
"Lo gila Al?" Ucap Bara kesal. Karena tiba-tiba Alvin merusak rencana mereka untuk bertemu dengan klien penting. "Emang ada hal yang lebih penting dari ini?"
Namun Alvin tidak menjawab, dia hanya tersenyum dan menggeleng, jika mengingat hal gila yang dia lakukan sekarang. "Serius Al, Lo mulai gila lagi." sambung Bara dengan memegang kepalanya dengan dua tangan. karena menang Alvin sudah berhenti bersikap aneh saat Sarah sudah tidak lagi di Surabaya, sekarang mereka sudah berada dalam satu kota maka kegilaan Alvin kambuh lagi.
"Gue enggak gila, gue lagi berjuang."
"Berjuang pala lo.nggak bisa besok?"
"Gue udah di tunggu."
"Lo ... Lo.. ." Bara tidak sanggup melanjutkan kalimatnya karena sangat kesal. "Gila , Gila ,Gila." umpatnya.
"Kalo bisa gue besok pagi-pagi balik, kalo enggak Lo handle semuanya." ucap Bara dan langsung keluar dari kamar hotel menuju mobilnya .
drrrttt drrtt
"Al...?"
"Iya ...?"
"Honey...kok belum sampai? masih lama?" keluh Sarah setengah merajuk.
"Tunggu ya??
"Kenapa ponsel Alvin kamu bawa sih? emang enggak di pake sama Alvin?" tanya Sarah.
"Iya tidak di pake."
"Honey, kamu punya ponsel sendiri, kenapa pake punya orang?"
"Iya iya, nanti aku pake yang di rumah." jawab Alvin lama-lama kesal juga membahas masalah ponsel. Tapi tetap saja dia jawab, biasanya kalau dia kesal akan di lempar entah kemana itu ponsel yang ia bawa, tapi dengan Sarah kesabaran nya akan benar-benar di uji.
__ADS_1
"Sekarang sayang tidur dulu, nanti kalau aku sampe aku bangunin ya?" jawab Alvin lembut dengan tersenyum.."sayang...hahaha, gue bisa panggil Bu Sarah sayang." batinnya.
"Iya... ya sudah, hati-hati."
.
.
Tap tap tap
Suara Sarah sedikit berlari saat dia mendengar bel.
"Sarah kamu kenapa nak?"
"Arvan pulang mam..." lalu Sarah mendahului mami Sinta membukakan pintu.
"Van...." ucap Sarah saat melihat Alvin berdiri di depan pintu sambil tersenyum, Lalu Sarah memeluknya.
"Belum..." sedangkan mami Sinta hanya terbelalak menyaksikan adegan di depannya.
"Ya sudah, ayo aku antar ke kamar," jawab Alvin.
"Kok diantar, memang kamu enggak capek?nggak mau istirahat?" tanya Sarah heran, karena itu memang hanya Alvin bukan Arvan.
"Mau bicara sama mami sebentar." ucap Alvin karena tatap mata mami Sinta yang berdiri di sana menuntut jawaban atas sikap Alvin pada Sarah dan juga sebaliknya. Lalu Sarah menatap mertuanya yang masih mematung di tempatnya tadi.
"Oh... oke." Sarah menggandeng tangan Alvin seperti dia memperlakukan Arvan saat dia masih hidup. mereka pun menuju kamar utama. kamar Sarah dan Arvan.
" Sekarang kamu suka pake switer dari pada kemeja kayak biasanya " tanya Sarah pada Alvin.
"Masih sama, hanya kebetulan saja ini." mereka pun masuk kamar, Alvin menemani Sarah berbaring di sampingannya. menunggu Sarah tidur dan Alvin keluar dari kamar mereka membawa sekaligus barang-barangnya.
__ADS_1
.
.
"Maaf Bu Sinta , Bu Fatma, bukan saya memanfaatkan keadaan tapi...." Alvin menceritakan bagaimana kronologi nya sehingga dia bisa sampai disini di tengah malam . di mulai dari Sarah yang menghubungi Rico mencari keberadaan Arvan dan Rico menghubungi nya dan seterusnya.
Kedua wanita separuh baya hanya menghala napas panjang, bukannya mereka tidak senang dengan bantuan Alvin, tapi mereka merasa kasihan pada anak dan menantu mereka, bagaimana bisa musibah terjadi berturut-turut pada nya.
"Terimakasih banyak nak Alvin tapi sebaiknya nak Alvin tidak mengikuti semua kemauan Sarah, nanti dia akan semakin manja." ucap Bu Fatma karena merasa tidak enak dengan besannya.
"Tidak apa jeng, biarkan nak Alvin membantu kita, sampai Sarah benar-benar pulih." jawab mami Sinta jumawa.
"Tapi jeng .." Bu Fatma bingung mau melanjutkan kalimatnya.
"nak Alvin tidak keberatan kan?" tanya Bu Sinta .
"Tidak apa-apa Bu, dengan senang hati." mendengar jawaban Alvin Bu Sinta pun tidak lagi bingung mencari Arvan kW dimana. "Saya usahakan akan selalu ada jika Bu Sarah membutuhkan saya." sambung Alvin.
"Maaf merepotkan kamu nak Alvin." Ucap mami Sinta kembali.
" tidak apa Bu, saya senang membantu, dan saya akan jaga sikap saya pada Bu Sarah agar tidak melewati batas." jelas Alvin.
"Terimakasih sekali lagi, sebaiknya nak Alvin tidur di ruang kerja Arvan, agar dia tidak curiga atau banyak tanya."
"Baik Bu, terimanya." alvin di antar oleh asisten rumah tangga ke ruang kerja Arvan.
.
.
BERSAMBUNG.
__ADS_1
Happy reading jangan lupa tinggalin jejak ya🥰