Cinta Lama Belum Kelar

Cinta Lama Belum Kelar
epi 41


__ADS_3

"Aku tau, dan kamu tidak boleh terpuruk seperti ini, kamu bisa Al" Bara mencoba menyemangati sahabatnya yang seolah tidak ingin hidup lagi.


hari pun berlalu dan Alvin masih tidak mau keluar dari kamarnya. dia mengurung diri dan tidak mau bicara apapun dan dengan siapa pun.


"Al makan dulu" Bara membawa makanan ke kamar Alvin. namun alvin tidak bergeming. Bara hanya menghela napas panjang dan pergi dari kamar itu


"Gimana Bar Alvin" tanya Dinda yang berada di ruang tamu masih sama.


"Masih sama" Bara menghempaskan tubuhnya di sofa.


"Begitu cintanya ya Bar Alvin sama guru itu, dia sampe terpuruk seperti itu" ucap Dinda "gimana kalau kita minta tolong guru itu kemari agar Alvin mau makan" tiba-tiba muncul ide gila Dinda


"kamu gila apa Din, kalau Bu Sarah kesini yang ada Alvin malah nggak bisa lepas dari Bu Sarah" ujar Bara kesal.


"Ya anggap saja guru jenguk muridnya Bar , gimana"


"Kamu nggak apa-apa dengan itu" tanya Bara intens pada Dinda.


"Aku sudah melepaskan Alvin Bar, aku tau dia nggak mungkin membuka hati untukku" ucap gadis di depan bara itu sedih. Bara menepuk pundak Dinda namun Dinda menyandarkan kepala di bahunya. dan itu membuat Bara shock. "mungkin akan ada pria yang benar-benar menyukaiku Bar, capek aku mengejar cinta Alvin yang memang tidak pernah terbuka untukku" Dinda sedih dengan keadaanya namun juga dia tidak tega melihat Alvin.


*****


"Kamu nanti ke kantor aku ya" suara Arvan di sebrang sana


"Mau ngapain Van, aku kan kerja juga" jawab Sarah


"Aku kangen Sarah, sudah beberapa Minggu kita nggak ketemu"


"namanya juga di pingit Van, mana boleh ketemuan"


"tapi aku kangen lho ini, apa nggak boleh ketemu calon istri ku sendiri"


"boleh ketemu calon istri orang" canda Sarah tapi tidak dengan Arvan


"*kamu ya kalau ngomong suka asal"


"hehehe iya maaf" udah dulu ya Van, aku mau ngajar"


"boleh aku tanya sesuatu?"


"apa?"


"Alvin, apa masih disana"


"enggak, dia sudah tidak di sekolah lagi" jawab Sarah, tapi kenapa ada sedikit kecewa mengingat Alvin tidak ada lagi di sekolah


"baguslah aku bisa tenang"


"kenapa begitu?"


"karena cuma dia yang berani godain kamu"


"jangan ngaco ah, dia seperti Hendra, jadi nggak ada yang perlu di kuatir kan"


"ya sudah kalau begitu, aku tutup telpon nya"

__ADS_1


"iya"


"eh tunggu"


"apa lagi?"


"aku sayang kamu" Arvan sengaja mengucapkan kata sayang itu


"dasar gombal, ya udah ya, sampai ketemu bulan depan"


"mana aku bisa tahan sayang"


"ya di tahan. hehehhe"


panggilan pun berakhir dan Sarah bergegas ke kelas mengajar. aneh memang jika Arvan sering menghubungi nya tidak seperti biasa, sebelum ada pertunangan mereka jarang sekali bertukar kabar, apalagi bertemu, dan sekarang hampir setiap hari Arvan menghubunginya.


"Cie yang sebentar lagi merid...." Siska tiba-tiba mengejutkannya.


"Cie juga yang mau nyusul" jawab Sarah, "saya mau ngajar dulu Bu, nanti kita sambung lagi" Sarah Pun bergegas menuju kelas


"Bu Sarah" Nisa memanggilnya


"Iya dek"


"Bu tanya dong"


"apa itu?"


"emm.. Alvin kemana ya Bu, setelah liburan dia tidak pernah masuk sekolah" tanya Nisa dan membuat Sarah kaget dan tidak tau harus jawab apa


"Kan ini yang dekat dengan Alvin" Nisa menjeda kalimatnya " maksud Nisa Alvin biasanya....." kalimatnya akhirnya berhenti karena tidak mungkin dia menuduh calon istri Daddy nya dekat dengan muridnya. Sarah hanya tersenyum dan memegang pundak Nisa


"sepertinya untuk lebih jelasnya bisa tanya di TU ya Nisa, kalo perlu kamu minta alamatnya, siapa tau kamu kangen" goda Sarah.


"ih Bu Sarah apa sih, Nisa kan cuma tanya" dengan wajah memerah Nisa pergi meninggalkan Sarah. dan Sarah pun menuju kelas tempatnya mengajar. terlihat dari sikapnya Nisa sebenarnya juga menyukai Alvin, tapi Berta lebih vocal jadi Nisa tidak berani mengakuinya.


****


bel berbunyi tanda sekolah usai, Sarah pun selesai mengajar akan kembali ke ruang guru


"Bu Sarah" lagi Nisa menghampirinya


"kali ini ada apa" dan Nisa menunjukan secarik kertas pada Sarah


"Alamat siapa ini?"


"Alvin"


"kalian mau apa kesana?" tanya Sarah karena memang Sarah tau keadaan yang sebenarnya, Alvin bukanlah siswa SMA yang sebenarnya walaupun dia pernah jadi bagian dari sekolah ini


"mau nyamperin Alvin Bu, karena kita penasaran kenapa Alvin tiba-tiba keluar dari sekolah" walau sebenarnya Alvin tidak benar-benar sekolah, mungkin selama satu bulan bisa di hitung jari dia datangnya.


"ya kalian hati-hati ya, salam buat Alvin"


"Bu Sarah nggak ikut"

__ADS_1


"ibu masih banyak pekerjaan, kalian saja, ingat hati-hati" Sarahpun pergi


*****


Ting Tong


beberapa kali bel di tekan tapi belum juga ada jawaban. atau pintu di bukakan


"siapa sih tumben ada tamu"pikir Bara yang dari tadi memastikan suara bel pintu. setelah yakin itu bel apartemen nya dia beranjak dari sofa dan membuka pintu


"emm cari siapa ya" bara kaget karena kedatangan anak SMA


"maaf kak bener nggak ya ini alamat Alvin" Bayu menunjukkan alamat yang dia tulis dari TU


"iya benar, ada yang bisa saya bantu"


"kak Alvin nya ada?tanya Nisa tak sabar


"ada, tapi dia lagi istirahat, gimana tuh?"tanpa di duga Nisa dan berta nyelonong masuk di ikuti oleh Bayu dan lainnya dan memanggil Alvin


"Alvin, Alvin....main yuk" ucap Berta kencang dan sebenarnya kejadian ini sangat lucu. gaya mereka sangat natural sekali


"apaan sih ber, kayak bocah SD saja" protes Nisa


"waduh apaan ini ya"protes Bara


"hehehhe maaf ya kak, kita ganggu, habis Alvin lama nggak sekolah jadi kita kangen"jawab Berta


"ya udah kalian duduk dulu, aku panggilan Alvin" Bara pun berlalu menuju kamar Alvin


"apaan sih Bar, berisik banget" protes Alvin yang memang dia malas sekali keluar kamar


"ada tamu buat kamu tuh"


"siapa juga, aku nggak punya teman Bar"


"lihat dulu Al"


"usir saja mereka bar" tiba-tiba Berta sudah berada di samping Bara


"Hay Al" Berta mengejutkan mereka berdua


""Berta, ngapain kesini" suara Alvin meninggi


"ya ampun Al, kamu cakep banget kalo bangun tidur" suara kagum Berta bikin Alvin salah tingkah, karena dia tidak mengenakan baju dan hanya memakai celana kolor, seketika Alvin menarik selimutnya


"Bar bawa keluar tuh bocah" bara pun langsung membalikkan tubuh Berta dan mendorongnya kembali ke ruang tamu.


"anak kecil di larang masuk kamar oppa-Oppa" ucap Bara


.


.


.

__ADS_1


happy reading


__ADS_2