
*FLASBACK ON*
"Gue keluar." Ujar Alvin yang lebih mendahului Bara yang akan keluar cari angin. Lalu dia melenggang keluar tanpa menunggu jawaban dari Bara. Sedangkan Bara dan Dinda hanya terbengong melihat punggung Alvin yang mulai menghilang di balik pintu.
"Kenapa lagi sih dia?" kesal Bara sambil mengumpat saat Alvin pun sudah tidak lagi didepannya.
"Sudah kalau kamu keluar, ya keluar aja, nanti juga dia balik." jawab Dinda menasehati suaminya itu. dan Bara Pun keluar rumah seperti Alvin.
Breessss.... tiba-tiba hujan mengguyur bumi.
"Sial." umpat Alvin mendapati bajunya basah dengan hujan yang datang mendadak dan memandang sekitar mencari tempat berteduh. "Kemana enaknya gue sekarang, basah semua lagi." Alvin menggerutu.
"Basah ya?" Ujar seseorang di belakang Alvin dengan membawa payung.
"Bu, Bu Sarah?" Alvin tergagap melihat Sarah ada bersamanya di saat yang tidak tepat. kenapa tidak tepat? Karena Alvin sangat berantakan dengan pakaian nya yang basah. kurang tujuh puluh lima persen kegantengannya saat ini.
"Kenapa kaget?" Alvin seperti kehilangan kesadarannya, dia mengangguk dengan mulut terbuka.
"Al..." Sarah menggoyangkan badan Alvin, dia pun dengan sigap merapikan bajunya yang basah dan rambut acak-acakan. "Kok diem? emang enggak kedinginan?" Lagi-lagi Alvin terdiam. "Al?" lagu Sarah menarik baju Alvin yang basah.
"Eh iya, Bu Sarah, gimana tadi?" ucap Alvin kikuk dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal, sedangkan sarah tersenyum melihat tingkah lucu berondong tamvan yang ada di depannya.
"Basah kan? mau disini terus?" tanya Sarah seolah menggoda Alvin yang sedang kebasahan. Alvin menggeleng dengan cepat. "Ayo." ajak Sarah, lalu Alvin mengikuti dari belakang. Sarah membawa Alvin ke jalanan sempit dan sepi, membuat Alvin terheran-heran.
"Kita dimana Bu?" Alvin agak heran menemukan tempat seperti ini.
"Nanti juga kamu akan tau." Alvin semakin penasaran dengan sikap Sarah, mereka memang janji untuk ketemu pagi ini dan Alvin ingin bertemu Arsa juga Arsi. tapi kenapa malah di bawa ketempat yang sepi seperti ini?
"Bu, Apa ini jalan yang benar?" tanya Alvin ragu. Sarah tidak menjawab tapi hanya tersenyum sekilas lalu melanjutkan langkahnya. setelah melewati gang sempit jalanan menjadi sedikit lebar dan terang, terdengar suara teriakan anak kecil yang sedang bermain.
"Mommy..." Tiba-tiba seorang gadis kecil lari ke pelukan Sarah, lalu Sarah meletakan payungnya di teras menyambut pelukan gadis mungil itu, tatapan aneh dan takut saat arsi melihat seseorang di belakang mommynya. "Mommy itu siapa?" bisik gadis itu pada sarah, sedangkan Sarah hanya tersenyum.
"Daddy...." Ucap bocah laki-laki berlari dan memeluk Alvin. "Daddy where have you been?"
"Hay kidz, your great." Tanpa ragu Alvin menyabut pelukan bocah itu.
"Daddy your so weet?" Bocah itu melepas pelukannya dan melihat kondisi Alvin yang basah kuyup. tapi Alvin hanya senyum dan senyum itu seolah tak mau hilang dari wajahnya.
__ADS_1
"Biarkan om Alvin ganti baju dulu ya, nanti kita makan siang bersama." Sarah meminta Arsa untuk bermain kembali bersama Arsi.
"Mommy, who's he?" tanya Arsi masih ada di pelukan mommynya dan tidak mau lepas, dia masih penasaran dengan pria yang bersama mommynya itu.
"His Daddy." jawab Arsa geram pada Arsi. sedangkan Sarah hanya tersenyum melihat proteknya Arsa pada Alvin.
"Dia om Alvin sayang, kenalan dulu yuk sama." ajak Sarah dan mendekatkan Arsi pada Alvin.
"Hay cantik." Arsi malah meringsut kedalam pelukkan mommynya saat Alvin menyapanya. Sarah hanya tertawa melihat Arsi yang kurang bersahabat dengan Alvin.
"Kamu masuk lah dulu Al, di dalam ada Hendra."
"Hendra?" lagi-lagi Alvin terkejut.
"Iya, baru tadi subuh dia sampai." tanpa menunggu lama Alvin masuk dan bergegas menemui Hendra. melihat Alvin datang kearahnya Hendra pun hendak menyapa.
"Hall....." sebelum Hendra melengkapi kalimatnya Alvin datang dengan cepat dan mendorong tubuh Hendra terhuyung kebelakang dengan kaki yang menahan agar tidak terjatuh.
"Asu koe Hen, katanya enggak tau dimana Bu Sarah, tapi wes mencungul ae neg kene ( tapi sudah muncul saja disini)." Ucap Alvin geram pada Hendra , sedangkan Hendra hanya nyengir saja.
"Aku juga baru tau tadi malam Al, di kasih tau ibu, jadi Ojo nesu Karo aku ( jadi jangan marah-marah sama aku)." jawab Hendra. kebiasaan Alvin kalau sedang marah selalu keluar medok jawanya. tapi itu tidak berlaku untuk Bara, karena dia bukan orang Jawa. dia ngomel sepanjang rel kereta api pun dia tidak akan pernah paham.
"Tanya aja sama mbak Sarah, yang tau itu cuma ibu sama Rico kalau mbak sarah ada disini, dan lagi aku disini kamu pasti tau apa jawabannya.
"Opo?"
"Alah... pura-pura koe." jawab Handra mencoba menggoda Alvin.
"Enggak ngerti aku Hen."
"Terus kamu kesini mau ngapain?" Sejenak Alvin berfikir karena memang belum ada kalimat apapun dari Sarah maupun Alvin. "Hahahaha, koe kok serius teman seh Al, ya udah sana ganti bajumu." Hendra menunjukan kamar yang di tempati olehnya, lalu mengambil selembar pakaian dan juga celana agar digunakan oleh Alvin.
"Silvia enggak ikut Hen?" tanya Alvin dari dalam kamarnya.
"Ada, lagi keluar sama ibu, mungkin mereka juga terjebak hujan kayak kamu." jawab Hendra ringan. "Sejak kapan kamu di Bali?"
"Sudah tiga hari, dan Minggu depan aku harus balik ke Jakarta." jelas Alvin yang keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk saja.
__ADS_1
"Ya wes tak tunggu diluar." Ujar Hendra dengan melangkah keluar kamarnya yang sedang di gunakan oleh Alvin.
Sarah asik memasak untuk makan siang di dapur di temani oleh Arsy sambil berceloteh tentang banyak hal, dari dia bertemu dengan teman baru, mainan baru yang dibelikan Hendra, sepupunya yang bernama Siha.
"Mom..." panggil nya pada Sarah ya g sedang memotong sayuran. "Who is om Alvin?"
"Friend."
"Kenapa Arsa memanggil nya Daddy."
"Karena om Alvin sayang dengan Arsa dan Arsy."
"I have Daddy mommy, HE is Daddy Arvan."
"Iya sayang," Ucap Sarah sambil membelai rambut anak gadisnya itu, lalu melanjutkan kegiatannya kembali.
"Mom..."
"Hemmm"
"You like om Alvin?" sejenak kegiatan Sarah berhenti lalu memandang Arsy.
"Kalau Arsy bagaimana?"
"I don't know, Arsy belum mengenal om Alvin Mommy." jawab Arsy bijak. bagaimana anak seumur Arsy bisa bijak menanggapi hal itu, dewasa sebelum waktunya. itulah anak-anaknya tumbuh.
"Kalau Arsy sudah mengenal om alvin, pasti Arsy suka."
" yeaahh, we'll see."
"Oke." jawab Sarah yang tidak mau memperpanjang percakapan yang membingungkan baginya.
.
.
BERSAMBUNG.
__ADS_1
Happy reading jangan lupa tinggalin jejak ya🥰