Cinta Lama Belum Kelar

Cinta Lama Belum Kelar
epi 50


__ADS_3

"Di rumah saja Van jangan disini" elak Sarah tapi Arvan sudah gelap mata, dia sudah tak sanggup menahannya. karena selama cuti dalam satu Minggu mereka melakukannya berkali-kali dalam sehari, sedangkan hari ini mereka semua bekerja jadi terpaksa Arvan menahannya.


"Nanti ada season tersendiri sayang, jangan kuatir" sambil mengeratkan tubuhnya pada Sarah.


Di dalam Arvan yang sedang membakar kalori dengan Sarah, di luar ada Dina yang julit atas kehadiran Sarah. "Bagaimana bisa pak Arvan tertarik dengan perempuan kampung seperti itu, Cantikan aku kemana-mana". celotehnya sambil ngaca. "Aku yang sudah setahun mencoba mendekatinya malah perempuan seperti itu seleranya, dari pada sama dia lebih cocok pak Arvan sama ibu Livia, sudah cantik anggun, tinggi langsing seperti nya Bu Livia lebih oke" Dina mulai membanding-bandingkan Dua wanita beda kasta itu.


Setelah puas melepas uneg-unegnya di toilet dina kembali ke ruangannya dan membereskan mejanya. di lihatnya ruangan Arvan masih terang tanda sang atasan belum pulang. "lagi ngapain sih mereka" ucap Dina sewot." apa gak ada kamar hotel kenapa harus di kantor sih" dia semakin kesal sendirian


"aduh" dina mengaduh karena ulahnya sendiri, karena kesal Dina menendang meja kerjanya. "mendingan aku pulang, terserah mereka mau ngapain." Dina pergi meninggalkan kan mejanya dan pulang.


"Capek ya" ucap Arvan tidak lupa kecupan di kening Sarah setelah mereka melakukan pelepasan berkali-kali.


"Hemmm" jawab Sarah malas dengan memejamkan mata.


"Mau mandi sendiri atau barengan?


"Kalau mandi bareng yang ada aku tambah capek" Arvan terkekeh lucu melihat ekspresi Sarah. dia tau betul apa yang di maksud Arvan. "aku mandi dulu ya"


"Baiklah aku tunggu disini" Sarah pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri, sedangkan Arvan hanya mengambil handuk dan duduk memandangi laptop membaca email-email yang masuk.


Setelah mereka membersihkan diri, mereka berencana makan.


"Sayang mau makan apa?" tanya Arvan saat melihat Sarah sudah rapi kembali dengan baju kerjanya tadi siang.


"Dimana aja honey yang penting makan, dekat-dekat sini juga oke."


"Ya udah, tunggu aku ganti baju dulu" lalu mereka keluar dari ruangan Arvan, keadaan kantor sudah sepi hanya beberapa orang yang sedang lembur dan satpam yang setia berjaga di depan pintu utama.


Arvan melajukan kendaraannya dengan kecepatan sedang lalu memasuki area parkir dan memarkir mobilnya sesuai arahan tukang parkir yang ada disana. "bebek Jawa.


"Iya bebek Jawa, katanya orang-orang disini enak"


"Oooh " Sarah cuma ber oh ria, karena Sarah memang pernah kesini tapi belum sempat mencicipi makanan nya.

__ADS_1


"Yuk" Arvan menggandeng tangan Sarah dan masuk ke dalam resto. Arvan memilih salah satu meja dan menarik kursi agar Sarah duduk


"Terimakasih" balas Sarah. pelayan menghampiri meja Sarah.


"Mbak Sarah" Sarah melihat sumber suara tapi dia tidak mengenalnya" ini mbak Sarah kan temannya mas Alvin" Sarah terlihat bingung apalagi jika ditatap suaminya.


"Oh maaf mbak, saya catat pesanannya ya." lalu Sarah dan Arvan memesan beberapa menu untuk mereka.


"Alvin? kamu pernah kesini sayang"


"I-iya" jawab Sarah gugup.


"Dengan Alvin"


"Bukan hanya Alvin Van, ada Siska juga."


"Kenapa kalian bisa sampai disini" lalu Sarah menceritakan kronologinya bagaimana dia bisa sampai disini bersama Siska dan Alvin "tapi aku belum sempat makan sih, keburu pulang duluan"


"Kenapa enggak di makan dulu"


Saat pesanan mereka datang mereka pun memakan dengan lahapnya sambil bercerita dan bercanda.


"Honey kenapa ada ruangan seperti itu di kantormu" tanya Sarah menanyakan kamar yang berada di ruang Arvan.


"Itu dulu dibuat agar aku bisa beristirahat jika ada banyak kerjaan dan tidak perlu pulang."


"Kalau sekarang?"


"Sekarang beda cerita sayang"


"Kok bisa"


"Bisa dong, kalau kamu enggak bada mana bisa aku fokus kerjaan."

__ADS_1


"Bukanya lebih nggak fokus ya kalau ada aku." goda Sarah. dari kejauhan Alvin hanya memandang Sarah dan Arvan seperti orang yang sedang jatuh cinta.


"sabar bos" seseorang menepuk pundaknya, Alvin hanya tersenyum kecut dan kembali ke ruangannya.


Di dalam ruangannya Alvin mengusap wajahnya dengan kasar. apa dia sanggup jika sering melihat Sarah bermesraan denga arvan. "aarrgg..." Alvin menghamburkan semua barang yang ada di meja.


Setelah mereka makan Arvan meminta bill pada pelayan.


"Free pak" kata pelayan itu dengan tersenyum.


"Maksudnya apa ya mas." tanya Sarah.


"Iya, untuk pesanannya free."


"Siapa yang kasih makanan sebanyak ini gratis mas, bisa bangkrut kalian"


"Maaf pak, tapi ini perintah dari atasan kami."


"Boleh saya bertemu dengan beliau" tanya sarah.


"Maaf sekali lagi beliau tidak bisa di temui" akhirnya Sarah dan Arvan tidak membayar makanan yang sudah di santapnya dan kecewa karena tidak dapat bertemu dengan pemilik resto tersebut.


.


.


.


Asik makan gratis. hehehehe


Siapa yang suka gratisan disini


Happy reading semua nya🥰

__ADS_1


Setelah revisi berkali-kali semoga cerita nya tidak putus ya, dan masih nyambung🙏


__ADS_2