Cinta Lama Belum Kelar

Cinta Lama Belum Kelar
epi 35


__ADS_3

"Al,..."


"heemm"


"marah?"


"gak"


"kok diem aja"


"lagi males aja"


"sudah malam, pulang yuk, kabut sudah mulai turun"


"kan enak kalau kabut turun, jadi kita gak perlu pulang malem-malem"


"Al, jangan gitu dong, nanti Hendra kuatir"


"Bu Sarah bukan anak kecil lagikan"


"bukan begitu Al..." rasanya Sarah tidak dapat membujuk Alvin saat ini, dia masih marah karena tidak bisa menerima perasaan pria belia itu.


"oke jadi gimana biar kita bisa balik" Alvin sedikit melirik Sarah, memikirkan pilihan apa yang pas untuk ia katakan.


"tapi janji gak boleh nolak ya" Sarah sedikit berfikir permintaan macam apa yang akan dia katakan.


"baiklah kamu menang" jawab Sarah setengah hati. tanpa menunggu aba-aba Alvin langsung meraih tubuh Sarah, menarik kepalanya dan menyatukan bibir mereka. Alvin ******* dalam-dalam bibir Sarah yang terasa kenyal dan manis dengan lembut. semakin lama semakin enggan untuk melepaskannya. Alvin merasa ingin lebih dan lebih dari sekedar tautan bibir mereka.


Sarah merasa sesak di dadanya karena tak di beri kesempatan menghirup udara oleh Alvin kemudian Sarah mendorong tubuh Alvin.


"Al...." tanpa menghiraukan ucapan Sarah Alvin merarik Sarah, Alvin memegang kepala bagian belakang Sarah dan di tekan ke arahnya agar dapat memperdalam tautannya. sihir apa sebenarnya yang ada pada Sarah hingga membuat dia tak dapat melepaskan wanita dewasa ini.


merasa cukup untuk kali ini Alvin pun melepaskan tautan nya dan memeluknya.


"maafkan aku Bu Sarah, aku terlalu menyukaimu" Sarah tidak menjawab karena Sarah tidak tau kalau permintaan Alvin di luar ekpektasinya.


"kita pulang" Alvin melepas pelukannya dan meraih tangan Sarah


*****


tepat pukul lima pagi Sarah sampai di penginapan dan masih bersama Alvin.

__ADS_1


"brengsek kamu al, sialan anjiirr, ngapain bawa kakak aku sampai pulang pagi" caci make Hendra mencuat saat melihat Alvin di belakang Sarah


"hend..." Silvia meraih tangan Hendra


"dan kamu mbak, kenapa bisa sama bajingan ini"


"hend, ini gak seperti yang kamu kira, mbak ngak ngapa-ngapain sama Alvin"


"bukan gak mbak cuma belum" bentak Hendra


"hend gue minta maaf karena gak kasih kabar sama kamu tentang Bu Sarah, serius handphone kita berdua mati" jelas Alvin


"aku gak butuh penjelasan mu brengsek, jauhi kakak aku, atau kerjaan kita batal"


"hend jangan seperti ini, gak ada apa-apa aku sama Alvin"


"mbak gak usah bela dia terus, mbak gak Taukan siapa dia sebenarnya"


"maksud kamu"


"Alvin itu bukan anak SMA mbak, bukan siswa yang sekolah di tempat mbak Sarah mengajar" dia mahasiswa di salah satu universitas di Surabaya" Alvin kaget mendengar penuturan Hendra, dari mana dia tau tentang ini, tentang aku yang menyamar jadi anak SMA.


"Al..., apa benar begitu" Alvin hanya terdiam, karena semua yang diucapkan Hendra itu benar, dia memang bukan anak SMA Lagi, dan inilah akhir dari penyamaran yang tidak barhasil.


tok tok tok


"mbak ..mabuk Sarah"


"aku pengen sendiri sil"


"yang sabar ya mbak, jangan pikirkan apa yang di katakan mas Hendra" namun tidak ada jawaban dari Sarah, sementara itu di ruang tamu masih ada Alvin dan Hendra yang bersitegang, sebenarnya bukan Alvin hanya Hendra yang naik darah karena ulah Alvin.


"mau kamu apa Al"


"aku suka sama Bu Sarah"


"tapi kakak ku sudah tau"


"aku tau dan aku tidak peduli"


"apa dia menyukaimu juga" Alvin menggeleng

__ADS_1


"dia masih sangat menyukai pak Arvan" Alvin terduduk dan menunduk di kursi panjang itu, rasanya hancur hatinya mengatakan kebenaran bahwa Sarah memang lebih memilih Arvan.


"sebaiknya kamu sadar, kalau usia kalian memang jauh"


"cinta tidak bisa memandang usia hend"


"tapi aku orang pertama yang akan menentang hubungan kalian jika itu terjadi" ucap hendak dengan penekanan. agar hubungan kerja kita tetap baik lebih baik kamu lupakan mbak Sarah. cari wanita yang seusia denganmu Al" lanjut Hendra namun amarah nya mulai mereda.


Ting..


Hendra melirik benda pipih yang berada di tangan nya


"*iya mas"


"jadi kapan kita ketemuan"


"nanti jam delapan Ki kafe"


"oke, thanks hen"


"santai mas*


"seperti nya kamu sibuk sebaiknya aku pergi" ucap Alvin dan beranjak dari kursinya


"kamu tau siapa yang menghubungi ku"


"tidak ada hubungannya denganku" Alvin berjalan menjauh


"Arvan" ya mas arvan yang menghubungi ku" mendengar nama rivalnya di sebut Alvin sejenak menghentikan langkahnya. lalu melanjutkan lagi dan melambaikan tangan pada Hendra.


"aku pulang". Alvin pergi meninggalkan penginapan Hendra dan lainnya


.


.


.


bersambung


"

__ADS_1


"


__ADS_2