Cinta Lama Belum Kelar

Cinta Lama Belum Kelar
epi 39


__ADS_3

Alvin sejenak berfikir, tapi masih saja tidak menemukan jawaban yang seperti dia mau, dan sekarang Sarah pun belum bisa dia hubungi.


******


"Van antar aku pulang ya, kasian nanti Hendra nyariin"


"telpon saja sayang, bilang kalau kamu lagi sama aku"


"tetap saja gak enak Van, lagian ini dah malam lho"masih di posisi yang sama mereka duduk di sofa dan Arvan berbaring di pangkuan Sarah.


"aku masih kangen"


"kan bisa ketemu di rumah"


"kalau di Surabaya banyak gangguan" memang benar kata Arvan jika di Surabaya ada saja yang menghalanginya kami untuk bertemu. hanya menukar kabar saja bisa dihitung jari "ya udah biar aku yang hubungi Hendra" dan Arvan melakukan nya.


……………


"ternyata adikmu itu sangat posesif ya" keluh Arvan


"kenapa memangnya"


"enggak boleh lebih dari jam dua belas malam"


"hahahaha"


"kok malah ketawa sih" Arvan cemberut melihat Sarah ketawa


"ekspresi wajah mu itu lucu Van, kayak bocah minta jajan"


"aku cuma mau bareng sama pacar aku sebentar"


"kita sudah dari pagi Van"


"tapi kamu tidur Sarah, aku cuma bengong sendiri" tawa Sarah pun pecah lagi, memang hari ini Sarah tidur sangat nyenyak, bagaimana tidak dia tidak tidur semalaman


"tuh kan malah senang gitu"


"kamu lucu Van, kayak anak kecil"


"Sarah bagaimana kalau kita menikah?"


"apa" Sarah terkejut dengan ajakan Arvan yang sangat mendadak "jangan bercanda DECH" lanjut Sarah "masak aku tinggal tidur aja langsung ngajak nikah"


"kenapa"


"memangnya kamu sudah siap" tanya Sarah ragu


"kamu ragu sama aku"


"bukan kamu, tapi keadaan kita"


"keadaan yang seperti apa maksudnya?"


"kamu tahu lah Van, keadaan kita seperti apa saat ini"


"artikel kemarin?"


"itu salah satunya"

__ADS_1


"sayang....." Arvan membelai pipi Sarah. "itu berita palsu, hoax sayang"


"tapi orang taunya itu Van , terlepas hoax atau bukan, jika nanti kita jadi menikah, aku akan dianggap orang ketiga" Arvan terdiam mencerna perkataan Sarah


"jangan berfikir terlalu jauh Sarah, kan belum kita jalani"


"aku takut"


"takut?"


"iya, takut ini cuma mimpi, dan saat aku terbangun ya seperti biasa aku hanya sendiri"


"maafkan aku" Arvan melingkar kan lengangnya di pinggang Sarah "aku yang membuat kamu menjadi seperti ini, maafkan aku Sarah" Sarah tidak menjawab mereka saling terdiam


*****


"mbak sudah siap semua" Hendra memanggil Sarah


"iya hend, sebentar" Sarah keluar dengan baju kasualnya dan koper yang di bawanya


"yuk jalan"


"seriusan mbak pulang bareng aku"


"emang kenapa, ada yang salah?"


"enggak sama mas Arvan?


"dia masih ada urusan"


"terus sama brownis"


"brondong manis mbak Sarah"


"maksudnya apa sih hend" tanya Sarah "brownis emang manis kan"


"hahaha Alvin mbak Alvin maksudnya mas Hendra"


"kenapa Alvin? jualan brownis?


"maksudnya mbak nggak kasih kabar Alvin, kalo mbak balik ke Surabaya"


"mungkin juga dia tau dari kamu hend" kata Sarah


"Hendra nggak bilang mbak, cuma pamit saja"


"ya berarti dia sudah tau, yuk ah, sudah di tunggu ibu"


"kayak Jogja sama Surabaya dekat saja sih mbak, jauh tau" celoteh Silvia


"iya iya jauh" lalu Sarah memasukan barangnya di bagasi.


selama diperjalanan Sarah diam saja, dia memikirkan ajakan Arvan untuk menikah, tapi dia ragu apakah pernikahan nya akan baik-baik saja jika keluarga nya menentang. tidak semua tapi kak Andin yang begitu berpengaruh besar pada hidup Arvan.


karena lelah memikirkan Arvan hingga tertidur, dia melupakan Alvin yang entah bagaimana dia sekarang. dia sudah terlanjur mengatakan perasaannya pada Sarah, dia ketahuan jika bukan murid SMA lagi, bagaimana dia menemui pujaannya itu.


****


hari beranjak sore, Hendra mengantar Silvia terlebih dahulu dan memberikan oleh-oleh kepada orangtua Silvia. cukup sedikit basa basi lanjut mengantarkan Yuda ke apartemennya.

__ADS_1


"aku nggak naik ya yud, langsung balik capek badanku"


"oke, besok pagi aku langsung ke kafe"


"sip" Hendra mengacungkan kan jempolnya dan melanjutkan perjalanan.


"mbak gimana mas arvan, mbak belum cerita lho sama aku" Hendra to the point mengutarakan unek-uneknya


"emang ada apa hend, tumbenan"


"ya pengen tau saja" ucap Hendra datar, dia bertanya pada Sarah karena ingin mengetahui perkembangan hubungan mereka yang pasang surut.


"Arvan ngajak nikah" jawab Sarah singkat


"bagus dong"


"bagus dari mananya?


"ya kan udah nggak perlu LDR-an lagi mbak, nggak perlu berantem lagi"


"banyak yang dipikir hend" jawab Sarah dengan melihat kelap-kelip lampu di jalan


"ada apalagi sih mbak, kok kayaknya mbak nggak serius gitu sama mas Arvan"


"bukan nggak serius hend, tapi kamu lihat sendiri gimana Arvan" Sarah mencoba menjelaskan


"dia gimana sih mbak, kurang paham aku sama hubungan kalian"


"sebenarnya hanya terkait artikel itu dih hend"


"mbak Sarah percaya yang mana?? mas arvan atau artikel itu"


"artikel itu juga tidak salah hend, mbak tau siapa perempuan yang ada di dalam artikel itu"


"kalau mbak tau terus hubungan nya apa sama mas Arvan"


"perempuan itu sudah di jodohkan sama kakak nya Arvan, dan kalau aku jadi menikah bisa saja di cap orang ketiga"


"itu hanya perkiraan mbak Sarah saja, belum tentu kan kenyataan nya" Sarah hanya menghela napas berat. dia tau adiknya sangat mendukung hubungan nya dengan Arvan, tapi hanya Sarah yang meragukan.


"terus mbak harus bagaimana"


"mbak suka sama mas Arvan?cinta? pengen menikah dengan dia?"


"banyak amat pertanyaannya"


"iya nggak?"


"iya iya, suka, sayang cinta..."


"ya udah nikah aja".


.


.


.


happy reading

__ADS_1


__ADS_2