
sudah satu Minggu mereka menikah dan hari ini rencana Sarah akan di boyong ke apartemen Arvan. sedikit keberatan memang ibu gama melepaskannya, karena jika Sarah pergi tidak ada lagi teman untuk bercerita, karena Hendra jelas jika kerja selalu pulang larut.
"ibu jadi kesepian kalau kalian pergi dari rumah" ibu menatap Arvan dan Sarah dengan mata sayu
"nanti kami akan sering-sering main kesini Bu" Arvan mencoba menenangkan hati Bu Fatma
"kalian baik-baik ya berdua, jangan sering bertengkar, kalau ada masalah selesai kan dengan kepala dingin"
"iya Bu, Kami ingat pesan ibu" jawab arvan Sarah hanya diam saja, dia sedih harus berpisah dengan ibunya. karena selama ini dia tidak pernah jauh.
"kamu baik-baik disana ya mbak, jangan bikin repot nak Arvan" wejangan ibu sore ini saat Sarah mau pergi. " nak Arvan saya titip Sarah, tolong jaga anak ibu dengan baik, dan lagi nasihati jika dia melakukan kesalahan" keduanya mengangguk patuh.
"mbak Sarah ini bawel lho mas, kelihatannya saja pendiam" Hendra ya g dari dalam tiba-tiba mengganggu kehikmatan perpisahan antara ibu dan anak
"sudah tau hend" jawab arvan bikin Sarah kesel bukanya minta maaf mereka malah terbahak.
"kalau mbak pergi nggak ada teman aku berantem mbak"
"ya kamu sering-sering main ke apartemen hend, ajak pacarmu biar rame" ucap Arvan
"gampang itu mas, nanti aku akan sering kesana sama ibu juga, iya kan Bu" ibu Fatma hanya tersenyum dan merangkul anak laki-lakinya. dan Sarah pun pergi meninggalkan rumah yang sejak kuliah ia tinggali bersama ibu dan adiknya.
di dalam mobil Sarah meneteskan air mata karena dia sedih karena harus berpisah dengan ibunya juga adiknya. Arvan memeluk istrinya untuk menenangkannya.
"hey sudah dong, apa aku kurang baik untuk membahagiakan mu sayang" Sarah melihat kearah Arvan, dia merasa bersalah karena memang seharusnya dia bahagia dengan kehidupan barunya.
"aku bahagia Van, tapi ini menyakitkan bagiku" Sarah menangis di dadar Arvan, dada bidang yang menenangkan.
"aku janji, kita akan sering-sering menjenguk ibu, oke. sekarang sudah jangan menangis lagi. aku akan merasa bersalah jika melihat air mata itu" heeem..." Sarah mengangguk lalu memeluk Arvan lebih erat
"kita sampai sayang, sini aku hapus air matanya biar lebih cantik" cup tak lupa Arvan membubuhkan kecupan di kening istrinya
*****
__ADS_1
"saya g untuk sementara kita tinggal di apartemen ku ini ya"
"terserah kamu Van, aku ngikut pak bos saja"
"jangan panggil aku gitu dong, masaknaku panggil sayang kamu panggil aku Arvan lah, pak bos lah, besok berubah apa lagi? kata Arvan dengan memeluk Sarah dari belakang
"jadi mau aku panggil apa"heemm "
"cinta"
"norak Van"
"sayang"
"bosan"
"oke Fix honey and swety"
"yups my swety"
"aneh ih Van"
"enggak boleh protes. titik"
"iya iya, honey" cup Sarah mencium pipi Arvan sekilas, berbeda dengan Arvan tiba-tiba tangannya menyusup dari bawah baju yang di kenakan Sarah
"Van geli" Sarah reflek menggeliat
"kan Van lagi"
"iya honey, tapi tangan nya"
"aku mau"
__ADS_1
"kan sudah tadi pagi"
"sekarang sudah sore swety"
"capek" tapi ucapan Sarah tidak dipedulikan Arvan tangan bergerilya dan bibirnya menelusuri setiap inci leher Sarah. Arvan membalikan tubuh Sarah mulai mengecupi pipi hingga berakhir di bibir merahnya dan bermain dengan lembut. sambil menuntunnya keranjang tanpa melepas tautannya. setelah puas bermain di bibirnya Arvan turun menyusuri leher jenj*ng Sarah dan meninggalkan tanda kepemilikan disana, puas melihat lukisan bibirnya di leher,Arvan mulai melepas satu persatu kancing baju sarah. tidak kalah Sarah pun melepas satu persatu kain yang di kenakan oleh Arvan.
Matanya arvan berbinar-binar saat melihat dua gu**ng ke***r yang menyep*l begitu indah nya, Arvan tersenyum lalu tenggelam dalam manisnya buah keny*l yang ada di depannya. dijil*t di gig*t di his*pnya, Sarah tak kuasa menahan hingga desah*n demi desah*n keluar dari bibirnya hal itu semakin membuat Arvan bersemangat.
Tubuh Sarah bergetar hebat saat bibir Arvan Tak hentinya bermain-main di atas d*danya. puas dengan gu**ng ke***rnya, Arvan mulai turun menyusuri perut dan berlabuh di antara dua p*hanya mengecup tanda bahagianya.
"lakukan Van , lakukan sekarang aku mohon" desak Sarah dengan desah*nnya karena sudah tidak tahan akan nikmat sentuhan demi sentuhan dari suaminya. mendengar permintaan sang istri yang sudah tidak tertahankan akhirnya menyatukan tubuh mereka dengan sangat lembut dan nikmat Arvan mengarahkan kejan****ny di kewanitaan Sarah pelan tapi pasti hingga keduanya menahan napas dan dilepaskan bersamaan di barengi dengan naik turunnya Arvan di atas t***h Sarah., sedangkan Sarah memejamkan matanya menikmati penyatuan tersebut.
Arvan tidak tahan melihat istrinya begitu cantik saat mende**h nikmat, diapun melah*p bibir Sarah dengan sangat rakus. mengecupi pipinya sebagai tanda istrinya sangat berharga baginya.
pergerakan mereka saling mengimbangi satu sama lain mereka berpacu dengan kenikmat*n, tautan bibir mereka saling memil*n, menggig*t, mengec*p semuanya jadi satu. napas mereka saling memburu menuntut lebih. pergerakan Arvan semakin cepat dan lebih cepat, tekanannya lebih dalam desah*n, desisan dengus*n dan akhirnya mereka berteriak bersamaan melepas kenikmatan yang rasakan. mereka sudah mencapai klimaksnya. untung mereka hanya berdua di apartemen jadi tidak perlu sungkan dengan kegiatan yang mereka lakukan.
setelah berjibaku dengan kenikmatannya mereka saling memeluk dengan erat. Arvan menciumi istrinya mata, pipi hiding hingga bibirnya. dia bersyukur karena bisa menikahi wanita yang ia cintai sejak masih sekolah menengah. lama mereka terdiam akhirnya Sarah bergerak bangun.
"mau kemana" Arvan melingkarkan lengannya di pinggang Sarah.
"mau mandi Van, sudah sore"
"nanti dulu lah sayang" Arvan menarik kembali tubuh Sarah hingga terbaring di samping nya lagi.
.
.
.
udah dapet belum kemistrinya? susah bener bikin adegan kayak gini๐๐
happy reading ๐ฅฐ
__ADS_1