Cinta Lama Belum Kelar

Cinta Lama Belum Kelar
epi 52


__ADS_3

Arvan kini sendirian apartemen nya. kembali lagi ke ruang kerjanya berkutat dengan email-email yang belum ia selesaikan.


Ting tong


Bel apartemen berbunyi. Arvan mengerenyitkan dahinya. "Siapa gerangan yang kemari sepagi ini" batin Arvan karena dia tidak pernah memiliki tamu selama ini, jika memang pasti hanya Sarah dan kak Andin.


Arvan berjalan gontai ke depan untuk membuka pintu.


"Kak Andin, tumben?" tanya Arvan terheran kenapa kakaknya datang sepagi ini.


"Kenapa?? sepertinya nggak suka kalau aku datang kesini" kata Andin ketus dan Andin langsung masuk ternyata di belakang Andin ada Livia.


"Kamu juga Liv? tanya Arvan heran.


"Iya Van, aku kangen nih ma kamu, lama nggak lihat kamu di kantor." jawab Livia genit yang langsung memeluk Arvan.


"Lepasin Liv" Arvan mendorong tubuh Livia dengan memegang bahunya. jika perempuan lain mungkin akan malu dan pergi, namun itu tidak berlaku bagi Livia. dia malah ikut masuk mengekor pada Andin.


"Wah ada makanan, kita sarapan disini ya Van" tanya Andin.


"Terserah kalian" setelah menjawab Arvan kembali ke ruang kerjanya. sedangkan Andin dan Livia berada di meja makan, tetapi mereka tidak memakannya tapi hanya mengacak-acak beberapa menu yang ada.


"Van kita balik dulu ya, mau langsung kekantor" Pamit Andin dengan menjulurkan kepalanya kedalam ruang kerja Arvan, Arvan hanya mengangguk tanpa menjawab. Berbeda dengan Livia dia masuk di ruangan kerja Arvan dam mendaratkan ciuman di pipi Arvan


"Ini apaan sih Liv" Arvan berusaha mengelak dengan wajah kesalnya. tapi berbeda dengan Livi dia seperti bahagia melihat ekspresi kesal Arvan, lalu mereka pergi dari hadapan Arvan.


Setelah mereka pergi Arvan kembali ke kamarnya untuk membersihkan diri dan memakai pakaian yang sudah di siapkan oleh Sarah.


Kemudian Arvan menuju meja makan dan sedikit berantakan" mereka sebenarnya ngapain sih?"batin Arvan kesal melihat meja makan berantakan, lalu mengambil piring dan menyantap masakan istri nya. agak aneh memang rasanya tidak seperti biasanya. Arvan yakin ini kerjaan Andin dan Livia. setelah selesai makan Arvan mengambil tas dan laptop nya dan menuju kekantor.


Saat sampai di kantor keadaan berbeda dari biasanya. di sana Andin dan Livia di dikerumuni wartawan.


"Ada apa ini" tanya Arvan pada satpam.

__ADS_1


"Itu pak Bu Andin dan nyonya"


"Nyonya??nyonya siapa??


"Nyonya Livia pak"


"Kenapa Livia?


"Maaf ini pak" satpam itu menunjukkan artikel mengenai pernikahan nya dan Livia. hal itu membuat Arvan sangat murka. bagaimana ini bisa terjadi, dia sudah mendeklarasikan bahwa Sarah adalah istri nya tapi kenapa hari ini ada berita seperti itu.


Entah permainan apalagi yang akan di mainkan oleh kak Andin dan Livia. mereka berdua sungguh membuatnya pusing. "Ric, atasi ini hari ini juga" ucap Arvan dingin saat Rico sudah ada dibelakangnya.


"Siap bos" setelah mendengar jawaban Rico, Arvan langsung berjalan menuju ruangannya. Tapi baru beberapa langkah para wartawan sudah bersiap menghampiri nya. Rico tidak kalah cepat dengan wartawan beberapa satpam sudah berada di depannya untuk menghalaunya sehingga Arvan dengan mudah menuju ruangannya.


Braaakkkk


Arvan menggebrak meja


"Maksudnya apa? ada yang bisa jelaskan?"tanya Arvan dengan wajah memerah "kak Andin, ayolah. kita sudah sepakat akan hal ini!"


"Kak" Arvan meremas rambut nya dengan keras karena sangat kesal.


"Bagaimana jika Sarah melihat ini, kak Andin suka melihat rumah tangga ku hancur".


"Itu lebih baik, dan segera sah kan Livia jadi istrimu".


"Livia aku anggap hanya teman kak dan tidak bisa lebih".


"Tapi dia yang sudah membuat mu bangkit"


"Jadi hanya karena Budi itu kamu selalu menggangguku Liv" namun Livia hanya diam saja "jawab Livia" suara Arvan keras dan bergetar menahan amarahnya.


"Kakak yang menyuruhnya"

__ADS_1


"Apa kamu mencintai ku Liv?" tanya Arvan dengan tatapan membunuh.


"Iya, aku mencintaimu sangat mencintaimu Van" ucap Livia dengan suara terbata-bata karena takut melihat Arvan.


"Apakah kamu akan bahagia jika hanya memiliki fisikku tapi tidak hati ku"


"Aku rela Van"


"Tapi aku tidak bisa hidup dengan wanita yang tidak pernah aku cintai" jawab arvan dengan tegas. mendapat jawaban menohok Livia terkulai lemas di lantai.


"Aku, aku tidak menyangka akan mendapat jawaban sepahit ini Van" ucap Livia dengan menangis dan tubuhnya bergetar.


"Aku sudah menikah Liv, kamu tau itu, lalu apa yang kamu harapkan?"hal itu membuat Arvan tak habis pikir. "apakah kamu berharap aku akan menjadikan mu yang kedua?" Arvan menjeda kalimatnya dan Livia memandang sangat berharap "itu tidak akan mungkin, dan kamu kak Andin aku mohon berhenti mencampuri urusan ku. "Arvan keluar dari ruangannya dan pergi.


"Kita akan kemana pak" tanya Rico saat mereka sudah ada di dalam mobil.


"Bawa aku ketempat istriku" jawabnya.


"Baik"


.


.


.


Lagi marah yang di cari istri, pasti bikin seru


penasaran enggak nih.


tunggu epi berikutnya ya


Happy reading kesayanganku 😘

__ADS_1


*****


__ADS_2