
arvan membawa sarah keluar dari mall tanpa bicara, sarah bingung harus bagaimana, gak lucu kalau dia kelihatan sekali cemburu, pada hal mereka belum resmi balikan.
"kamu mau nyulik aku lagi?" tanya sarah dengan menarik tangannya
"kalo mau kamu gitu, ya hayuk"
"arvan, aku serius, kita mau ke mana?"
"kemana aja yang penting bisa berdua dengan kamu"
"van jangan main-main" sarah menghentikan langkahnya
"ikut saja dulu, nanti aku jelasin semuanya"
"tentang?"
"apa saja yang kamu mau tau dari aku" jawaban yang bikin sarah semakin bingung. apa saja.
"ngapain kita ke hotel?" jangan mesum ah" ucap sarah saat arvan parkir .
"memangnya kamu mau aku me**min?"goda arvan
"jangan main-main deh van, kita mau ngapain disini"
"hotel bukan cuma ada kasur sarah, ada resto juga" kepala sarah di toyor arvan karena tidak menyangka pujaan hatinya begitu lugu, gemesin juga nyebelin, paket komplit. sarah cuma nyengir kuda mendengar penjelasan sarah.
"kamu belum makan kan tadi?jadi kita makan dulu sebelum kamu keluarin tenaga buat pertanyaan ke aku"
"ih pede banget di mas ini, sapa juga yang kepo sama kehidupan situ" sinis sarah dengan berkacak pinggang
"udah ayo duduk dimana ini"
"terserah"
"ya udah di sana, ujung kosong". mereka pun duduk di kursi yang di tunjuk arvan
"mau makan apa?" arvan memberikan buku menu pada sarah.
"ini makanan mahal-mahal amat sih van, makan di resto biasa aja napa"
"udah cerewet, buruan, nanti cacing di perutmu ngambek lho"
"kamu aja yang pesen, aku gak ngerti"jelas sarah mengembalikan buku menu pada arvan.
__ADS_1
"ya udah, aku yang pesen, tapi janji habiskan" titah arvan
"siap bosku" dan arvan pun memesan beberapa jenis makanan yang mungkin akan membuat perut sarah meledak.
"banyak banget sih van, emang habis makanan segini banyak?"
"ya kalo makan berdua habis lah, lets do it"
"siap" mereka makan tanpa bicara, karena memang sarah sudah benar-benar lapar sejak di mall tadi tenaganya terkuras karena menahan cemburu yang gak jelas.
"akhirnya habis juga, hem kenyang banget" arvan membersihkan mulutnya dan mengelus perutnya yang terasa kenyang.
"van, selera makan mu benar-bener luar biasa ya" ledek sarah.
"kenapa?kamu gak suka punya suami doyan makan?tapi nanti setiap hari aku mau makannya di masakan kamu setiap hari ya. gak mau masakan pembantu"
"emang siapa yang mau nikah ma cowok ngeselin kayak kamu, dikit-dikit main tarik-tarik, main nyulik-nyulik. gak takut masuk penjara pak". ya ampun ternyata sarah bener-bener cerewet setelah di isi perutnya.
"bawel banget sih, sudah punya tenaga bu, dari tadi diem nahan lapar ya" ejek arvan balik
"resek ah"
"kan kamu yang mulai, ya udah sekarang mau kemana??" tanya arvan
"ya kalau gak ada lagi yang mau di omongin kita mau kemana?pulang atau nonton gitu?
"emang kamu gak ada yang mau di omongin??sarah malah tanya balik ke arvan, untuk sejenak arvan diam.
"soal livi? tapi janji jangan memotong penjelasan ku sebelum aku selesai" sarah memasang wajah serius pada arvan mengacungkan jari membentuk V
"dia perempuan yang dikenalkan oleh kak andin saat aku terpuruk karena kepergian mu, dia yang menemani aku di villa kita kemarin, dia yang menghibur aku agar aku dapat melupakanmu. walau sejenak aku tenang tapi aku tidak lupa, awalnya kami hanya berteman tapi kak andin berharap lebih karena dia adalah adik dari salah satu kolega nya, aku sudah menolak keinginan itu, tapi kak andin sama sekali tidak mau mendengarkan dan malah menyalahkan kamu. maafkan aku sarah karena terlalu mencintaimu. sambung arvan dengan menggenggam erat tangan sarah.
sarah terdiam mendengarkan cerita arvan, livi adalah perempuan yang berjasa dalam hidup arvan, sedangkan a ku?aku bukan apa-apa jika di bandingkan dengannya, aku bingung harus tetap maju berjuang bersama atau menyerah sebelum perang??batin sarah
"kok diam? marah?atau...cemburu?" godaan arvan yang menyebalkan
"aku pergi bukan kemauanku tapi karena ulah mu, jadi jangan bawa-bawa aku saat kamu terpuruk, dan lagi aku pun sama sepertimu, seperti mayat hidup berbulan-bulan, hanya saja aku aku tidak terlalu membesar-besaran hal itu.
"maaf bukan , bukan maksud aku seperti itu sarah"
"gak papa van, memang seperti itu kenyataanya, pantas saja kakakmu sangat menentang hubungan kita"
"tapi aku akan berusaha meyakinkan nya sarah"
__ADS_1
"percuma saja kalo keputusan di buat beberapa tahun lalu van, aku bisa apa? dan kita bertemu lagi satu tahun terakhir"
"apa kamu ragu dengan ku??"
"entah lah"pandangan sarah menerawang dimana mereka merasa sangat bahagia waktu memutuskan untuk menjalin hubungan di masa SMA.
***FLASBACK ON***
" lia pacaran yuk" arvan tiba-tiba duduk didepan lia yang sedang asik membaca buku. lia hanya menatap wajah cowok dengan wajah tengil itu lalu kembali sibuk dengan bukunya
"lia, ayo lah, kalo kamu jadi pacar aku, aku pasti rajin belajar, janji" ucap arvan kala itu menunjukan jarinya berbentuk V, Awalnya lia enggan untuk mengiyakan tapi arvan berjanji akan belajar dengan giat maka lia menerima aevan sebagai kekasihnya.
lucu ya, mereka masih usia 17 tahun, dengan latar belakang keluarga yang berbeda dan sifat keduanya berbeda, tapi jika takdir berbicara maka gak akan ada yang tidak mungkin.
sarah memandang lagi cowok yang ada di depannya" kamu serius mau belajar?" tanya lia yang tidak yakin dengan cowok yang ada di depannya
"bukan untuk taruhan kan?" tanya lia TO THE POINT
"emang aku pernah bikin cewek sebagai taruhan"
"menurut mu gimana"
"oke kita bisa pacaran asal nilai kamu semester depan naik, paling gak ya sepuluh besar gimana?
"lia, berat banget syaratnya"
"ya kalo mau, kalo gak ya gak masalah" lia kembali berkutat pada bukunya.
"gak bisa sarat yang lain?"
"kalo kita pacaran, paling tidak harus memberi semangat dalam belajar, bukan hanya senang-senang yang gak jelas hingga nilai keduanya jelek, karena sejatinya menjalin hubungan agar bisa belajar bersama. iya gak"
"iya deh iya, kamu bener, tapi bantu aku belajar ya" arvan mengalah dengan syarat lia, karena sebenarnya arvan hanya ingin memanfaatkan lia saja agar nilainya busa bagus, setiap tugas di bantuin, ternyata lia bener-bener pintar.
dan mulai saat itu pertemanan mereka terjalin hingga akhirnya arvan benar-benar jatuh hati pada lia. mungkin dinamakan senjata makan tuan.
.
.
.
bersambung
__ADS_1