Cinta Lama Belum Kelar

Cinta Lama Belum Kelar
epi 51


__ADS_3

Sesampainya di rumah Sarah langsung mengganti pakaiannya dengan daster rumahan.


lalu menuju dapur untuk membuat minuman hangat dan sedikit cemilan, setelah semuanya siap di nampan di bawanya ke ruang keluarga. disana sudah ada Arvan dengan celana kolor rumahan dan kaos oblong tipisnya.


"Enak sekali punya istri" gumam Arvan.


"Terus kenapa nggak dari dulu nikahnya" tanya Sarah seolah meledeknya.


"Karena kamu susah sekali di yakinkan." jawabnya sambil menoel hidung Sarah.


"Aku atau kamu yang nggak yakin?" Sarah semakin kesal di buatnya.


"Iya maaf, aku yang plin-plan" jawab arvan sambil nyengir dan memeluk istrinya.


"Dasar cowok labil" bukannya di lepaskan malah semakin erat pelukannya.


"Adduuuh, sakit honey." keluh Sarah "lepasin nggak."


"Enggak akan aku lepasin, sebelum kamu mencabut kata-kata mu sayang."


"Kata-kata yang mana."


"Itu tadi?"


"Yang mana?? labil?


"Iya"


"Terus harus aku ganti apa? gitu saja baper, Huh."


"Ganti yang lebih baik dong."


"Contohnya?"


"Ya apalah yang bikin kata itu lebih bagus."


"Enggak mau ah, emang kamu labil kok." kali ini bukannya di lepas sekarang malah posisi Sarah sudah berada di bawah tub*h Arvan.


"Honey, lepasin!"


"Cabut dulu kata-katanya!"


"Enggak mau"

__ADS_1


"Kalau begitu beri aku sesuatu yang lezat."


"Itu kan sudah aku siapkan cemilan honey, ada minuman hangat juga"


"itu makanan biasa sayang, aku mau lebih dari itu."


"Van, berat" keluh Sarah namun kali ini Arvan sudah ******* bibirnya.


"Eemmhh"


"Bagaimana mau lanjut atau cabut kata-kata mu?" bukan menyerah tapi Sarah melet mengeluarkan lidahnya.


"Weekk" lagi-lagi bibirnya beraksi dan tangannya mulai bergerilya, membuat Sarah menggeliat kegelian.


"Honey, lepas"dengan bergerak-gerak Sarah berusaha melepaskan diri dari cengkeraman tangan suaminya. melihat wajah istrinya terlihat sangat lelah Arvan akhirnya melepaskannya.


"Baiklah aku lepaskan sekarang, tapi tidak nanti malam" cup, lalu Arvan mengangkat tubuhnya dari atas tub*h Sarah. kemudian duduk seperti sedia kala dan Sarah pun duduk manis di samping Arvan.


"Oya sayang, menurut mu siapa pemilik restoran bebek Jawa tadi?" tanya Arvan tiba-tiba.


"Entah, nggak tau tuh" jawab Sarah seolah tidak peduli, dia asik nonton TV dengan makan cemilan yang ada di atas meja. walau sebenarnya dia juga penasaran, apa mungkin Alvin yang pemilik restoran itu, karena tempo hari dia terlihat akrab dengan pelayan yang ada disana.


"Kamu tidak curiga sama sekali, kenapa dia menggratiskan makanan kita" tanya Arvan menatap istrinya mengharap sarah memiliki jawaban yang dia mau. tapi ternyata....


"Mungkin seseorang yang kita kenal Van, enggak usah di pedulikan lah" jawab Sarah santai karena dia memang tidak mau ambil pusing. beda dengan Arvan yang masih memikirkan hal itu.


.


.


.


Pagi ini seperti biasanya, Sarah bangun pagi-pagi buta, melaksanakan sholat subuh lalu masak. sedangkan Arvan setelah sholat langsung ke ruang kerjanya mengecek beberapa email yang masuk, karena kemaren dia semalam dia sama sekali tidak terlihat di ruang kerja. kalian pasti tau kenapa.. Upps


Ya kalian benar, Sarah dan Arvan bertempur lagi hingga menjelang pagi. Walau badan Sarah terasa pegal-pegal semuanya tapi tetap di paksakan bangun dan melakukan pekerjaan rumah seperti saat masih di rumah bersama ibunya dan Hendra.


Mengingat ibu dan Hendra Sarah jadi kangen, pengen pulang.


Jam menunjukkan pukul 07.00. Sarah sudah bersiap untuk berangkat kerja.


tok tok tok


"Honey aku berangkat ya" Sarah membuka pintu dan berjalan menuju Arvan yang sedang sibuk. Arvan menoleh dan tersenyum.

__ADS_1


"Sudah siap mau berangkat?"


"Heemm" jawab Sarah lalu duduk di pangkuan suaminya, Arvan memeluk dan mengendus punggung Sarah.


"Kamu harum sekali sayang, jadi pengen lagi"


"Duh bapak satu ini, bikin orang enggak bisa ngapa-ngapain"


"Harum kamu tuh candu sayang."tak hentinya Arvan menghirup dalam-dalam aroma tubuh istrinya.


"Aku akan terlambat, sebaiknya aku berangkat sekarang." Sarah berdiri dan membalikan badannya agar dapat melihat wajah suaminya.


"Besok aku kasih supir ya buat kamu, biar nggak naik ojol terus." Arvan berdiri dan memegang pundak sarah


"Enggak honey, aku lebih suka seperti ini."


"Kamu bisa bahaya sayang"


"Aku sudah terbiasa honey, sudah ya, aku kali ini pamit berangkat, oke"


"Baik lah"


"Oh iya, nanti aku ijin mau ke rumah ibu."


"Buat?"


"Aku kangen honey, kita sudah satu bulan disini, tapi kamu sama sekali nggak ngajak aku ke rumah ibu"


"Ya ampun aku lupa sayang" jawab Arvan sambil menepuk kepalanya. "baiklah nanti kita ke rumah ibu, kalau aku tidak bisa jemput kamu, kita ketemu di sana, bagaimana?" ucap Arvan sambil menarik pinggang istri nya hingga tubuh mereka merapat. Karena sudah merapat sangking kuatnya Arvan menggesek-gesekkan juniornya pada perut Sarah. "bisa kah sekali lagi sayang"


"Arvan" Sarah membelalakkan matanya sedangkan Arvan hanya tertawa.


"Baiklah, kamu hati-hati, hubungi aku jika ada apa-apa. cup akhirnya Arvan melepaskan tubuh Sarah dan mengantar istrinya keluar rumah.


"Sebelum berangkat jangan lupa sarapan oke" pesan Sarah.


"Siap ratuku"


.


.


.

__ADS_1


Siapapun kamu akan menjadi ratu jika mendapat lelaki yang tepat.


Happy reading semoga bahagia selalu🄰


__ADS_2