Cinta Lama Belum Kelar

Cinta Lama Belum Kelar
epi 44


__ADS_3

"Makan dulu yuk" ajak Siska.


"Ayo aku tau tempat makan enak di daerah sini" jawab Alvin.


"Kamu pulang saja Al, kita mau jalan lagi cari keperluan yang lain." Sarah berusaha mengusir Alvin dengan kesal, bukan Alvin namanya jika menurut. dia menarik tangan Sarah di ajak masuk ke mobilnya dan Siska pasti ada di belakangnya.


Sarah berusaha menolak, tapi berbeda dengan Siska, dia dengan asik langsung duduk di kursi belakang, mau tidak mau Sarah mengikutinya.


"Yuk jalan" Alvin memberi kode bahwa dia akan berangkat. perjalanan ke tempat makan itu lumayan memakan waktu tiga puluh menit.


"Nah kita sudah sampai" tempat di depan restoran bebek Jawa.


"Baru ya Al ini resto nya" tanya Siska.


"Yupz, ini resto baru di buka Minggu kemarin, kalau enak beri ulasan ya Bu di sosmed" Jawab Alvin.


"Gampang soal itu, yang penting makan dulu" mereka bertiga masuk dalam resto disambut pelayan.


"Eh bapak, sama siapa nih" ucap pelayan yang terlihat akrab.


"Biasa" jawab alvin dengan mengerlingkan mata pada pelayan entah kode apa yang di maksud.


"Ini menunya silahkan pilih" pelayan memberi buku menu pada Sarah dan Siska sedangkan Alvin terlihat asik mengobrol dengan pelayan itu, sepertinya akrab, dan sedikit tertawa kecil keduanya, lalu sang pelayan melihat Sarah. Saat mata mereka bertemu si pelayan tersenyum dan lanjut ngobrol dengan Alvin.


"Nih pesanan kita" Siska memberikan menu yang sudah di list olehnya. pelayan itu mengambil dan membacakan pesanan Sarah, Siska dan Alvin. pelayan meminta mereka menunggu.

__ADS_1


"Eh Al, kamu kok sepertinya kenal akrab sama pelayan itu." tanya Siska dan membuat Sarah juga penasaran. Alvin melirik Sarah tapi Sarah pura-pura tidak peduli padahal dia penasaran.


"Kenal saja Bu Siska"Alvin menjawab santai


"Kamu sering kesini?"


"Iya aku sering kesini sama teman-teman, Hendra juga pernah kok Bu Sarah kemari bareng Silvia, Yuda juga." jelas Alvin, Sarah hanya tersenyum lalu mengalihkan pandangannya pada ponsel hal itu membuat Alvin cemburu, dia tau siapa yang sedang chatting-ria dengan Sarah. ya tentu saja calon suaminya pikir Alvin.


Tak berselang lama makanan yang dipesan pun datang.


"Kok jadi banyak ini pesanannya" Siska membuka suara dan memandang Sarah, tapi yang dipandang hanya mengangkat bahu dan menatap Alvin.


"Iya maaf, aku yang pesan semua ini" jawab Alvin dengan wajah puppy eye's


"Ya... kita bertiga Bu" jawabnya dengan jail "mempersiapkan pernikahan butuh energi ekstra Bu Sarah" lanjut Alvin tapi Sarah tidak menjawab karena kalau di jawab pasti kejadiannya akan lebih dari sekedar makan pikir Sarah.


"Ya udah kita makan saja" Siska mulai makan dulu.


Ting


ponsel Sarah berbunyi, Sarah pamit angkat telpon dulu pada Alvin dan siska.


"Dimana sayang"


"Masih makan Van"

__ADS_1


"Sama siapa?


"Sama Siska Van, sama siapa lagi, kamu juga kan sibuk"


"Yakin berdua saja?


"Maksudnya apa sih Van?


"Enggak apa-apa sayang cuma tanya" Ada nada tak percaya dari suara Arvan.


"Iya sama Alvin, tadi ...dia ke sekolah sama teman-temannya"


"Teman??iya Nisa dan yang lainnya, kalau nggak percaya ya sudah, tanya langsung saja sama Nisa*"jawab Sarah kesal.


"Iya aku percaya, tadi Nisa sudah cerita"


"Tuh sudah tau, kenapa nanya, masih belum yakin dengan keputusan nya? Sarah mempertanyakan keseriusan Arvan. dan Arvan bukan tidak serius tapi dia tidak percaya pada Alvin.


.


.


.


Happy reading

__ADS_1


__ADS_2