Cinta Lama Belum Kelar

Cinta Lama Belum Kelar
epi 95


__ADS_3

"Kenapa enggak telepon gue si Al?" gerutu Devan saat melihat Sarah sudah kesakitan di atas bed.


"Sorry dok, gue lupa." jawab Alvin sambil tetap mendorong bed rumah sakit masuk kedalam.


"Langsung keruang operasi sus." perintah Devan sambil menghubungi Intani.


Tuut ttuut


"Langsung ke ruang operasi, Sarah pecah ketuban!" perintah Devan, tanpa menunggu jawaban dia langsung mematikan ponselnya.


"Lo tunggu disini Al, gue siapin semua keperluan operasi." ujarnya buru-buru. "Oh ya, nanti Lo mau ikut kedalam atau enggak."


"Maksudnya?"


"Lo nemenin Sarah di operasi atau enggak?" jelas Devan kesal.


"Oh oke, gue nemenin." jawab Alvin dan Devan pun berlalu. setelah menjawab lalu dia menoleh ke arah Bu Fatma. "Boleh kan Bu?" tanya Alvin dengan wajah polosnya.


"Enggak boleh, kecuali Sarah yang minta." jawab Bu Fatma lalu duduk disalah satu kursi yang disediakan rumah sakit.

__ADS_1


.


.


Sebelum melakukan , Sarah diminta untuk mengganti pakaian dengan jubah khusus yang disediakan oleh rumah sakit. Setelah itu, Sarah diminta untuk berbaring dalam posisi telentang, kemudian dokter akan memasang kateter guna mengalirkan urine pasien ke kantong urine selama prosedur operasi.


Selanjutnya, dokter meminta Sarah membungkuk lebih dalam karena dokter akan menyuntikkan obat bius spinal . yang menyuntik bukan dokter kandungan ya, tapi dokter Anastesi.


Petugas medis akan menempatkan penghalang di atas perut pasien agar pasien tetap tenang dan tidak melihat tahapan operasi yang dijalankan oleh dokter.


"Al sebaiknya Lo masuk, dan Bu Fatma maaf karena ini operasi darurat, tolong dibantu dengan do'a agar semuanya lancar." ujar dokter Intani saat akan masuk ruang operasi.


Dokter Membuat sayatan dengan ukuran sekitar 10–20 cm di bawah pusar, lalu memotong lapisan-lapisan perut hingga mencapai rahim. Sarah melihat kegiatan apa yang dilakukan oleh dokter pada tubuhnya. dia melihat setiap inci sayatan. Sarah meneteskan air mata dan berdoa untuk keselamatannya.


"Jangan tegang ya, ini tidak akan lama." ucap petugas medis yang ada disitu.


"Aku ada disini." ujar Alvin sambil mengecup kening Sarah. Sarah hanya mengangguk.


"Kalau mual bilang ya Bu, jangan di tahan" ucap tenaga medis lagi saat melihat keadaan Sarah. lalu menyerahkan kain kepada Alvin, jika saja nanti Sarah muntah atau meludah atau yang lainnya . "Tolong ya pak nanti jika ibu muntah di bersihkan dengan itu." jelas tenaga medis yang membantu persalinan Sarah. Alvin hanya mengangguk dan mengambil kain tersebut.

__ADS_1


Dokter menanyakan hal-hal kecil saat melakukan operasi, seperti usia, anak ke berapa dan lainnya.


Setelah dirasa cukup, Dokter Mengeluarkan bayi melalui sayatan, memerlukan waktu sekitar 5–10 menit .


"Wah bayinya gemoy Bu, cantik seperti ibunya." ujar dokter Intani lalu Meletakkan bayi di dada sarah, yang bertujuan untuk menstimulasi bayi dalam mencari ****** ibu dan menyusu. Dokter Mengeluarkan plasenta dan memberikan suntik hormon oksitosin untuk merangsang kontraksi rahim sehingga perdarahan bisa segera berhenti


Menutup sayatan dengan jahitan.


"Selamat datang cantik." ucap Sarah kemudian menangis tersedu-sedu.


"Ditahan ya Bu tangisannya, dokter kesulitan menjahit perutnya." ucap salah satu paramedis. Alvin hanya mengelus pundak Sarah. Sarah kaget dengan sentuhan itu, lalu dia melihat siapa pemilik tangan itu.


"Alvin?" ucap Sarah dengan tatapan yang tak terbaca.


.


.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


Happy reading jangan lupa tinggalin jejak ya🥰


__ADS_2