Cinta Lama Belum Kelar

Cinta Lama Belum Kelar
epi 28


__ADS_3

dimana Siska yang merasa tersakiti oleh ucapannya sendiri, dan kini Sarah yang tidak sanggup untuk berdiri melihat gambar itu.


"ini sama sakitnya saat mengetahui kamu tidur dengan yang lain Van, walau itu hanya setingan temanmu" gumam Sarah sambil menitikkan air mata yang sejak tadi melawan untuk keluar. kini Sarah mulai terisak, semakin lama semakin keras.


"mbak, mbak sarah, mbak gak papa" suara hendra mengetuk pintu Sarah. tumben banget Hendra yang biasanya pulang tengah malam jam segini sudah di rumah. sungguh memalukan keadaanya sekarang


Hendra membuka pintu dan mendapati Sarah duduk terkulai lemas di lantai.


"mbak Sarah kenapa" Hendra menatap iba kakak kesayangannya ini dan membawanya di atas ranjang yang berukuran sedang itu.


"mbak..." Hendra memeluk kakaknya dengan lembut dan mengelus rambutnya hal ini menjadikan tangis Sarah semakin pecah


"pasti mas arvan lagi kan" ucap Hendra yang sekarang menjadi kesal karena kekasih kakaknya itu. "bisa-bisanya bikin mbak ku nangis lagi" batin Hendra


setelah tangis Sarah sedikit mereda dia melepas pelukan Hendra dengan malu


"mbak kenapa?" tanya Hendra lagi dan Sarah menyodorkan benda pipih itu pada Hendra


"mbak yakin dengan berita ini?" Sarah menggeleng


"mbak jangan ambil kesimpulan dulu sebelum mas arvan menjelaskannya sendiri, bisa saja ini hanya permainan kakaknya mas arvan agar mbak menjauh" jelas Hendra


Sarah hanya menatap Hendra dengan seksama


"kenapa gak kepikiran gitu ya aku hen" ucap Sarah yang masih berlinangan air mata, ternyata adikku lebih dewasa dalam banyak hal.


"makanya jangan cinta yang berlebihan, jadi buta kan"


"aku gak buta kali, cuma......." suara Sarah tercekat dan masa lalu mulai membayangi kembali. Hendra sadar akan hal itu


"udah sama mandi, sholat dulu biar lega" ucap Hendra dan beranjak meninggalkan kamar kakaknya


"makasih hen"


"oke" ucap Hendra sambil menunjukkan jempol pada kakaknya


"beruntung selama ini ada kamu hen, yang selalu menghibur" batin Sarah


*****


hari ini Sarah diantar Hendra ke sekolah tempatnya mengajar.


"mbak yakin mau ke sekolah, gak istirahat aja, lagian kan udah mau libur mbak masih kerja aja"


"masih banyak kerjaan hen, biar kalo aku jadi ikut kamu udah gak ada beban"


"oh gitu, emang pekerjaan mbak se susah apa sih"


"yang pasti gak sesudah kerjaanmu di kafe"


"nyindir nih"


"hehhehe" Sarah cuma nyengir dan keluar dari mobil Hendra


"makasih tumpangannya dek, kamu hati-hati"


"siap, Hendra langsung ya mbak, udah jangan dipikirin lagi yang kemaren"


"oke" jawab Sarah dan Hendra pun berlalu


"ada kabar apa kemaren"


"ya Tuhan" suara itu mengagetkannya kembali dan Sarah menoleh pada empunya suara

__ADS_1


"pak Reno please DECH jangan bikin Sarah jantungan" Sarah dengan kesal meninggalkan Reno yang tertawa renyah dan berlari mengikuti langkah Sarah.


"bu sarah, tunggu"


"pak Reno ngapain pagi-pagi sudah ke sekolah? mau ketemu pak Hermawan? kalau pagi beliau belum datang"


"tidak bu, saya cuma mau melihat Bu Sarah"


"what?" Sarah menghentikan langkahnya


"jangan lebay deh pak, sudah ya saya mau kerja"


"oke, saya pergi, sampai jumpa lagi" Reno pun pergi meninggalkan Sarah.


"orang aneh dari planet nama sih tu orang"


"hayo orang aneh siapa?"


"Siska kamu juga bikin kaget"


"aku minta maaf soal yang kemaren ya sar"


"maksud nya"


"itu link yang aku kasih ke kamu, harusnya aku cari tau dulu kebenaran berita itu. baru ngasih tau kamu"


"gak papa sis, santai aja, emang kemarin agak shock tapi sekarang udah gak kok"


"ya udah yuk masuk" dan mereka pun disibukkan dengan pekerjaannya masing-masing.


*****


waktu berlalu begitu cepat, tiba saat Sarah berangkat ikut Hendra ke Jogja.


"sudah siap semua mbak?"


"cuma bawa ini aja?"


"emang mau berapa hari sih"


"satu Minggu mbak"


" cukuplah, nanti kalo kurang kan bisa beli disana"


"terserah mbak lah"


"yuda sama Silvia gimana?"


"nanti sekalian jalan kita jemput"


"ya udah yuk"


"semangat banget mbak?"


"iya pengen cepet liburan"


akhirnya perjalanan mereka di mulai, di mulai menjemput dengan menjemput Silvia lalu Yuda


"yud siap-siap jadi obat nyamuk kitah" goda Sarah


"tenang mbak Yuda sudah punya penangkalnya"


"apa tuh"

__ADS_1


"nih"


"pop corn?"


"iya kalo sampai lepas kita bisa nonton yang live, hahahhahah"


"sialan kamu yud" umpat Hendra


"kalo kita berangkat sore gini sampe sana pagi mbak" jelas Hendra


"apa kamu gak ngantuk nanti, terus istirahat Diaman?"


"nanti gantian sama Yuda" oh ya udah


"perjalanan di awali dengan gelak tawa, yang canda dan saling menggoda"


Yuda cerita tentang kehidupan nya sebelum bertemu Hendra, kisah asmaranya yang kandas karena sahabatnya, juga kisah jatuh bangunnya mendirikan kafe dengan Hendra


"ternyata perjuangan kalian lebih berat daripada aku" ucap Sarah sambil menatap jalanan yang mulai gelap


"udah mbak istirahat aja, biar enakan bangun besok seger"ucap hendra


" emang kita gak makan malam dulu hen?kan lapeerr"


"mbak Sarah badanya kecil banyak makan juga ya"


"kamu yud, ngeledek apa muji"


"ya ngeledek lah mbak masak iya muji..hahhahab"


"ya udah tu ada resto yang masih buka, kita makan dulu kalo gitu"


mereka menikmati makanan bersama, sambil bercanda


"Bu Sarah? emm Bu Sarah kan? suara yang akhir-akhir ini sering dia dengar


"mau kemana Bu? dan ini ? dia menunjuk ke arah Hendra dan yang lainnya


"pak Reno, kok bisa ada disini?"


" ah ini adik saya dan teman-temannya"


"oh gitu, jd pak Reno ngapain disini?


"saya mau ke Jogja, ada keperluan"


"gabung saja pak, sendirian kan" tawar Hendra


"hen apaan sih" Sarah colek hendra


"ah saya dengan rekan trimakasih tawaran nya"


"oh oke" Sarah melanjutkan makannya tanpa pedulikan Reno lagi.


"pantas saja dia sampe kelimpungan ngadepin cewek super dingin ini" batin Reno sambil berlalu meninggalkan meja Sarah dan lainnya.


.


.


.


bersambung

__ADS_1


siapa sih adeknya Reno, kok kayak nya ada sesuatu..hemmm.


lanjut gak nih, ada yang penasaran 😁😁


__ADS_2