
"Lho kok disini Honey,. mau ngapain?" tanya Sarah heran. "Kamu sakit?" imbuhnya.
"Aku baik-baik saja, ikuti saja aku." Sarah pun menurut ucapan Arvan.
Tok tok tok
"Hay Van, tumben." ucap dokter Intani saat tau siapa yang datang. dan dokter Intani meminta perawat berhenti memanggil pasien. "Ayo duduk." dokter tersebut mempersilahkan Arvan dan Sarah duduk di sofa tamu. "Ambil kan teh herbal untuk tamu ku!" pintanya.
"Jadi ada apa ini?Istrimu hamil?" tanya dokter Intani pada Arvan dengan melihat Sarah dan tersenyum.
"Kok tau?" Tanya Arvan takjub. Sarah menepok jidat melihat tingkah suaminya.
"Karena kamu datang kesini Van. kecuali kamu datang pada Devan baru beda cerita."
"Iya ya...."
"Sarah kenapa ini suamimu kok lemot begini." canda dokter Intani pada Sarah.
"Habis makan mangga muda dok." Jawabnya jail.
"Sayang jangan buka kartu aku habis makan mangga." Rajuk Arvan.
"Ya sudah Ayo ke sana biar saya periksa." dokter Intani menunjuk meja prakteknya. "Suster tolong siapkan lembar pemeriksaan." Pinta dokter Intani. Tidak lama kemudian suster tersebut sudah membawa lembaran yang di minta. "Tolong di tensi dan di timbang berat badan nya sus." Sarah mengikuti prosedur yang ada.
"Jadi kapan terakhir datang bulan?"
__ADS_1
.bla
.bla
.bla
Setelah selesai mendata, baru pemeriksaan USG.
"Ini ya Van janinnya, usia kurang lebih 12 Minggu." jelas dokter Intani.
.bla
.bla
.bla
"Terimakasih dok, " Sarah menyalami dokter Intani.
"Thanks Tan."
" Jaga istri Lo baik-baik, Jangan kebanyakan di ajak main kuda-kudaan." Godanya.
"Ada-ada aja Lo."Ujar Arvan, sedangkan Sarah hanya tersipu malu. dan memang tahun pertama mereka menikah sudah hampir tiga kali Sarah masuk rumah sakit karena kelelahan, dan siapa dokternya, dia adalah Devan dan Intani. Jadi bukan rahasia lagi kalau Arvan sangat ganas di atas ranjang. "Ya udah gue pamit, " Arvan berlalu dengan menggandeng tangan Sarah.
.
__ADS_1
.
"Lo bener-bener Van, kerjaan begini banyak di tinggalin begitu aja." Kini Rico yang menggerutu saat melihat pekerjaan Arvan di atas meja. kemudian dia melirik meja. " Ya tuhan itu mangga, kenapa di makan cuma sedikit." keluhnya lagi, lalu Rico berjalan mendekati meja ingin mencicipi mangga mudanya Arvan. Dia pun memasukan satu potong kedalam mulutnya.... "eesstttt.."Sambil memicingkan matanya, mengambil tisu untuk membuang mangga yang ada di mulutnya. "sial asem banget, gini Arvan kok doyan." lalu membuangnya di sampah. kemudian memanggil OB untuk membersihkan ruangan itu.
"Pak ini tidak dimakan mangganya." tanya Abdi, karena mangga muda yang dia siapkan untuk big bosnya masih tersisa banyak.
"Bawa aja kebelakang." Jawab Rico kesal. kesal bukan karena mangga muda, tapi Arvan yang seenak jidatnya.
Sejak dia menikah, rasanya Arvan semakin semena-mana padanya. Dan kini kemungkinan besar Sarah hamil, yang ngidam Arvan...hedeecchh bisa-bisa Arvan ambil cuti satu bulan.
*FLASBACK OFF*
"Ya sudah nanti sore kita pergi ke klinik Intani sayang, " Jawab Arvan saat Devan mengatakan bahwa istrinya hamil. Jawaban itu membuat Devan shock.
Devan shock bukan karena apa, Devan hanya berfikir tentang penyakit Arvan yang menggerogoti tubuhnya. Apa benar dia mengidap penyakit ganas yang belum ada obatnya itu?Tapi dari semangatnya Arvan , terlihat dia baik-baik saja.
.
.
BERSAMBUNG
Nah ini, penyakit kemaren beneran atau cuma ngeprank?
Tunggu episode selanjutnya ya..
__ADS_1
Happy reading jangan lupa tinggalin jejak ya🥰
"