbak, kalo di tempat lain, pasti kita ambil patner dari daerah setempat, biar gampang handelnya"
"katanya temenmu berangkat duluan, berarti orang sini-sini aja kan?
"bukan mbak sarah, dia juga pendatang disini, aslinya orang sana"
"oh...oke"
"ya udah, hendra berangkat ke kafe dulu mbak"
"ati-ati"
"assalamualaikum"
"waalaikum salam" hendra pun pergi meninggalkan rumah, tinggallah sarah sendirian dirumah, (ngapain ya enaknya) sarah ngomong sendiri ya gaeess. (kerjaan sudah beres semua, ibu pergi sama bu tutik, rumah udah diberesin semuanya, jalan ketoko buku ah, darinpada bosen dirumah).
sarah kemudian mandi dan bersiap, menggunakan riasan tipis sehingga sangat terlihat natural, (aku ini menang cantik ya.. .hehe)narsis boleh lah
sarah mengeluarkan motor matic nya, dan melajukan dengan kecepatan sedang. (emang gak ada tempat yang lebih asik selain toko buku).
sarah memilih toko buku yang ada di pusat kota, karena disana selain menyediakan buku yang dibeli ada juga yang di sewa dan bisa di baca disana, kayak perpustakaan gitu.
sarah masuk ke salah satu ruang baca yang ada di sana, mengambil tempat duduk paling nyaman dan mulai membaca tanpa memperhatikan sekitarnya.
"boleh gabung gak" seseorang bertanya pada sarah. sarah hanya mengangguk tanpa menoleh, dia lebih memilih sibuk dengan buku nya
seseorang yang ada di depan ya memperhatikan dengan senyum-senyum sendiri
"serius amat bacanya" seseorang itu mencoba mengajak ngobrol sarah
"kalo mau baca, baca aja, gak usah ngobrol, ntar ganggu uang lain" sarah tanpa mengalihkan pandangannya pada buku.
(luar biasa nih cewe, biasanya orang pasti akan langsung melihat siapa lawan bicaranya, kenapa dia beda banget ya).
.
.
.
bersambung
siapa sih seseorang itu, orang baru atau....
tunggu epi selanjutnya ya🥰
"
__ADS_1
"