
ya dicoba saja dulu pendekatan, siapa tau berhasil"
"ya sudah bu, sarah ke kamar, capek" sarah pun meninggalkan ibunya dan membaringkan tubuh di ranjang nya.
****
kesibukan sarah dan arvan membuat lupa segalanya, lupa janji arvan untuk pergi bersama di akhir pekan, lupa kencan dan lainnya.
"bu sarah kok ngelamun aja?" alvin yang muncul saat sarah lelah mengerjakan semua pekerjaannya
"kamu al, bikin saya kaget saja, ngapain kamu kekantor guru?"
"nyari bu sarah, karena seharian saya gak lihat ibu lewat koridor"
"saya tidak ada kelas hari ini, pekerjaan saya numpuk"
"jalan-jalan bu, biar gak bosen"
"saya gak bosen al, cuma capek"
"mau saya pijit?"
"alvin, aneh-aneh saja kamu, sana masuk kelas, dan bel tuh"
"oya satu lagi"
"heemm, apa??
"bu sarah gak bawa motor kan"
"tidak al, saya malas naik nyetir sendiri"
"saya setirin ya bu"
"maksudnya?
"ibu bareng saya pulang, kan lumayan hemat biaya"
"nanti pacar kamu cemburu"
"ya gak lah bu, saya belum punya pacar, yang ada nanti om-om ganteng itu yang cemburu"
"om-om ganteng siapa?"
"yang tempo hari jemput ibu, siapa itu...eeemmm daddy-nya nisa"
"kamu bisa aja al, dah sana masuk kelas"
"gimana tawaran saya tadi bu?"
"nanti saya bareng bu siska"
"kalau bareng bu siska berarti mau jalan dong, alvin ikut ya bu"
"alvin... cepat sana masuk"
"bu sarah nggak asik" alvin pun berlalu sarah cuma bisa geleng-geleng kepala melihatnya.
"kenapa tuh bocah?"
"bu siska bikin kaget aja!! siapa??Alvin?" siska mengangguk, "nggak tau tuh anak, kenapa man seja bener ya?"
"naksir kamu kali"
"bisa aja, dia masih bocah siska"
"dia bocah tapi bukan bocah biasa"
__ADS_1
"maksudnya??
"dia lebih tua di banding temannya, hahahha"
"ngaco ah"
"denger ya sar, dia tuh usianya sudah 23 tahun, dan seharusnya dia sudah kuliah semester enam" wajar dia suka sama cewek"
"kan anak SMA juga banyak yang sudah pacaran, dan dia nggak menutup kemungkinan sama aja kan"
"tapi menurutku dia tuh tipenya yang lebih dewasa deh"
"sudah ah, kok malah ngegosipin murid sendiri, kerja sana" sarah mengusir siska karena terganggu
"iya iya, tapi nanti jadi kan anterin aku cari baju"
"siap"
******
jam tiga sore sarah dan siska meninggalkan sekolah, mereka menuju salah satu mall ternama di kota itu. rencana siska mau beli baju buat acara keluarga.
mereka keliling hingga kaki pegal, dan siska belum mendapatkan apa yang di mau.
"mau baju model kayak apa sih sis, capek tau!
keluh sarah yang sudah gak sabar dengan temannya itu.
"bentar lagi lah sar, belum ada yang pas di hati tau"
"ya udah, kita makan dulu deh, dah lapar aku"
"oke"
"duduk ujung yuk, biar kelihatan semua"ajah siska
"sar, itu bukanya arvan?
"salah lihat kali" ucap sarah tanpa memperhatikan seseorang yang di tunjuk siska
"beneran sarah, lihat deh" siska tidak berhenti melihat sosok itu dan sarah tetap sibuk dengan menunya
"ih sarah" akhirnya siska menarik sarah dan memberi tahu
"bener kan aku bilang, kamu sih gak percaya, dan siapa tuh cewek, manja bener sama laki mu"
"dia bukan laki ku, cuma mantan"
"mantan yang balikan"
"kami belum resmi balikan siska"
"udah cip***n masih belum ngaku balikan"
"apa artinya itu, kalo belum ada penjelasan"
"maksudnya gimana sih?gak ngerti aku"
"udah lah gak usah di bahas, aku lapar" sarah berusaha menutupi rasa sakit di hatinya, dengan mengalihkannya pada makanan.
"gak mau nyamperin?"
"hah, apa?
"kamu gak mau nyamperin mereka"
"buat apa? emang lapar ku bisa hilang?" sarah memanggil pelayan untuk memesan makanannya. siska tahu sebenarnya sarah terluka, tapi bagaimana lagi.
__ADS_1
"ayo ikut aku" tiba-tiba siska menarik lengan sarah, karena tanpa persiapan sarah pun ikut langkah siska
tepat di depan arvan
"sarah" arvan terkejut melihat wanita yang di sayangi nya datang di waktu yang tidak tepat
"kenapa??terkejut?senang atau tidak senang?" celoteh siska pada arvan
"ah maaf, mungkin saya salah orang" sarah membalikkan badan karena tidak sanggup melihatnya, pria yang dirindukan beberapa minggu terakhir yang hanya bertukar pesan, ternyata dia bersama wanita lain, sungguh menyedihkan bukan
"sarah tunggu" arvan menahan tangan sarah, sarah berhenti tapi tidak berbalik
"aku bisa jelasin ini"
"van sudah pesan makanan belum" tiba-tiba andin datang
"kamu lagi? van kan sudah aku kasih tau kamu jangan lagi berhubungan dengan perempuan ini, bisanya kamu... tangan arvan dan sarah lepas
"alvin" ya dia alvin yang melepaskan genggaman tangan arvan
"kan sudah aku bilang tunggu aku, kenapa duluan sih" alvin menarik tangan sarah menjauh dari arvan, dan sarah hanya menurut siska bingung harus bagaimana
"kenapa alvin muncul sih, kan jadi bingung aku" batik siska.
mau tidak mau siska mengejar sarah dan alvin.
"lihat, diapun tidak sendiri, jadi apa yang kamu harapkan dari perempuan itu"
"kak, aku di sini karena kakak dan kamu livi, kita gak ada hubungan apa-apa jadi jangan ikut campur dengan semua masalah ku" dan arvan pergi entah kemana
"alvin lepas" setelah menjauh dari arvan sarah melepas tangannya
"al, apa ini maksudnya?"
"aku hanya membantu bu sarah"
"tapi aku gak butuh bantuan"
"aku tau kamu butuh bantuan"
"kamu??apa aku gak salah?kamu??"
"kita tidak sedang disekolah, jadi lupakan guru dan murid" karena kesal dan semakin kesal sarah pergi meninggalkan alvin
"ayo lah bu sarah, maafkan kalo saya salah" alvin berjalan dengan cepat agar sejajar dengan sarah.
" kita perlu bicara" tiba-tiba arvan sudah ada di depannya. alvin maju didepan sarah menutupi arvan yang ingin bicara.
"minggir al, kita dengar apa yang dia mau"
"kita bicara berdua"
"disini saja van" siska mendorong sarah hingga jatuh di pelukan arvan
"bawa saja dia, gak perlu kelamaan" arvan mendapat lampu hijau dari teman kekasihnya langsung membawanya keluar dari mall
"bu sarah" alvin mengejar sarah, tapi siska menahannya.
"itu urusan orang dewasa, sebaiknya kamu pulang saja" alvin sangat kesal dengan siska, tapi mau tidak mau dia mengalah dan pergi.
.
.
.
bersambung
__ADS_1
"