Cinta Lama Belum Kelar

Cinta Lama Belum Kelar
epi 89


__ADS_3

"Pagi mami...." sapa Sarah saat turun hendak sarapan. melihat Sarah yang ceria hati mami sinta pun ikut bahagia.


"Mau makan apa sayang?" tanya mami Sinta.


"Mami hari ini masak apa?"


"Tadi mami masak kesukaan kamu, ayam kecap."


"Mami...itu kesukaan Arvan, Sarah suka udang bakar kecap." keluhnya.


"Sama kecapnya sayang,"


"Arvan mana mi?Sarah pikir sudah turun karena di kamar enggak ada." mami Sinta kaget di buatnya.


"A2 rvan? kenapa Sarah bertanya tentang Arvan , apa dia lupa sesuatu?" batin mami Sinta


"Mi, kok bengong? Arvan sudah berangkat ya?" tanya Sarah lagi sambil menyuapkan makannya kedalam mulut tidak lupa dengan tetap menatap mertuanya menanti jawaban.


"Ah iya, Arvan sudah berangkat pagi-pagi." jawab mami Sinta gagap.


Melihat besannya kebingungan Bu Fatma jadi bingung juga.


"Kenapa?" tanya Bu Fatma menggunakan kode emak-emak.


"Sarah." menunjuk Sarah dengan dagunya. sedangkan Bu Fatma hanya menggeleng masih tidak mengerti.


"Mbak mau tambah?" tanya Bu Fatma.


"Sudah Bu, Sarah kenyang," jawabnya dengan meneguk susu hamil yang sudah dibuatkan sang ibu. "Bu, tadi Arvan sarapan enggak?mau di bawakan makan siang kekantor nggak ya?" tanyanya kembali.


"Apa?" tanya Bu Fatma karena meragukan pendengaran nya sendiri.


"Arvan Bu..."Jelas Sarah.

__ADS_1


Ting tong...


Suara bel berbunyi.


"Biar Sarah yang buka Bu..." ujar Sarah meletakan gelasnya dan berjalan ke depan, entah kenapa dia semangat sekali membukakan pintu padahal ada banyak asisten rumah tangga disana.


"Honey...katanya kekantor kok sudah balik?" tanya Sarah sambil menggandeng tangan tamu yang datang.


"Kata mami Arvan kerja kok pake baju begini." tunjuk ya pada lelaki yang ada di sampingnya.


"Mbak..." bentak Bu Fatma saat melihat tingkah anaknya itu. Lalu menarik tangan Sarah menjauh dari lelaki yang ada di depannya.


"Ibu kenapa sih? mami... ibu kenapa to?" Rajuk Sarah kesal pada maminya. Kemudian mami Sinta menarik tangan Bu Fatma menjauh dari Sarah.


"Honey sudah sarapan belum?" tanya Sarah, sebelum ada jawaban dari lawan bicara Sarah sudah menarik tangan lelaki itu. " sarapan yuk!" sambungnya.


"Nih aku ambilin makanan kesukaan kamu." Sarah meladeni layaknya melayani Arvan di meja makan, mengambilkan nasi dalam piring, di tambah lauk pauk juga tidak lupa sayur. "Makan honey, pasti laper kan ? dah agak siang soalnya." namun yang di ajak bicara masih shock dengan sikap Sarah, di pikir nya hal itu akan hilang dalam sekejap, ternyata berlanjut walau sudah berganti hari.


" Bu Fatma jangan marah dulu sama Sarah, sepertinya Sarah kehilangan kesadarannya." ujar mami Sinta." ibu masih ingatkan saat mau sarapan tadi, dia menanyakan keberadaan Arvan?" di jawab anggukan oleh Bu Fatma. "Jadi sekarang buatkan saja dulu, yang ke penting tidak melampaui batas." sambung mami Sinta.


"Jadi kita hanya mengawasi saja?"


"Benar,"


"Tapi jeng Sinta tau itu Alvin, siapa Alvin kan?


"Saya tau, dan sangat tau, mari percayakan ini pada Alvin."


Ya pria yang dianggap Arvan oleh Sarah adalah Alvin, , sama halnya dengan kemarin ternyata Sarah masih hilang ingatan.


"Ayo Van dimakan!" titah Sarah kesal karena Alvin masih melihat Sarah dengan heran.


"Aku ada yang aneh ya honey?"

__ADS_1


"Enggak kok, cantik." puji Alvin.


Tap tap tap


Suara seseorang turun dari tangga


"Om...." Arsa yang datang langsung berhambur ke pelukan Alvin.


"Arsa,. kok panggil om?" tanya Sarah heran.


"Ini om Alvin mommy," jelas Arsa. melihat Sarah tambah bingung, saat Arsa mau menjelaskan di tutup mulutnya oleh Alvin .


"Arsa main dulu ya, nanti om susulin, om mau sarapan dulu! oke." bisik Alvin pada Arsa , sedangkan Arsa hanya mengangguk pasrah dan pergi meninggalkan Sarah dan Alvin di meja makan.


"Maksud Arsa apa sih Van?" tanya Sarah masih bingung. "Alvin?" Memangnya Alvin kesini tadi?" tanya Sarah pada Alvin, sedangkan Alvin hanya tersenyum. "Van kok malah senyum gak jelas sih?" Sarah kesal.


"Iya tadi Alvin kesini, dan mau pergi sama Arsa." jawab Alvin lalu ia mulai menyuapkan makanan nya kedalam mulut.


"Ooww gitu...Tapi tadi..."


"Sudah ya, mau makan dulu kalau banyak bicara nanti keselek gimana..."


"Oh iya, maaf, maaf yuk lanjutin makannya." ucap Sarah sambil menepok jidatnya.


.


.


Masih lanjut nih amnesianya, mau lama atau bentar nih?? TULIS DI KOMEN YA..heheh


BERSAMBUNG.


Happy reading jangan lupa tinggalin jejak ya🥰

__ADS_1


__ADS_2