
"Lama banget kamu." keluh Rico pada abdi.
"Iya pak, karena belum musim jadi saya muter-muter pasar nyarinya." jawab Abdi yang masih membawa nampan berisi irisan mangga muda beserta sambelnya, tidak lupa dengan jus jambu pesanannya.
"Ini apa?" tanya Rico menunjuk sambelnya yang berwana kecoklatan, dengan tatapan jijik..
"Sambel itu pak."
"Enak?"
"Enak pak, pedes."
"Gak sakit perut kalo dimakan."
"Kalau gak ada sambelnya mana sedep pak mangganya." Ujar Abdi dengan logat medoknya.
"Ya sudah, Ayo!"
"Kemana pak."
"Ruangan big bos." Abdi.
"Saya kira buat bapak?"
"Jangan ngaco kamu."
"Istri pak bos sedang Hamil ya pak?" tanya abdi dan itu membuat Rico menghentikan langkahnya.
"Maksud kamu apa?"
"Biasanya teh ada istri hamil yang ngidam suaminya." Jelas abdi pada Rico. dan Rico mengangguk mengerti lalu melanjutkan langkahnya.
Tok tok tok
"Ngapain aja sih Lo Ric?Lama bener." keluh Arvan pada asisten nya itu.
__ADS_1
"Maaf bos, ini belum musim mangga jadi susah nyarinya." Abdi menjawab pertanyaan Arvan pada Rico.
"Ya sudah letakan disitu kamu keluar." Perintah Arvan pada abdi. Setelah abdi keluar Arvan mendekati nampan yang berisi mangga muda plus sambel juga jus jamu.
"Hemmm...mantap ini." Gumamnya.
Srruuupppp
Arvan menyeruput jusnya dengan nikmat, dan matanya sambil merem melek.
"Seger banget jus ini bro." Ujarnya.
"Bini Lo hamil Van?" tanya Rico membuat Arvan tersedak seketika, dan menumpahkan sedikit jusnya di maje.
Uhuk uhuk uhuk.
"Sialan Lo, Hampir mati aku keselek jus jambu." Ujar Arvan terengah-engah. "Maksudmu apa?" Sambungnya.
"Ada yang bilang kalau laki kayak Lo ngidam berarti istrinya hamil."
"Serius Lo?"tanya Arvan dengan wajah berbinar.
Belum lima menit Arvan menyantap mangga muda dan sambel nya.
Tok tok tok
Arvan melepas pandangan nya dari piring nya melihat siapa yang datang.
"Sayang..."Arvan langsung berdiri dan memeluk istrinya.
"Wah mangga muda, mau dong." Wajah Sarah pun tak jauh beda dari Arvan. Rico yang ada di sana memutar bola matanya mengikuti porosnya (Halah...ðŸ¤), alamat aku hanya jadi cicak-cicak di dinding....(Jangan di lanjutin dechh...kebiasaan).
"Saya kembali ke ruangan bos." Pamit Rico tanpa di jawab oleh Arvan.
"Emm... makasih Ric." Ucap Sarah saat Rico sudah diambang pintu.
__ADS_1
"Istrinya aja peka, bos yang minta malah cuek aja, dasar bos durjana." gerutu Rico sambil berjalan ke ruangannya.
"Emm sayang jadi ngapain tadi minta aku kemari?" tanya Sarah namun tetap menikmati mangga mudanya. Arvan kembali memandang istri nya
"Aku merindukanmu." Jawabnya sambil tersenyum.
"Hah....Gitu doang?" Ujar Sarah kesal.
"Enggak boleh ya?" kini wajah Arvan lesu. " Ya sudah kalo gitu kita pulang saja."kini Sarah memicingkan matanya.
"Honey......." Dengan tidak menggubris suara istrinya Arvan mengambil jas nya dan merapikannya.
"Ayo..."Kini Arvan sudah berdiri dari sampingannya.
"Kita pulang?"tanya Sarah dan di jawab dengan anggukkan.
"Mangganya belum habis Van." ujar Sarah.
"jangan di makan nanti sakit perut."
"Kan kamu yang minta tadi."
"Maaf khilaf??"
"Hah?" wajah Sarah kena serangan ke begooan...
"Ayo...Arvan menarik tangan Sarah keluar dari kantor."
Tok tok tok
"Handel kerjaan ku, aku mau pulang dulu."wajah Arvan muncul di pintu tapi badannya tetap di luar. Tanpa menunggu jawaban Arvan keluar dan pergi bersama Sarah yang masih belum tau keinginan suaminya.
.
.
__ADS_1
Bersambung
Happy reading jangan lupa tinggalin jejak ya🥰