
Lima tahun kemudian
Sejak malam itu tidak ada lagi kabar mengenai Alvin, Hendra pun tidak pernah menyebut nya sama sekali di hadapan sarah. walau mereka sering bertemu karena Partner bisnis.
Sarah sudah di boyong Arvan ke Jakarta, karena Arvan mengambil alih kator pusat sekarang. mereka sudah memiliki seorang anak yang berusia empat tahun, mereka memberinya nama Arsa singkatan dari nama mereka Arvan dan Sarah.
Pandangan Sarah tidak lepas dari Arsa yang berlarian di memutari meja makan.
"Sayang hari ini aku lembur, aku tidak bisa menemanimu belanja" tiba-tiba Arvan sudah berada di samping Sarah dengan mengecup keningnya "minta antar pak Jono saja ya" imbuhnya.
"Iya, tidak apa-apa, biar pak Jono yang mengantarkan" ucap Sarah sambil melihat kembali Arsa.
"Aku sungguh minta maaf sayang, Rico tidak bisa mengatasi masalah ini sendirian" Jelas Arvan dengan wajah sendu karena merasa bersalah.
"I'am fine daddy-Arsa" jawab Sarah dengan membelai lengan suaminya yang kekar dan menarik duduk di kursinya untuk sarapan.
Sejak pindah di Jakarta Sarah memiliki kesibukan lain selain menjadi ibu rumah tangga. dia memiliki sebuah toko kue yang menyajikan berbagai macam cake dan lainnya. toko kue miliknya terbilang ramai pengunjung, selain pesanan rutin dari kantor Arvan mereka juga memiliki berbagai sosial media untuk memasarkannya.
Kesibukan Sarah bertambah dengan kehadiran baby-Arsa. Sarah sudah tidak leluasa lagi mengurus toko sendirian, dia mempercayakan seseorang yang menjadi asisten Sarah, yang bernama Nika.
Beberapa hari ini nika cuti jadi dia yang harus mengurus segala kebutuhan toko. ada beberapa bahan yang memang tidak di suplai oleh suplayer, sehingga Sarah harus belanja sendiri.
"Kamu agak pucat honey, apa kamu baik-baik saja" cemas Sarah karena melihat suaminya terlihat tidak sehat.
"I'am fine sayang, mungkin kurang istirahat saja" jawab Arvan sambil menyuapkan nasi ke mulutnya.
"Kamu yakin, tidak perlu ke dokter dulu?" Sarah mencemaskan suaminya.
"Nanti aku hubungi Devan untuk memeriksaku." jawab Arvan ringan. Devan adalah sahabat serta dokter pribadi keluarga Arvan.
"Baiklah, apapun hasilnya kamu harus mengatakannya padaku" pinta Sarah. karena sering kali Arvan jatuh sakit tanpa memberi tau Sarah, seperti kejadian dua tahun lalu Arvan jatuh pingsan di kantor dan tidak ada yang memberi tau Sarah, dengan alasan takut lebih merepotkan Sarah karena memiliki baby Arsa juga mengurus toko kue nya.
"Iya sayang aku janji" jawab Arvan sambil tersenyum dan mengecup kening Sarah.
Setelah sarapan Arvan langsung berangkat dan sudah ditunggu Rico di luar.
" Rico pastikan Arvan untuk menghubungi dokter Devan, sepertinya di sedikit kurang sehat" pinta Sarah pada Rico.
"Baik Bu" jawab Rico
"Sudahlah sayang aku berangkat dulu, suamimu ini sangat kuat jangan dikuatirkan masalah sepele" jawab Arvan sambil memeluk istri tercintanya.
"Kamu harus janji menghubungi dr. Devan atau aku sendiri yang akan membawanya ke kantor" ancam Sarah.
"Hahahaha baiklah, baiklah akan ku lakukan nanti." Arvan tertawa dengan memeluk istrinya dengan erat tak hentinya mengecup kening sang istri, ada gurat kesedihan di sana.
"Baik lah sayang, aku berangkat, jaga dirimu jaga Arsa baik-baik, jangan pergi sendiri"
__ADS_1
"Iya, aku tau" jawab sarah dengan perasaan tidak nyaman.
"Daddy..." tiba-tiba Arsa berlari dan memeluk kaki daddy-nya. Arvan melepaskan pelukannya dari Sarah dan beralih mengendong Arsa.
"Hay jagoannya Daddy jaga mommy mu baik-baik ya boy"
"Siap Daddy, mommy aman di tangan Arsa" jawabnya dengan cadel.
"Anak hebat kebanggaan Daddy" Arvan memeluk mereka berdua seolah dia akan pergi jauh.
" oke, Daddy berangkat, Arsa nurut sama mommy, tidak boleh nakal!"
"Siap Daddy " Arvan pun masuk mobil dan melesat membelah jalanan.
"Anda baik-baik saja pak" tanya Rico yang agak kuatir dengan atasannya tersebut.
"Aku baik-baik saja, nanti hubungi Devan untuk datang ke kantor, kalo tidak istri ku akan marah" jawab Arvan.
"Baik pak"
di tempat lain
"Arsa ayo kita berangkat, sudah di tunggu pak Jono" teriak Sarah pada Arsa yang masih asik dengan mainnya.
"Bawa saja mainan mu itu sayang, cepat sedikit nanti kita kesiangan."
Mereka pun pergi meninggalkan rumah menuju mall besar yang menyediakan bahan kue untuk toko Sarah.
Sarah berjalan beriringan dengan Arsa "mommy itu" Arsa menunjukkan toko mainan yang ada di sana.
"Nanti ya sayang kita belanja keperluan toko dulu"jawab Sarah sambil tetap berjalan.
"Tapi Arsa mau mommy."
"Eitzz Arsa janji apa sama Daddy?? jagain mommy kan, jadi kita dulu keperluan toko setelah itu kita jalan-jalan dan makan eskrim, bagaimana?"rayu Sarah.
"Janji ya mommy" ucap Arsa sambil mengulurkan jari kelingking nya tanda berjanji harus di tepati, dan Sarah pun meraihnya pula dengan jari kelingking.
Setelah sampai di tempat yang di tuju, Sarah segera mencari kebutuhannya agar segera selesai, sedangkan Arsa asik mengganggu mommy-nya yg sedang sibuk.
drrttr
drrttr
"Mom, mommy"
"Iya sayang" Jawab Sarah.
__ADS_1
"Ponsel mommy" Lalu Sarah memalingkan wajahnya dari Arsa ke tas selempang bermerk nya.
Sarah mengambil nya dilihat siapa yang menghubungi nya.
"Rico" batin Sarah.
"Iya Rico?"
"Ibu Sarah dimana"
"Masih di toko bahan kue, kenapa" sebelum pertanyaan nya di jawab Rico sudah ada di belakangnya.
"Rico" Sarah sedikit shock.
"Om Rico" Arsa menghampiri Rico dan bergelayut di kakinya. Rico meraih tubuh mungil Arsa dan menggendongnya.
"Ada apa?" Tanya Sarah dengan bahasa tubuh.
"Sebaiknya ibu ikut saya dulu" jawab Rico sambil mempersilahkan Sarah jalan duluan.
"Sebentar saya bayar dulu belanjaan saya." Sarah berjalan ke kasir dan membayar belanjaannya kemudian menyerahkannya pada pak Jono untuk di antar ke toko.
Setelah beberapa saat mereka sudah berada di mobil yang di kendarai Rico.
"Ada apa Ric, kenapa menjemput kami?tanya Sarah dengan memangku Arsa.
"Bapak masuk hospital Bu"
"Hos- pital? Suara Sarah terbata. jika di ingat Arvan memang terlihat sangat tidak sehat hari ini. Hal itu yang membuatnya merasa kuatir.
"Ibu saya bawa kesana, untuk pakaian biar di siapkan mbak Tinuk" sarah pun hanya mengangguk pasrah.
.
.
.
Bersambung
Hay reader kesayangan maaf ya lama tidak up karena author menghadapi kehidupan dunia nyata yang sangat rumit di bandingkan dengan cerita Sarah dan arvan🤭🤭
Semoga kalian masih menunggu lanjutan dari cerita antara Sarah, Arvan dan Alvin.
Jangan bosen-bosen beri dukungan author ya dengan rate, like komen dan vote. jangan lupa jadikan favorit ya.
Selamat membaca
__ADS_1