
seminggu sebelum keberangkatan Sarah ke Jogja, Sarah disibukan dengan kegiatan sekolahnya, selain mengajar kini sudah persiapan untuk kenaikan kelas kembali, berarti ini sudah satu tahun setengah pertemuannya kembali dengan arvan, namun sejauh ini Sarah belum merasakan sesuatu yang benar-benar dia harapkan. terasa semakin tipis saja kemungkinan dan keinginan untuk bersanding kembali dengannya. dalam kesendirian Sarah diruangan mengingatkannya pada arvan yang belum ada kabar dari Minggu kemarin.
kesibukan demi kesibukan hingga banyak hal yang Sarah lupakan, ya Alvin sejak kejadian malam itu di mall Alvin tidak terlihat lagi. biasanya dia dalam sehari dia muncul kayak ulet bulu, gatel pengen nabok tapi beberapa hari ini dia tidak kelihatan, "kemana anak itu" batin Sarah.
"Hey... ngelamun aja, kenapa?" Siska yang muncul tiba-tiba bikin jantungan
"gak apa, tumben belum pulang"
"nunggu di jemput"
"mas Dimas?"
"iya" jawab Siska sambil cengar cengir
"biasa aja kali Bu Siska, gak usah salting gitu" goda sarah
"bukan salting, tapi agak gak enak ma kamu Bu Sarah"
" waduh, pake gak enak segala, kalo gak enak kasih kucing aja. gini ya Bu Siska, aku sudah gak ada hubungan apa-apa sama mas Dimas, dan lagian aku lebih seneng kalo mas Dimas dapat yang terbaik, apalagi aku kenal" jawab Sarah bijak "jaga mas Dimas baik-baik ya sis, dia pria yang baik"
"siap, makasih Sarah, aku doain kamu juga cepet dapet yang terbaik" mereka saling memeluk
ddrrrrtt drrttt
"tuh panggilan dari depan, sana pergi" usir Sarah
dengan senang hati Siska meninggalkan Sarah.
"ternyata hanya aku berjalan lambat, semuanya berjalan sangat cepat, satu tahun lalu dia masih memilihku, dan sekarang sahabatku" gumam Sarah sendirian
"ada yang patah hati kayaknya" suara yang tidak kenal mengagetkan Sarah dan Sarah mencari sumber suara "siapa tu orang, datang-datang bikin kaget dan kepo lagi" batin Sarah
"ah ya maap, saya mengganggu" seseorang itu mendekat dan mengulurkan tangannya
"iya mengganggu banget dan bikin jantungan" batin Sarah lagi
__ADS_1
"maap, anda bicara apa barusan" tanya pria itu seolah tau isi hati Sarah
"ah gak papa kok pak, ada yang bisa saya bantu" tanya Sarah dengan senyum kesalnya (gimana tu bentuk nya senyum kesel, hehhehe) " dan inikan sudah jam pulang sekolah pak, kalo mau cari murid agak susah, kalo guru tinggal beberapa yang ada" lanjut sarah
"saya mencari pak Hermawan, tadi saya sudah janjian dengan beliau" jawanya
"pantes aja pak Hermawan yang biasanya pulang duluan sekarang belum pulang juga, lagi janjian sama brondong" batin Sarah yang julid abis
"maaf, tadi anda bicara apa? ada kan pak hermawannya?"
"duh ni orang bisa tau isi otak aku ya" batinnya lagi tu yang bicara sambil mukul-mukul kepala
" iya ada pak, pak hermawannya, mari saya antar keriangannya" Sarah berjalan menunjukan ruangan pak Hermawan
tok tok tok
Sarah membuka pintu dan melihatbpak Hermawan asik main golf mini di ruangannya.
"pak ada tamu"
"emmm...." Sarah berbalik arah pada pria itu hendak menanyakan namanya tapi pria itu nyelonong masuk ruangannya
"sibuk sekali sepertinya" suaranya memecah konsentrasi pak Hermawan
"ah ini yang saya tunggu-tunggu, silahkan-silahkan pak Reno, dan..emm bu sarah tolong buatkan pak Reno kopi dan saya teh hangat" Sarah agak bingung dengan permintaannya, karena memang bukan tugas Sarah untuk ini
" ah kita belum kenalan, saya Reno" ucap pria itu dengan mengulurkan tangan
"saya tau" Sarah pergi dengan kesal karena permintaan pak Hermawan
dengan hati yang masih kesal Sarah membuatkan kopi dan teh atas permintaan pak Hermawan,
"kenapa juga dia tadi muncul di ruangan aku, sekarang kan aku yang ribet, mana kerja masih banyak lagi" gerutu Sarah sendirian di pantri
"lagi kesel sama siapa Bu"
__ADS_1
"eh pak Andi, gak ada, itu...." sarah gagap menjawab pertanyaan teman sejawatnya
"buat kopi untuk siapa"
"ah ini, itu..."duh kenapa blepotan gini sih kutuk Sarah
"Bu Sarah gak apa-apa" tanya pak Andi dengan wajah kuatir
"saya gak apa-apa pak, saya mau ke ruangan pak Hermawan dulu, permisi" Sarah pergi meninggalkan pak Andi yang masih bingung.
"Bu Sarah kenapa itu, " gumam pak Andi sendiri
"Bu Sarah kenapa" tanya Lisa salah satu OB di sekolah
"Lisa bikin kaget saja, kamu dari mana, sampe bu sarah yang bikinkan kopi untuk tamu?" tanya pak Andi dengan agak kesal
"saya dari toilet pak, sekarang Bu Sarah kemana"
"'keruangan pak Hermawan"
"pak Hermawan marah gak kira-kira"
"aduh lisa, mana saya tau, sudah saya mau lanjutkan kerja, bawakan saya kopi"
"siap pak"
.
.
.
bersambung
jadi repot semua ya, di episode ini lama gak up jadi agak bingung,
__ADS_1
selamat membaca reader kesayangan aku,... semoga suka