Cinta Lama Belum Kelar

Cinta Lama Belum Kelar
epi 78


__ADS_3

" Honey sepertinya bukan aku yang harus diperiksa tapi kamu." Ucap Sarah pada suaminya.


"Kenapa aku?aku baik-baik saja." Jawabnya.


"Dokter Devan tolong buatkan jadwal untuk Arvan periksa, kok saya jadi khawatir." Ujar Sarah pada dokter Devan.


"Dengerin istrimu tu..." cibir Devan mengejek. Karena dia tau jika Arvan lebih sering menuruti kemauan Sarah daripada sebaliknya.


"Iya, tapi nanti ke klinik, harus!"


"Siap bos ku."


.


.


Sore ini di klinik dokter Intani Sarah di periksa seperti biasa.


"Waaahh...lo hebat bener Van."Dokter Intani berkomentar.


"Gue...." Jawabnya dengan membusungkan dada.


"Selamat, calon anak Lo udah berusia lima belas Minggu."


"Terus gue ngidamnya ini gimana? Ini lebih parah di banding hamilnya Arsa." Keluhnya.


"Gue kasih obat mual ya."


"Oke."


"Ya udah gue balik dulu, bulan depan periksa lagi istri gue." Ucapan Arvan yang ambigu membuat Sarah dan Intani saling pandang. Sedangkan Arvan hanya tersenyum melihat ada dua wanita saling berpandangan.


"Sayang ayo." Arvan memberi kode pada Sarah untuk segera menyusul nya dengan lambaian tangan.

__ADS_1


"Terimakasih Dokter Intani Saya pamit dulu." Pamit Sarah pada dokter cantik itu. Namun saat Sarah melangkah menyusul Arvan tiba-tiba...


BRUUGGG


"Arvaaaannn...." Pekik Sarah dengan berlari mendekati tubuh suaminya yang terkulai lemas dilantai. Begitu pula dokter Intani juga berlari mengikuti Sarah sambil meminta asistennya untuk memanggil dokter IGD.


.


.


"Istirahat lah Sar, jangan terlalu panik kasihan janinmu jika kamu seperti itu." Pinta dokter Intani saat melihat Sarah gelisah di depan ICU. Tapi Sarah tidak mendengar ucapan Intani, dia hanya mondar-mandir di depan pintu.


"Bagaimana dok suami saya." Tanya Sarah pada salah satu dokter yang menangani Arvan. termasuk dokter Devan di sana.


"Sementara alat-alat Akan membantu nya, kamu jangan panik." ujar Devan menenangkan sarah. "saya akan menghubungi Rico agar menjaganya disini." Ucap Devan saat dokter yang lain pergi , Kemudian pun dia berlalu.


"Mommy..." Suara Arsa mengagetkan Sarah. Dia membalikan badan dan dia berlari mendekati mommynya.


"Sayang," Sambut Sarah pada anak nya, yang sebentar lagi akan memiliki adik. "Kamu sama siapa nak?" tanya Sarah.


"Alvin?" tidak lama kemudian Alvin muncul bersama dengan Bara.


"Malam Bu Sarah."Sapa Alvin.


"Emm malam Al, kenapa Arsa bisa sama kamu Al?"


"Tadi Arsa menghubungi saya Bu, katanya mommynya ke klinik, tapi saya tidak tau kalo berakhir disini." Jelas Alvin. Sarah masih belum paham dengan penjelasan Alvin, saat dia akan bertanya lebih lanjut keburu Alvin yang memotong kalimatnya. "Pak Arvan gimana Bu?"


"Di ICU, belum tau bagaimana sekarang, sepertinya masih sama belum sadarkan diri." Ucapnya sedih.


"Mommy ada Arsa disini." ujar anak kecil itu dengan memegang kelingking mommynya. Sarah hanya tersenyum sedih lalu memeluk anaknya.


"Jika ibu butuh sesuatu saya akan siapkan." Kini Alvin mencoba untuk mendekat lebih intens.

__ADS_1


"Lebih baik kalian pulang Al, bara! biar saya disini, nanti Rico akan menemani saya."


"Saya akan disini Bu Sarah, biar Arsa tidak bosan, iya kan kak." jawab Alvin seraya bertanya kepada lelaki kecil itu.


"Tentu Om, akan membosankan jika hanya ada Arsa dan mommy saja. " mendengar jawaban arsa, sarahpun tidak bisa berbuat banyak selain mengijinkan pemuja rahasianya berada di sini.


.


.


Kini waktu sudah menunjukan pukul sebelas malam, Arsa sudah mengantuk sedangkan Sarah sendiri sangat letih. bukan letih karena menunggu suaminya, tapi dia kini dalam keadaan hamil, dan saran dokter Intani Sarah tidak boleh terlalu lelah.


"Bu Sarah sebaiknya istirahat di ruangan itu." tunjuk Alvin.


"Kenapa di sana Al?itu kan kamar pasien VVIP."


"Ibu lelah, sebaiknya istirahat saja dengan Arsa jika ada perkembangan saya akan bangunkan ibu."


"Apa tidak merepotkan Al?" tanya Sarah ragu. sedangkan Alvin hanya menggeleng dan tersenyum.


"Dan ini," Alvin memberi beberapa tas kertas juga kantong plastik.


"Silahkan ibu mandi dan beristirahat, juga ganti pakaian sambil menunggu Rico datang." jelas Alvin agar Sarah tidak menolak. dengan berat hati Sarah pun menerima bingkisan itu dan masuk ke kamar yang di tunjuk Alvin.


Sedangkan Rico, entahlah kenapa hingga larut malam belum juga muncul.


.


.


Bersambung


Happy reading jangan lupa tinggalin jejak ya🥰

__ADS_1


"Dari mana


__ADS_2