
jam sudah menunjukan jam 2 siang, sarah berasa capek banget dan istirahat di ruangan hendra.
" mbak kok disini?" hendra yang masuk ruangan menanyakan tentang keberadaan sarah yang ada di ringan nya.
"emang kenapa?mbak nggak boleh masuk ruangan mu kayak karyawan mu yang lain" ketus sarah karena capek
"ya kan masih ada mas arvan dama mas dimas diluar?" jelas hendra
"pak arvan??mas dimas?" sejak kapan mas dimas kemari??tanya sarah dengan bingung
daru tapi siang mbak.
"mau ngapain sih mereka itu, bikin mbak tambah pusing aja"
"ya udah sana gih temui mereka"
" mbak capek hen, suruh pulang aja sih mereka, lagian pak arvan dari pagi betah banget gak capek apa duduk seharian" keluh sarah
"ya hendra gak tau mbak, yang penting kan jualan hendra laris, tau gak mbak..mereka berdua kayak magnet sama cabe-cabean..."
"pantes aja dari tadi p******n mu yang datang ABG labil semua, ternyata itu to daya tariknya" jawab sarah agak kesal
"ciieee... cemburu ya??cemburu ama yang mana mbak" bisa hendra
"jangan mulai hen, mbak mau istirahat bentar abis itu pulang
"kok pulang mbak, p******n masih banyak
"capek hen, lagian mbak mau priper buat besok, mbak ada acara di sekolah, camping gitu"
" ajak salah satunya mbak biar anget gak kedinginan..hahhaabah"
"dasar c***l" yuda ngakak sarah bisa ngatain hendra seperti itu
"bener mbak emang adek nya mbak sarah itu paling bisa kalo sudah menjurus kesitu" terang yuda
"kamu juga sama aja kali yud"ejek sarah...
"hahhahha...kena bukan kan koe, makane ojok melok-melok" ganti hendra yang meledek yuda
"yuda anterin ya mbak, kalo mbak gak mau bareng para OM OM..." tawar yuda pada sarah
"gak usah lah mbak balik naik ojol aja, mbak lewat pintu belakang ya"
"gak pamit dulu mbak sama mereka berdua?"tanya yuda
"gak wes, mbak capek mau istirahat dirumah saja, nanti kalo ada mereka mbak gak bakalan bisa istirahat"
__ADS_1
"oke dech, ati-ati ya mbak" balas hendra dengan melingkarkan jari jempol dan Telunjuknya.
"jangan naksir sama ojolnya mbak sarah"goda yuda
"jauh-jauh sama ojok, sama kamu lebih oke yud"
"bener kan hen, mbak sarah tu emang ada filling ma aku" lanjutnya
"gundolmu, dah kerja-kerja" perintah hendra
sarah di rumah mempersiapkan keperluan camping bersama para guru di sekolahnya selama tiga hari. besok sarah berangkat pagi agar sampai tempat tidak terlalu malam.
"mbak besok jadi to pergi kemahnya sama guru-guru disekolah?"tanya ibu fatma (ibunya sarah dan hendra)
"insyaallah jadi bu, sebenarnya cuma acara agar makin dekat saja sama teman kerja, gak camping yang serius" jelas sarah sambil memasukan beberapa pakaian kedalam tasnya
"udah mbak, satu ransel itu aja?"
"la iya bu, mau berapa banyak?" jawab sarah
"ya wes sana istirahat, jangan tidur malam-malam" saran ibu fatma
"enggeh bu"
setelah sarah selesai membereskan barang yang adan di bawa, dia pun membaringkan tubuhnya di kasut
(dek tadi kok pulang duluan gak bilang sama mas, mas nungguin lho sampe sore) pesan dari dimas
(maap mas tadi sarah buru-buru, maap ya.. emot meratap)balas sarah
(ya udah ga papa, istirahat saja, selamat malam)
sarah tidak menjawab ucapan dari dimas, dia takut kalo nantinya dia memberi harapan palsu. walaupun sudah banyak cara sarah menolak dimas, herannya dia tetep aja kekeh. terbuat dari apa sih hati tu orang.
pagi sudah tiba , sarah bersiap ke sekolah di antar hendra.
"hen kalo mas dimas ato pak arvan tanya aku dimana bilang aja gak tau ya, bilang acara sekolah aja, males kalo pada ribet nantinya" pinta sarah pada hendra
"WANI PIRO" canda hendra, tapi di tanggapi serius oleh sarah
"kamu itu lo mbak minta tolong kok mesti gak pernah di reken sih hen, bikin kesel ae" ucap sarah pada hendra dengan aksen jawa yang medok.
"iya iya mbak....kalo mas dimas bisa aja hendra gak bilang, tapi kalo mas arvan" hendra berhenti sejenak "mbak tau kan gimana dia, pasti aja ada caranya agak biasa dapat info" jelas hendra
"ya yang penting jangan bilang aja"
"beres kalo cuma gak bilang,kelanjutannya hendra gak tau ya..heeeee" hendra meringis menjawab permintaan sarah
__ADS_1
tiba disekolah sudah banyak guru yang berkumpul tak terkecuali guru yang ada di sekolah satu yayasan. (waduh kenapa dari SMA itu juga sih, gerutu sarah)
" mbak bukanya itu mas dika, iya kan mas dika yang pernah ngejar-ngejar mbak sarah dua tahun yang lalu" tiba- tiba hendra berbicara mengingatkan kembali masa dika permana mencoba mengejar cintanya saat sarang mengajar di Sekolah sebelah.
"apa sih hen, bikin mbak kaget aja"
"kok bisa dia disini mbak, hendra jadi kuatir"
"ini kan banyak guru lain hen, gak mungkin dia macem-macem"
"tiap malam hendra datang dech mbak, ato hendra kirim pasukan?"
"pasukan??maksudnya?"
"ya para pecinta mbak sarah" hahahahahhaha gelak tawa hendra pecah dan membuat yang lain menatap sarah dan hendra
sarah dan hendra hanya tersenyum tapi hendra menahan tawa gimana wajah kesal mbaknya kalo mendengar para pengejar cinta sarah...
"hendra, kamu tu ya, resek banget, malu tau"
"iya deh maaf -maaf"
"wes pulango, mbak langsung mau gabung sama ibu-ibu di sana" ucap sarah sambil menunjuk kumpulan guru lainnya di sudut lapangan
"ati-ati ya mbak, insyaallah hendra kesana nanti malam sama yuda"
"ya sama aja kalo kami sama yuda, dia kan ember kayak panci bocor"
"ember apa panci sih mbak.."
"wes embuh, sana cepet pulang"
"iya mbak iya, gak usah ngusir, hendra pulang ya, kalo silvia gak sibuk nanti kesini" pamit hendra
sarah memperhatikan kepergian adik semata wayangnya itu dan.....
"pagi bu sarah"
.
.
.
bersambung
hayo tebak siapa??tulis dikomen ya🥰
__ADS_1