Cinta Lama Belum Kelar

Cinta Lama Belum Kelar
epi 54


__ADS_3

"Maaf kan aku sayang, kamu sungguh candu bagiku"


Cup


Lalu Arvan pun berbaring di sampingnya sarah sambil memeluknya.


****


"Le ( sebutan untuk anak laki-laki) katanya mbak mu mau kesini kok sampai malam juga?"ucap ibu Fatma saat Hendra baru saja sampai rumah.


"Memangnya mbak Sarah mau pulang Bu?" bukannya menjawab Hendra malah tanya balik.


"Iya, tadi pagi bilang mau kesini tapi kok ibu telpon tidak aktif ponselnya. Nak Arvan juga begitu." ucap ibu Fatma gelisah.


"Mungkin mereka ada urusan mendadak Bu, jadi lupa kabarin ibu kalau tidak jadi kesini." jawab Hendra sambil lalu, tapi dia juga kuatir atas kakaknya. diapun mencoba menghubungi Sarah karena dia melihat kabar yang kurang sedap tadi siang.


"Semoga kamu baik-baik saja mbak, enggak terpuruk kayak waktu itu" gumam Hendra.


"Maksudnya apa le" Hendra kaget ketika ibu Fatma sudah di depan pintu dengan membawa nampan berisikan teh hangat dan cake. "enggak ada apa-apa Bu"


"Kamu jangan bohong sama ibu Lo le, kasian mbak mu kalau ada apa-apa"


"Ibu tadi dengar Lo le, kejadian waktu itu, memang ada apa" ibu Fatma meletakkan nampannya dan duduk di samping Hendra, kini Hendra bingung cara menjelaskan sama ibunya takut ibunya salah paham atas posisi Sarah saat ini.


"Mbak Sarah baik-baik saja Bu, nanti kalau sudah tidak repot pasti menghubungi ibu" jawab Hendra mencoba mengalihkan pembicaraannya.


"Jangan bohong sama ibu Lo le"


"Mana berani Hendra bohong Bu" Hendra berusaha menenangkan ibunya. "nanti akan saya coba menghubungi mbak Sarah Bu, ibu jangan kuatir ya Bu"


"Ya sudah le, kamu istirahat saja, jangan lupa di minum tehnya" ibu Fatma keluar dari kamar Hendra


Sedangkan Hendra dikamar masih bingung dengan keberadaan kakaknya.


Sedangkan di tempat lain Livia dan Andin merayakan kemenangan nya. mereka berfikir Sarah akan marah dan meninggalkan Arvan. juga dia akan di kucilkan dari tempat kerjanya. tapi mereka salah, karena di sudah tau situasinya. dan Sarah sedang memadu kasih yang sangat manis di hotel.


****


"Pagi sayang" Arvan bangun duluan dan membawakan sarapan melalui layanan hotel.


"Pagi honey, tumben sudah bangun" Arvan mendekat dan mengecup kening istrinya.


"Gimana kamu, sudah enakkan badanny.a" tanya Arvan agak kuatir karena pergumulan mereka kemarin yang membuat Sarah kelelahan dan berakhir dengan tidur pulas. Sarah hanya mengangguk dan tersenyum melihat suaminya membawakan sarapan. "Sarapan dulu ya" lagi-lagi Sarah mengangguk.


mereka makan dengan lahapnya karena Sarah memang benar-benar lapar.

__ADS_1


"Lapar sekali kayaknya" goda Arvan.


"Bagaimana aku tidak lapar, kamu tidak memberiku makan dari semalam honey." jawab Sarah dengan mulut penuh. "dan kau kemarin tidak memberi ku istirahat" lanjutnya, Arvan hanya terkekeh mendengar jawaban istrinya.


"Maafkan aku sayang, kamu memang luar biasa" jawabnya sambil mencubit pipi Sarah.


Setelah mereka menyelesaikan makannya Sarah kembali berbaring di ranjang king nya, memikirkan seperti ada sesuatu yang terlewatkan.


"Ya Tuhan..." ucap Sarah dengan keras membuat Arvan terkejut.


"Ada apa sayang"


"Honey bisa nyalakan ponselku" pinta Sarah pada arvan. lalu Arvan berjalan sedikit mengambil ponsel istrinya yang mati karena sengaja di off kan.


"Ini" Arvan menyerahkan ponsel Sarah "sekarang ada apa lagi?"


"Aku lupa sesuatu" kata Sarah sambil mengambil ponselnya.


"Apa itu?"


"Ibu, aku kemarin berjanji akan kesana, tapi kita malah berakhir disini" jawabnya sambil berusaha mencari kontak ibunya. saat Sarah akan menekan nomor tersebut tiba-tiba.


Ting


"I-iya Hen"


"Mbak kemana saja sih kemarin, katanya mau ke rumah tapi nggak muncul-muncul" Hendra nyerocos seperti kereta api.


"Iya maaf Hen, ini tadi baru mau menghubungi ibu, kamu malah telpon duluan."


"Ada masalah lagi ya mbak?"


"Tentang"


"Hendra sudah liat headline kemarin, dan itu membahas...."Hendra menjeda kalimatnya.


"Oh itu iya, enggak ada apa-apa Hen, itu cuma isu biasa"


"Mbak Sarah enggak apa-apa kan?"


"Enggak apa, aku baik-baik aja"


"Sekarang mbak dimana?"


"Lagi sama Arvan ini"

__ADS_1


"Mbak baik-baik saja kan, jangan mudah terprovokasi ya mbak"


"Iya Hen, mbak baik-baik saja, aman, mbak enggak naif kayak dulu Hen"


"Itu baru mbaknya Hendra"


"Halah kamu"


"Terus mbak ke rumah enggak nanti?"


"Iya aku kesana agak siangan"


"Mbak nggak kerja?"


"Aku ambil cuti 2 hari Hen"


"Oh ya udah kalo mbak baik-baik, nanti hati-hati kalau jelasin masalah ini ke ibu"


"Siap"


"Hendra kerja dulu mbak, salam buat mas Arvan, bilang jangan bikin mbak ku sedih atau dia akan kehilangan." Sarah hanya tersenyum mendengar ke posesif am adiknya.


"Iya , iya..."


klik*


Hendra mematikan ponselnya


"Siapa sayang?"


"Hendra honey"


"Kenapa kok pagi-pagi sekali sudah menghubungi mu."


"Masalah kemarin kenapa tidak jadi datang ke sana."


"Oh itu, nanti aku akan minta maaf langsung sama ibu" Arvan mengecup istrinya "aku mau mandi dulu" di jawab anggukan oleh Sarah.


.


.


.


Happy reading kesayanganku 😘

__ADS_1


__ADS_2