Cinta Lama Belum Kelar

Cinta Lama Belum Kelar
epi 37


__ADS_3

"jadi kita mau kemana" tanya Sarah mengikuti langkah Arvan


"terserah kamu sayang mau kemana"


"kan kamu Van yang lapar!"


"mau ke pantai?" mendengar pantai Sarah ingat dia semalaman dipantai bersama Alvin, dan kini dia jalan dengan Arvan. Sarah di buat bingung oleh kedua pria beda usia ini.


"kok malah bengong sayang" Sarah terkejut "mikirin apa sih, aku sudah ada disini" Arvan mengecup punggung tangan Sarah.


"gak ada Van, ayo jalan, makan di mana aja jangan jauh-jauh" jawab Sarah tidak bersemangat


"gak ada yang salah kan Sarah" tanya Arvan memastikan


"gak ada, maaf ya bikin gak nyaman" Arvan maklum dengan sikap Sarah karena dia yang sering membuat Sarah kecewa.


"ya uda kita jalan, aku punya tempat bagus buat kamu" ucap Arvan langsung tancap gas


*****


di tempat lain, tepatnya di kafe A SIX milik Hendra dan kawan-kawan. Alvin terlihat gelisah dan tak fokus pada diskusi mereka. ingin rasanya dia berlari mengejar Sarah dan Arvan , dia tidak rela jika pujaan hatinya bersama dengan pria lain.


"Al, dari tadi gelisah amat, mikirin apa sih"


"enggak, nggak kenapa-kenapa" jawab Alvin sekenanya namun jawabannya berbanding terbalik dengan jawabannya.


"mikirin kakak aku" tebak Hendra membuat Alvin mati kutu "dengar ya Al, bukanya aku nggak suka sama sama kamu, tapi ada yang lebih pantas buat mbak Sarah"


"apa aku kurang pantas?"


"usia kita sama Al, jadi pemikiran kita juga pasti tidak jauh berbeda"


"kita beda hen, aku sangat serius dengan Bu Sarah"


"tapi caramu salah kawan"


"ah percuma hen ngomong sama kamu, karena sudah jelas kamu tidak mendukung ku"Alvin meninggalkan Hendra yang masih duduk di office mereka dan menuju mobilnya, dia ingin melihat Sarah, dia tidak rela jika dia bersama laki-laki. tapi apa yang bisa dia lakukan, dia bukan siapa-siapa. itu yang membuat Alvin semakin kesal.


Ting....


handphone Sarah berbunyi, Sarah memperhatikan panggilan dari siapa. setelah mengetahui pemilik panggilan Sarah merejek handphone nya.


"kok nggak di angkat?" Arvan bertanya dengan mengerutkan keningnya.

__ADS_1


"nggak apa, nggak penting"


Ting....


"angkat aja sayang, nanti penting" tanpa menjawab Arvan handphonenya di matikan.


"kok malah dimatikan?"


"nggak papa Al" UPS salah sebut


"Al ?" Al siapa?" bukannya menjawab Sarah malah melihat jalanan seolah dia tidak mendengar pertanyaan Sarah. kenapa bisa salah sebut sih Sarah, kan jadi salah paham. bodoh banget sih ni mulut pake keseleo segala" runtuk Sarah pada dirinya sendiri


" sayang kita sudah sampai" Arvan menyentuh pundak kekasihnya itu, namun yang empunya tidak bergerak. di lihat nya wajah Sarah ternyata tertidur.


"kok bisa ketiduran, apa kejauhan jalanan nya" Arvan berbicara pada dirinya sendiri.


karena tempat yang di tuju Arvan tidak jauh dari tempatnya menginap maka Sarahpun di bawa ketempat itu.


di tempat lain Alvin mengelilingi kota Jogja mencari keberadaan Sarah, namun tidak juga di temukan. dia sangat frustasi karena tidak bisa mengetahui dimana pujaan hatinya berada.


"Bu Sarah, please, aku mohon menjauh lah dari pria itu" Alvin monolog di dalam mobilnya.


sedangkan di dalam hotel, Arvan meletakkan tubuh Sarah dengan hati-hati di atas ranjang size king. tempat yang mewah pemandangan kota yang terlihat jelas dan apik jika di lihat dari kamar itu.


tidak berselang lama Arvan pun tenggelam dalam pekerjaannya. lupa ada Sarah yang sedang berada di ranjangnya.


Tepat pukul enam sore, Sarah baru membuka mata, di lihat dia berada di ruangan yang berbeda. dia mengamati di sekitarnya, matanya menangkap sosok yang berkali-kali mengecewakan nya namun juga dia merindukannya. setelah merasa nyawanya genap Sarah turun dari ranjangnya. mendekati Arvan.


"sibuk" Sarah melingkar kan lengannya di leher pria itu


"sudah bangun"


"emmm"


"mau makan"


"boleh"


"aku pesan layanan kamar atau kita keluar"


"layanan kamar saja, aku lapar banget" bagaimana tidak lapar, Sarah belum makan sama sekali dari pagi"


"iya sayang, tunggu sebentar ya" cup Arvan melayangkan kecupan di kening Sarah lalu menghubungi layanan kamar.

__ADS_1


"capek banget yang, tidurnya nyenyak sekali"


"iya ya, aku lama banget tidur nya"


"kamu semalaman ngapain. aja, sampai segitu ngantuknya"


"nggak ngapa-ngapain, cuma ikut acaranya Hendra di kafe aja kok" tapi emang pulangnya malam banget, jadi kurang tidurnya"


"ya udah sambil nunggu pesanan datang, sana mandi dulu"


"aku nggak ada baju ganti"


"udah aku pesankan tadi, coba lihat di lemari cukup apa tidak" Sarah tersenyum dan melangkah kearah yang di maksud


"cukup"


"bagus lah"


"aku mandi dulu ya"


"hemmmm"


Sarah menikmati guyuran air yang mengalir membasahi tubuhnya. dengan bersenandung kecil.


tok tok tok


"sayang pesanan nya sudah datang, cepat sedikit mandinya, nanti keburu dingin"


"iya, bentar lagi" Sarah mengambil Bathrobe dan mengenakannya berjalan menuju Arvan


"kamu menggoda ku" sambil memandang seluruh tubuh Sarah


"maksudnya" Sarah pun mengikuti arah mata Arvan


"jangan mesum DECH Van" Sarah mendekat dan mengambil makannya, belum sampai Sarah menyentuhnya terlebih dulu Arvan menariknya. dan ******* bibir tipis Sarah"


.


.


.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2