
Hari ini sarah sengaja di antar Alvin menemui dokter haris untuk terapi, tapi tidak mudah membawanya kesana, pake acara drama dulu sebelum pergi.
Tiga hari sebelum nya.
"Aku enggak gila Van, ngapain aku harus ke dokter Haris?" jawab Sarah saat Alvin mengajak Sarah untuk berkunjung ke dokter Haris, sengaja mengatakan kata berkunjung agar Sarah tidak salah paham, tapi ternyata salah, Sarah mengartikan bahwa dia berobat.
"Sayang, kita hanya berkunjung tidak apa kan? ada dokter Devan juga disana." ucap Alvin berusaha membujuk.
"Untuk apa dokter Devan disana? mau membuatku tidur?" jawabnya kesal.
"Sayang, mereka teman ku, kita hanya ber kunjung sebagai teman oke.."
"Enggak.." Sarah mendorong Alvin keluar kamar.
Braaakkkk
"Aku enggak gila." Sarah membanting pintu dan teriak. sedangkan Alvin bernapas berat melihat hal itu. dia duduk lesu di tangga.
"Nak Alvin kenapa?" tanya mami Sinta.
"Enggak apa-apa Bu."
"Susah ya membujuk Sarah?" Alvin hanya tersenyum lesu. " Di coba lagi."
"Biasanya pak Arvan akan bilang apa ya Bu kalau membujuk Bu Sarah?" tanya Alvin. Namun hanya gelengan yang dia dapatkan. hal itu membuat Alvin tambah lesu.
Akhirnya rencana konseling dengan dokter Haris gagal.
.
.
Pagi ini Alvin rencana ke restoran untuk mengontrol, sengaja dia tidak menghubungi atau muncul di hadapan Sarah, dia cuma sesekali menghubungi Arsa karena anak itu sering merengek minta di temani bermain atau lainnya.
Drrrttt Drrttt
"Iya sayang ." jawab Alvin saat benda pipih itu bergetar.
"Bos udah punya pacar? Ciiee goda pegawai yang ada di depannya.
"Husstt!" Ucap Alvin sambil menutup mulutnya sendiri dengan jari telunjuk. dia melambaikan tangan mengusir mereka.
__ADS_1
"Iya kenapa?"
"Kamu enggak dengerin aku?" tanya Sarah kesal karena tidak di hiraukan oleh Alvin.
"Dengar...." jawabnya agak kesal karena Sarah susah sekali di atur.
.........
"Iya, aku marah." jawab Alvin sekenanya dan singkat.
........
"Aku mau pulang kalau kamu mau di ajak ke dokter Haris. Bagaimana?"
....,...
"Cuma itu mau aku sayang, mau ya..kalau mau aku pulang sekarang."
.........
"Lah di tutup." ucapnya sambil melihat ponsel ditangannya menunjukkan panggilan sudah berakhir.
"Kenapa Lo?" tiba-tiba Bara muncul membuat Alvin kaget.
"Sial Lo, bikin kaget aja." Ucap Alvin sambil melirik bara yang sedang Terkekeh.
"Kenapa Lo cemberut gitu? Masalah istri orang lagi."
"Hemmm " jawab Alvin malas.
"Kan dah sering gue bilang, udah lupain Bu Sarah, banyak cewek ngantri di belakang Lo."
"Gue maunya dia."
"Buta Lo Al, buta " ucap Bara kesal dan berlalu meninggalkan Alvin .Tapi Alvin tidak bergeming karena dia sudah sering mendapat ucapan kasar yang hampir serupa dari bara.
.
.
Drrrttt drrttt
__ADS_1
"Siapa sih?" panggilan tidak ada namanya.
"Alvin disini."
"Siapa?"
"Nisa Al."
"Nisa? Dari mana Lo dapat nomor gue?"
"Ada lah, Lo dimana?gue samperin ya?"
"Mau ngapain Lo?"
"Ketemu Lo?"
"Buat?"
"Kenapa sih Al, kita kan teman masak enggak boleh ketemu." ucap Nisa dengan suara di buat-buat.
"Ya kenapa? kita kan enggak sedekat itu sampai Lo mau nyamperin gue." Ucap Alvin membuat Nisa tidak bisa berkata lagi .
"Temen Al, teman, Lo jahat banget sih ma gue." Ucap Nisa merajuk.
"Iya teman tapi bukan teman yang sebenarnya. dah ya gue lagi banyak kerjaan."
tutt
Ya salam Alvin menutup ponselnya .
"Hah ..apaan sih Nisa enggak jelas benget." gumamnya lalu melanjutkan pekerjaan nya.
.
.
BERSAMBUNG.
Happy reading jangan lupa tinggalin jejak ya🥰
Nisa mau ngapain ya??tulis di komentar reader.
__ADS_1