Cinta Lama Belum Kelar

Cinta Lama Belum Kelar
bonus part 3


__ADS_3

"Makan siang susah siap," Sarah teriak dari dapur sekalian membawa sayur kemeja makan. semua orang yang ada di dalam rumah mulai berdatangan satu per satu termasuk Alvin. mereka semua berkumpul di meja makan , Alvin menatap Sarah dengan intens.


"Ayo duduk, makan." ujar Hendra mempersilahkan Alvin duduk.


"Ah iya Hen," jawab Alvin dan mengikuti perintah Hendra lalu duduk tepat didepan meja Sarah. setelah Sarah duduk dimeja nya, giliran Alvin yang tiba-tiba berjalan kearahnya dan berjongkok di depan Sarah, Sarah memiringkan badannya agar berhadapan dengan Alvin. kemudian Alvin mengulurkan tangannya yang membawa sebuah kotak beludru berwarna ungu. semua mata menatap kearah mereka berdua.


"Bu Sarah, setelah semua waktu yang sudah terlewati saat ini aku berani mengungkapkan perasaan ku yang kesekian kali di depan keluarga mu, Maukah Bu Sarah menikah dengan ku?" Alvin membuka kotak ungu itu yang memperlihatkan cincin bermata berlian. entah apa yang Sarah rasakan dengan lamaran mendadak Alvin. dia menatap ibunya yang tersenyum melihat hal itu, Hendra dan Silvia juga sama, Arsa dengan gembira dan memberi semangat kepada Alvin, berbeda dengan Arsy yang masih diam dan menunduk dan membuat Sarah bimbang dengan keputusan yang akan diambil.


"Sebentar ya Al." Sarah berdiri meninggalkan Alvin yang masih berjongkok di tempatnya, Sarah lalu mendekat pada Arsy. Hal itu Membuat hati Alvin berdebar lebih kencang dari sebelumnya


"Mommy." Wajah Arsy memerah seakan ingin menangis. Sarah memeluknya lalu menggendong nya duduk kembali di hadapan Alvin. "Moms?" seakan Arsy bertanya mengapa dia ada disini.


"Mommy akan mengikuti keinginan Arsy, apapun itu." Jawab Sarah sambil memeluk gadisnya di depan Alvin. Alvin mengulurkan kembali cincin yang akan di berikan kepada Sarah pada Arsy . Arsy memandang bergantian cincin itu dan Alvin, juga semua orang yang ada di meja makan. Lalu kembali menatap cincin juga Alvin. perlahan Arsy mengulurkan tangannya dan mengambil cincin bermata berlian itu dari kotak ungunya. Perlahan meraih tangan Sarah dan memasangkannya. semua orang bersorak bahagia, terlebih lagi Arsa langsung berlari memeluk Alvin.


"Daddy..." tak lupa pun dia memeluk adiknya dan berterima kasih karena merestui Mommy mereka dan Alvin. "Good job Arsy, good job," ucapnya berkali-kali.


"Wah....wani tenan koe Al ( wah..berani sekali kamu Al), selamat Yo." ucap Hendra pada Alvin dan masih duduk manis di meja dengan piring nya yang masih kosong. "Langsung makan ya mbak ." tanya Hendra menggoda Sarah. Sarah hanya menggeleng dan tersenyum. merekapun makan siang diselingi dengan becanda.


*Flash Back Off*


Setelah tiga hari dari Alvin melamar Sarah walaupun akhirnya Arsy yang menyematkan cincin di jari jemari Sarah, tidak mengurangi kebahagiaan Alvin yang akan bersanding di depan penghulu dengan Sarah hari ini.


Senyum Alvin tak pernah lepas, dan matanya pernah beralih tetap kepada Sarah yang cantik jelita, menggunakan kebaya putih. Jantung Alvin tak henti-hentinya berpacu bak sedang menunggang kuda.


debarannya itu bisa-bisa membuatnya masuk rumah sakit karena serangan jantung mendadak. "Bisa mati karena jatuh cinta gue." gumam Alvin dengan memegang dadanya.


"Ayo Yo mbak ku?" goda Hendra melihat Alvin metal Sarah takjub.

__ADS_1


"Ho'oh." jawabnya singkat tanpa melepas pandangannya.


"Al..."


"Hemmm."


"Penghulu mu teko."


"Iyo." Alvin hanya menjawab sekilas tanpa mendengar baik-baik kalimat Hendra.


"Al..."


"Apa to Hen." karena kesal Alvin membalikkan badan, yang maksud hati ingin marah karena mengganggunya menikmati ciptaan Tuhan yang paling sempurna baginya, kini hanya tersenyum melihat pak penghulu yang sudah ada didepan nya.


"Nak Alvin sudah siap?" tanya penghulu.


"Siap banget pak..." jawab Hendra dengan lantang, membuat Alvin salah tingkah, sedangkan Sarah hanya tersipu. dan yang lainnya juga ikutan tersenyum.


"Wali mempelai wanita dan mempelai pria silahkan berjabat tangan" ujar penghulu. Alvin pun menjabat tangan Hendra. dan di saat bersamaan wajah Alvin mulai menegang.


"mau pakai bahasa Arab atau latin? tanya penghulu pada Alvin.


"Arab pak."


"Sudah hafal ya?"


"Alhamdulillah sudah."

__ADS_1


"Monggo wali wanita."


" Aku nikahkan engkau, dan aku kawinkan engkau dengan pinanganmu, Kakakku tersayang Sarah Amalia dengan mahar Seperangkat alat sholat, dengan uang tunai sebesar seratus dua puluh juta rupiah dan sebuah apartemen mewah dibayar tunai."


“Qobiltu nikahaha wa tazwijaha alal mahril madzkuur wa radhiitu bihi, wallahu waliyyu taufiq.” (“Saya terima nikah dan kawinnya dengan mahar yang telah disebutkan, dan aku rela dengan hal itu. Dan semoga Allah selalu memberikan anugerah).


"Bagaimana saksi, SAH?" tanya penghulu pada saksi Bara, Rico dan kepala desa setempat juga semua orang yang hadir dalam acara akad nikah tersebut


"SAAAAAAAAAAAHHHH"


"Alhamdulillah..." kemudian pak penghulu membaca doa.


"Amin..."


"Silahkan mempelai wanita dan mempelai pria bersalaman."


Alvin mengulurkan tangan dan di sambut oleh Sarah dan di cium punggung tangan Alvin.


"Alhamdulillah Sah Bu Sarah..."


"HAH?" Sarah memasang wajah aneh dengan panggilan Alvin yang belum berubah.


"Uups.." Alvin menutup mulut dan di sambut gelak tawa oleh peserta yang hadir.


"Mommy... Daddy.." kedua anak Sarah datang dan memeluk keduanya.


HAPPY ENDING 🥰🥰

__ADS_1


"Mampir ke story AYAH UNTUK TARA ya reader"


 


__ADS_2