
"Minum mi, minum." Nisa Segera memberikan minuman dingin pada maminya yang hatinya berdebar-debar. Bagaimana tidak jika perusahaan yang dia pimpin di Surabaya terdapat saham seseorang yang dia benci.
Dia berfikir keras bagaimana menghadapi Alvin dan juga kebencian nya .
"Kamu suka sama Alvin Nis?"
"Mami?" Nisa mengerut kan dahi dengan pertanyaan maminya yang semakin tidak jelas.
"Mami tanya kamu suka sama Alvin?"
"Ya enggak lah ma, gila aja." Nisa menjawab dengan kesal dan membuang muka. Lalu diapun teringat kejadian dulu waktu masih di sekolah menengah dia berusaha untuk dekat pun sudah di tolak mentah-mentah. Hanya Berta yang masih bertahan untk menyukai Alvin hingga beberapa bulan yang lalu.
"Oya bagaimana kabar Berta sekarang ya." batin Nisa.
"Kamu kenapa?"
"Enggak."
"Mami punya rencana."
"Apa lagi?"
"Gimana kalau Alvin mami jodohin ma kamu, Kamu mau enggak?"
"Mami.." ucapan Andin semakin membuat Nisa kesal dan keluar dari restoran itu.
"Nisa tunggu." teriak Andin namun tidak di hiraukan. dengan kesal Andin pun keluar dari sana.
.
.
"Om Arsa laper," keluh bocah ganteng itu pada Alvin yang bergelayut manja di lehernya.
"Jagoan nya om mau makan apa?"
"Belgel." suaranya di manja-manjain agar keinginannya di penuhi oleh sang Om.
"Emang boleh sama mommy makan itu?"
"Boleh dong, Arsa sering makan sama Daddy dan mommy."
__ADS_1
"Ya udah ayok kita langsung kesana, om juga laper.." gaya Alvin dengan memegang perutnya mendramatisir.
"Let's go..." ucap Arsa dengan menaikan salah satu tangannya dengan semangat. Alvin mengiringinya dari belakang.
Setelah sampai di tempat Alvin mengajak Arsa memilih sendiri menu yang dia inginkan.
"Banyak banget kak pesanan nya?" tanya Alvin heran, karena mereka hanya berdua saja.
"Yang ini sama ini di bungkus om, buat mommy." Jawabnya. Nih mommy suka ini dan Daddy suka ini sama kayak Arsa." jelasnya lagi.
"Anak hebat, nanti kalau punya adek pasti lebih hebat, iya kan?"
"Tentu dong, Arsa akan jaga adek." Ucapnya sambil berdiri dan membusungkan dadanya. Alvin tersenyum gemas melihat bocah berusia lima tahun itu.
"Arsa kalau nanti Daddy tidak bangun Arsa sedih enggak?" Alvin perlahan menanyakan hal tersebut mungkin saja jika dia tau maka ada persiapan untuk kekuatan batinnya. Arsa yang di tanya berusaha menjawab seolah berfikir keras jawaban apa yang tepat untuk Om kesayangannya itu.
"Sedih om," Jawab Arsa dengan menundukkan kepalanya.
"Kan ada om!"
"Tapi Om tidak setiap hari sama Arsa, Kalau Om jauh hanya tinggal mommy saja ." jawaban polos Arsa.
"Ih ini ganteng-ganteng makanya belepotan." ucap Alvin kembali lalu memberikan saos yang ada di sekitar mulut Arsa. "Arsa suka pedes?" Arsa hanya menggeleng lalu menakutkan makanya dengan lahap karena tenaganya terkuras bermain hampir setengah hari sendiri. "Pelan pelan makannya."
"Uhuk - uhuk."Arsa terbatuk karena terlalu terburu-buru.
"Ayo minum dulu." Alvin menyodorkan es Milo kesukaannya Arsa. es tersebut langsung diminum dan tandas.
"Aahhh ...., Arsa kenyang om." Ujarnya.
"Nih belum habis, ayo habiskan sedikit lagi "
"Sudah penuh om perut Arsa." jawabnya sambil mengusap perut nya yang penuh.
"Jadi om yang habiskan?"
"Om mau habiskan?"
"Boleh?"
"Om kayak Daddy kalau Arsa kenyang Daddy yang makan punya Ar...sa." lagi-lagi Arsa menunduk." Om ayo kerumah sakit. Arsa rindu Daddy."
__ADS_1
"Ayo." dan kini mereka bersiap pulang. Mereka berjalan keluar gerai fried chicken tadi.
BRUGG
"Nisa." Ujar Alvin saat tau siapa gadis yang jatuh di pelukannya.
"Sorry Al, gue enggak sengaja."
"Kak Nisa?"
"Arsa ketemu kakak lagi sekarang mau kemana lagi sama om Alvin?"
"Mau pulang."
"Yuk kakak ikut." Ujar Nisa sambil menggandeng tangan adik sepupu nya itu. tapi Arsa berhenti tidak mengikuti langkah Nisa.
"Kak Nisa ngapain ikut?"
"Kakak pengen ketemu sama mommy kamu."
"Ayo..." Ajak Nisa lagi. kini Arsa menurut dan mengikuti langkah dua orang dewasa disampingnya.
Setelah ada berada di parkiran arsa menuju mobil Alvin.
"Kak Nisa bawa mobil sendiri kan?"Tanya Arsa sambil melepas tangan Nisa.
"Kak Nisa boleh ikut mobil om Alvin ya sayang?" Rayu Nisa .
"Tapi Om Alvin enggak suka orang sembarangan masuk mobilnya?" Nisa mengerutkan keningnya.
"Ayo Arsa , sudah ditunggu mommy." Kini Alvin yang menyuruh Arsa masuk ke dalam. "Kalo Lo mau ikut kita, Lo bisa duduk di belakang!" ujar Alvin dan dia masuk di kursi kemudi .
.
.
.
BERSAMBUNG.
Happy reading jangan lupa tinggalin jejak ya🥰
__ADS_1