
Brukkk...
Tiba-tiba Berta sudah berada di pelukan Alvin.
"Berta?" Alvin kaget dengan kehadiran Berta teman SMA nya.
"Al, kemarin-kemarin aku ngalah Al sama pacar-pacar mu yang sering datang kesini bersamamu, tapi sekarang aku tidak terima jika kamu harus menikah dengan Bu Sarah" ucap Berta yang memeluk Alvin erat dengan menangis. Namun Avin tidak membalasnya.
"Kamu ngomong apa sih Ber?" kesal Alvin sambil berusaha melepaskan diri dari pelukan wanita itu.
"Kamu tau aku menyukaimu Al, tapi kenapa pilihanmu tidak pernah berpihak padaku." kini suara Berta mulai bergetar, ya menangis Berta kini menangis di dalam pelukan Alvin. karena malu dilihat ara pengunjung yang ramai akhirnya Alvin membawa masuk ke kantor nya Hendra lalu membiarkannya menangis sepuasnya. Setelah puas menangis Alvin menyuruh Berta duduk di sofa panjang yang ada di kantor itu.
Setelah merasa berta sudah tenang makan Alvin memulai percakapan yang entah akan dimulainya dari mana.
"Sebenarnya Apa yang membawa mu kemari Berta?" tanya Alvin pelan sambil memberikan tisu pada gadis kulit hitam manis itu.
Dengan ragu Berta berusaha menjawab "aku tau dari Nisa jika kamu akan menikah dengan Bu Sarah." Berta tertunduk lesu. "Aku tidak ingin kamu merusak rumah tangga orang Al, dia Bu Sarah guru kita walau kamu sekolah hanya sebentar saja" imbuhnya.
"Entah apa yang kamu dengar dari Nisa, atau bagaimana cara kamu memahami perkataan Nisa , tapi peduli mu dengan hidupku." Alvin mulai terbakar emosi karena merasa tersudut dengan berita dia akan menikahi gurunya yang sudah bersuami. Dia bukan pembinor tapi merasa tertuduh dengan kalimat Berta barusan.
__ADS_1
"Kita teman Al, dan kamu tau aku menyukaimu sejak saat itu, apakah kamu tidak mau memperhitungkan ku di banding dengan Bu Sarah yang telah bersuami?"
"Kamu gila."
"Iya Al, aku akan lebih gila jika kamu benar-benar menjadi pembinor dan itu adalah Daddy nya Nisa." kini Berta mulai menaikan suara.
"Kurasa kamu hanya mengetahui sedikit tentang sepenggal kisah Bu Sarah dan keluarga nya sehingga kamu menuduhku dengan hal seperti itu."
"Al... Aku bisa menjadi penggantinya Bu sarah." Kini Berta mendesak.
"Dinda saja di tolak apa lagi kamu bocah." Tiba-tiba Bara masuk kantor untuk menengahi perseteruan itu.
"Pergilah Berta, sebelum kekesalanku semakin memuncak." usir Alvin saat Bara sudah di dalam.
"Aku akan datang lagi" Berta berlalu dengan menghentakkan kakinya karena kesal.
"Kenapa tu bocah?"
"Tau ah lap dan lu jangan bawa-bawa Dinda di depan gue."
__ADS_1
"Iya, sorry. BTW Jadi balik ke Jogja hari ini?"
"Jadi, kak Reno sudah nungguin."
"Masalah Bu Sarah?" Alvin mengangguk. Sebenarnya keluarga Alvin sudah tau banyak tentang Sarah (episode 20an), tapi kali ini beda cerita jika dulu Sarah masih singel tapi sekarang dia sudah bersuami dan memiliki anak mungkin akan lebih berat tantangan untuk Alvin membawa Sarah ke kerajaan Agustama.
"Ya udah aku hubungi Hendra dulu, biar dia standby di kafe." ujar Bara.
Perjalanan yang panjang untuk bahagia semoga Alvin bisa mewujudkan kebahagiaan yang dia inginkan.
Sejak Sarah menikah dia banyak dekat dengan wanita, tapi dia belum bisa benar-benar jatuh cinta.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1
Happy reading