
"Tuh sudah tau, kenapa nanya, masih belum yakin dengan keputusan nya? Sarah mempertanyakan keseriusan Arvan. dan Arvan bukan tidak serius tapi dia tidak percaya pada Alvin.
"Sudah ya, aku lanjut makan dulu lalu pulang"
"Jangan capek-capek ya, aku sayang kamu Sarah*"
"Aku tau, kamu juga jaga kesehatan, ingat satu Minggu lagi"
"Iya aku sudah enggak sabar" Arvan terasa antusias.
"Aku sayang kamu Sarah"
"Iya, aku tau Van,tadi kan sudah bilang"
"Belum puas aku dengerin suara kamu"
"Sudah dulu ya, aku tutup"
klik*
Sarah membalikan badan dan
DUG
"Aduh" Sarah menabrak seseorang.
"Alvin, ngapain di sini?"
"Nunggu ibu"
"Buat apa"
"Buat berduaan sama ibu"
__ADS_1
"Al, jangan aneh-aneh, kamu masih sangat muda sudah saatnya kamu cari wanita yang sesuai dengan usia kamu."
"Tapi aku nggak mau Bu Sarah, di sini...." Alvin meraih tangan Sarah dan meletakan di dadanya "masih ada nama ibu Sarah, hanya nama itu yang ada" Alvin menjeda kalimatnya "dan itu sudah seperti tato yang akan sulit untuk di hapus" Sarah menarik tangannya.
"Enggak lucu Al" Sarah pergi meninggalkan Alvin sendiri.
"Sudah yuk sis" Sarah mengambil tasnya dan bergegas, sebuah tangan memegang pundak nya.
"Aku minta maaf tolong selesaikan dulu makannya"
"Aku sudah kenyang, kalau kalian belum selesai aku duluan" Sarah pergi tanpa mendengar Alvin maupun siska. dia tidak marah pada Alvin, tapi takut jika terlalu lama bersama Alvin dia menyesali keputusannya menikah dengan Arvan.
(KOK BISA)
*****
"Lho mbak katanya beli pernak pernik kok pulang tangan kosong" sambut ibu saat Sarah memasuki rumah
"Ada sama Siska Bu, sebentar lagi juga dia sampai" dan berlalu meninggalkan ibunya. dan benar saja sepuluh menit kemudian Siska sudah disana bersama Alvin
"Kok pulang sendiri-sendiri sis? tanya ibu pada siska "kok nggak barengan gitu lho"
"Iya Bu, tadi saya mampir dulu beli sesuatu jadi Sarah duluan" jawab Siska bohong, kalau tidak bisa berabe urusannya.
******
Semua persiapan pun sudah siap, 99,99% tinggal menunggu hari H yang bikin dag Dig dug jantung Sarah, Arvan juga Alvin. (lho kok bisa) ya bagaimana tidak Sarah dan Arvan akan segera menikah namun bayang-bayang Alvin tidak pernah lepas diantara mereka.
HARI H
Hari pernikahan tiba, mereka tidak mengundang banyak tamu. sebatas saudara dekat, tetangga dan beberapa rekan kerja masing-masing. karena memang permintaan dari keluarga Arvan pernikahan nya tidak di buatkan pesta yang meriah.
Arvan terlihat gugup di depan penghulu, keringat dingin membasahi telapak tangannya. sedangkan Sarah di kamar menunggu ijab Kabul di lakukan.
__ADS_1
Penghulu memulai prakata nya dalam pernikahan hingga semua menyimak dengan seksama. di lanjutkan dengan ijab kabul yang membuat jantung berpacu.
"Baiklah saya mulai, sudah siap nak Arvan, canda penghulu pada Arvan yang sudah tidak sabar.
"Siap pak, bismillah" jawab arvan
Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau saudara arvan bin Hermawan dengan anak saya yang bernama Sarah Amalia binti Erlangga dengan mas kawinnya berupa satu unit apartemen, satu unit mobil, seperangkat alat sholat dan uang sebesar 111.210$ dibayar tunai.
Dengan suara bergetar Arvan mengucapkan ijab kabul ya sekali nafas.
Saya terima nikahnya dan kawinnya Sarah Amalia binti Erlangga dengan mas kawin tersebut, di bayar tunai.”
Sah, sah bagaimana para tamu sah??kata penghulu.
"Saaaahhhh" Sarah meneteskan air matanya haru dan bahagia, perjuangan cinta yang tidak jelas terbaca olehnya akhirnya bisa bersatu juga di pelaminan.
"Alhamdulillah" dan penghulu membaca doa dan mempersilahkan Sarah keluar kamar. Arvan tidak berkedip melihat betapa cantiknya istrinya.
Sarah duduk disamping Arvan. mereka tukar cincin dengan lambang nama mereka di balik cincin indah itu.
mereka berpandangan dari sorot mata mereka terlihat bahagia.
Sarah mencium punggung tangan Arvan, dan Arvan mengecup kening Sarah. di lanjut restu dari orang tua mereka. Sarah menangis di pelukan ibunya, ibu yang membesarkan nya, ibu yang setia menemaninya baik suka maupun duka. ibu yang selalu menjaganya.
Arvan mengucapkan banyak terimakasih kepada ibu Fatma yang sekarang menjadi ibu mertua nya. terimakasih telah melahirkan Sarah, terimakasih sudah merawatnya dengan baik kini giliran dia yang akan membahagiakannya.
.
.
.
Tamat belum ya
__ADS_1
Jangan dulu DECH kasihan Alvin yang masih menggantung
Happy reading 🥰🥰