
"Siap bos" akhirnya mereka tinggal berdua eh bertiga dengan Alvin yang ada di kamar.
"Ibu belum mengantuk?" tanya Sarah.
"Belum, masih nunggu mas Al ketemu sama mbak Andin" kata ibu menjelaskan alur cerita sinetron yang di lihatnya.
"Hah, siapa itu Bu?tanya Sarah kaget dengan sebutan mas Al. Sarah berfikir terlalu jauh dengan sebutan itu.
"Itu Aldebaran sama Andin" ucap ibu sambil menunjuk televisi, Sarah melongo dan menepuk jidatnya sendiri.
" Kok ada julukan mas Al segala to Bu, jadi bingung, hehehehe" Sarah geleng-geleng kepalanya menertawakan sendiri hal yang ada dalam pikirannya.
"Iya ikut ibu-ibu kalau nyebut Aldebaran mas Al" jawab ibu santai, dan Sarah tidak bisa berkata-kata lagi karena masih menganggap lucu julukan itu.
"bisa aja sih Bu, bikin julukan kayak gitu," sambung Sarah.
"Emangnya kenapa mbak."
"Ya kayak kita tu kenal gitu Lo sama pemeran itu." jawab Sarah.
"Iya ya, tapi ya memang begitu e ibu-ibu di sini." jelas ibu Fatma dan Sarah pun tidak mau melanjutkan kalimatnya.
Klek
Suara pintu di buka, ibu dan Sarah melihat arah suara. dan terdapat Alvin yang tersenyum.
"Ada apa nak Alvin? ibu terlalu keras ya nyalakan televisi nya?" tanya Bu Fatma tidak enak dan mengecilkan suara televisinya.
"Hemm enggak Bu, saya cuma mau ikut nonton saja, jawab Alvin dan berjalan kearah mereka "bosan saya dikamar, mau tidur belum ngantuk"jelasnya.
"oh gitu, ya ayok kita nonton mas Aldebaran." jawab Bu Fatma " Baring-baring saja di situ Lo nak alvin, biar capeknya ilang" ibu Fatma menunjuk sofa di sisi kiri ruangan.
"Iya Bu" lalu Alvin duduk di kursi lain yang menghadap langsung pada Sarah. dia bisa menikmati wajah ayu wanita bersuami itu. "Kenapa dia bisa jatuh cinta sedalam ini sama wanita yang lebih dewasa darinya" batin Alvin mencari jawaban di setiap sudut wajah Sarah, dia mengamati secara intens dan inci demi inci tidak terlewatkan. hal itu membuat Sarah merasa tidak nyaman.
Akhirnya Sarah menoleh kearahnya, karena merasa ada seseorang yang mengawasi nya. tapi dengan cepat Alvin berpaling mengalihkan pandangan pada televisi yang menyala dan dia tidak tau apa yang di tayangkan, dia cukup melihat dengan intens agar Sarah tidak curiga.
Sarah merasa tidak nyaman, tapi tidak mungkin Sarah meninggalkan ibunya sendirian saja dengan Alvin.
Lalu Sarah berbaring di pangkuan ibunya, karena matanya sudah tidak bisa di ajak kompromi.
"Tidur di kamar saja mbak" kata Bu fatma saat Sarah menempelkan kepala nya.
"Masih lama apa Bu mas Al nya? tanya Sarah pada ibu fatma tapi kenapa Alvin terperanjat mendengarnya. "mas Al" sebutan untuk??
"Sebentar lagi selesai, kalau ngantuk tidur saja di kamar"saran ibu fatma karena melihat putrinya sudah tak dapat menahan kantuk.
Ting
drrttt
"Sarah angkat telpon dulu Bu" ucap Sarah saat melihat siapa yang memanggil, ibu Fatma hanya mengangguk tanpa mengalihkan pandangannya dari "mas Al"
"Iya Van"
"belum tidur"
"mau nya, masih temani ibu nonton"
__ADS_1
"nonton apa sampai semalam ini sayang"
"nonton "mas Al"
"maksudnya apa nih*" dari nada bicaranya Arvan salah paham dengan sebutan "Al"
"itu Lo sinetron di Televisi, yang lagi rame" jawab Sarah
"oh..."
"pasti nething ma istri sendiri"
"kamu yang bikin aku neting sayang"
"gimana sudah ketemu Rico?
"sudah, itu dia lagi otak - atik laptop"
"ada masalah apa sih? sampai kamu harus turun tangan?
"ini ada salah satu website kita yang ada masalah, dan beberapa lainnya"
"bakal capek dong"
"iya sayang, kayaknya aku enggak bisa kesana, aku tidur di kantor saja"
"iya, enggak apa, besok aku bawakan baju dan sarapan"
"tapi ...."
"tapi apa?"
"matikan ace nya dong"
"mau selimut hidup"
"Rico?
"waduh, sayang kamu tega sama aku, masak iya aku sama Rico, kamu rela?"
"hahahaha, habisnya ada-ada saja pikirannya, kan lagi kerja"
"ya sudah kamu istirahat, jangan kemalaman, ingat besok bawakan aku makanan dan baju"
"siap bos ku"
"ada lagi"
"apa itu?"
"sayang juga bawa baju ganti"
"buat apa"
"aku enggak mau nanti baju istri ku kusut kalau keluar dari kantor ku"
"dasar mesum" keluh Sarah "selamat kerja honey, minum yang banyak jangan lupa siapkan cemilan"
__ADS_1
"siap sayang, love you"
"love you too"
Tut
Sarah mematikan ponselnya dan akan kembali kedalam.
"Ya Tuhan" Sarah kaget karena mendapati Alvin yang sudah berdiri di depan pintu dan menghalangi Sarah masuk " bikin kaget saja Al, kamu belum tidur?" Alvin hanya menggeleng dan memandang Sarah tajam.
"Kamu kenapa?" tanya sarah, "kamu masih pusing? " Sarah memegang kening Alvin.
"Temani saya sebentar Bu." Alvin meraih tangan Sarah yang ada di keningnya dan menarik Duduk di kursi.
"Di dalam saja ya, nanti ada orang lihat enggak enak" jawab Sarah yang berjalan menuju pintu.
" Ada ibu fatma kalau di dalam"
"Memang nya mau bicara apa?"
"Tentang kita"
"Al, please tidak pernah ada yang namanya kita"
"Itu buat ibu, tapi tidak buat aku Bu Sarah" Alvin mencoba memaksa
"Lalu apa mau kamu"
"Aku mau Bu Sarah jadi kekasih ku"
"Kamu gila?" suara Sarah pelan tapi di tekan agar tidak terdengar oleh ibu Fatma.
"Aku tidak peduli Bu, walau ibu sudah menikah tapi aku rela jadi yang kedua." ucapnya pelan tapi sangat jelas, Alvin seolah membuang harga dirinya.
"Seperti nya pembicaraan kita sudah sampai disini saja Al" Sarah mendorong tubuh Alvin hingga mundur dari posisi semula, tapi sebelum Sarah melewatinya Alvin meraih pinggang nya, dan memeluknya dari belakang.
"Aku rela jadi kekasih gelap Bu Sarah, asal aku bisa dekat denganmu." Alvin mencium pundak Sarah yang memiliki bau yang khas.
"Mbak" suara ibu fatma yang memanggil Sarah, dan Alvin langsung melepaskan pelukannya.
"Iya Bu, Sarah disini" lalu Sarah berjalan kearah ibunya tanpa menoleh kebelakang lagi. "Arvan enggak bisa pulang Bu, ada beberapa masalah dikantornya" jelas Sarah tentang Arvan yang sibuk.
"Oalah, kasihan nak Arvan"kata ibu Fatma menghela napas "ya sudah kamu tidur saja, ini sudah selesai juga sinetron nya" ujar ibu lalu bangkit dari duduknya "nak Alvin tadi di mana" tanya Bu Fatma karena tidak melihat Alvin di sofa.
"Diluar kayaknya Bu"
"Ya sudah, biarkan saja, mungkin dia bosan, ibu tidur dulu ya kamu juga harus tidur."
"Iya Bu." Sarah pun beranjak ke kamar nya dan menguncinya
.
.
.
Please Alvin sama aku saja, kalau ibu Sarah enggak mau. hehehehe
__ADS_1
Happy reading kesayanganku 😘