Cinta Lama Belum Kelar

Cinta Lama Belum Kelar
epi 81


__ADS_3

Arsa dan Alvin tengah asik bermain di zona main anak, sesekali Arsa berlari dan ber toss ria dengan Alvin.


"Ayo om, ikut Arsa main!" Ajak Arsa."Asik om, seru!!!" Arsa berseru dengan Terengah-engah kemudian dia berhenti dan berlari ke arah Alvin.


"Om haus...."Pintanya.


"Kakak mau masih disini atau kita makan eskrim?" tanya Alvin.


"Arsa masih mau main om, tapi Arsa haus...!"


"Oke om belikan minum dulu ya, Arsa jangan kemana-mana!"


"Siap om!" Kemudian Arsa melanjutkan permainannya berlari kesana kemari.


"Mam bukannya itu Arsa?" tanya Nisa tiba-tiba berhenti saat melihat Arsa asik bermain sendiri. Lalu dia berlari mendekat pada sang keponakan.


"Arsa sayang....." Panggil Nisa.


"Kak Nisa...." Jawab Arsa namun dia masih tetap asik bermain.


"Sama siapa sayang kesini?" Tanyanya lagi.


"Sama om Alvin Kak."


"Mana?"


"Masih ambil minum buat Arsa, Arsa haus." jawab Arsa tapi masih dengan bermain.


"Sini yuk sama kakak! kita cari minum."


"Enggak ah, Arsa masih mau main." Jawab Arsa.


"Dasar laki-laki enggak tau diri, sudah menjalin cinta dengan istri orang sekarang berusaha merebut hati anaknya! Kurang ajar!" Ucap Andin dengan kesal.


"Mami bicara apa sih?" Tanya Nisa yang bingung., tidak paham yang di maksud maminya yang tiba-tiba memasang wajah kesal.

__ADS_1


"Arsa....." Alvin datang dengan membawa minuman yang diinginkan jagoan Arvan itu. Arsa lari mendekat.


"Kamu...." Kalimatnya berhenti saat melihat siapa yang ada di depannya.


"Om mana minumnya?" Arsa melompat-lompat hendak meraih minum yang ada di tangan Alvin. "Ommmmm...." Alvin kaget dan langsung memberikan minuman itu pada Arsa.


"Walau kamu bisa berhasil mengambil hati Arsa aku yakin Sarah tidak akan luluh dengan begitu saja." Ucap Andin tiba-tiba dan kemudian Alvin menutup telinga Arsa.


"Maksud nya apa anda berkata seperti itu?"


"Alah, jangan munafik kamu anak muda, saya tau siapa tujuanmu sampai kamu rela menjaga bocah itu!" Ucap Andin pedas dan memang tidak layak di dengar oleh Arsa.


"Mami kenapa sih?" ucap Nisa sambil memegang lengan maminya agar menghentikan ucapan nya.


"Ayo Arsa mami antar kamu pulang." perintah Andin. sambil menarik tangan bocah itu.


"Enggak Arsa nggak mau pulang, Arsa masih pengen main." Arsa mengibaskan tangannya dan berlari untuk bermain kembali.


"Mami apa-apaan sih?" Keluh Nisa.


"Tanpa harta pak Arvan saya masih bisa hidup nyonya, jadi jangan kuatir tentang harta pak Arvan." Jawab Alvin mantap. "Dan lagi, sepertinya anda belum mengenal siapa saya sehingga anda mampu berkata demikian." Balas Alvin kemudian mengalihkan pandangannya pada Arsa.


"Oommmmmm" Arsa melambaikan tangannya, dan lagi Alvin hanya membalas dengan dua jempol.


"Sebaiknya kita pergi mi," Ajak Nisa pada maminya. "Al kita pergi ya, nitip Arsa, dan maaf soal ucapan mami tadi, jangan di masukin hati"Pamit Nisa sekaligus permintaan maafnya dengan wajah tak terbaca. antara malu pada Alvin karena ulah maminya, juga karena kecewa dia baru saja bertemu Arsa sudah harus pergi dan meninggalkan kesan tidak nyaman.


"Oke," Jawab Alvin tanpa memperpanjang kalimatnya.


"Nisa menarik tangan Andin dan menjauh dari Alvin dan Arsa, sekiranya sudah jauh Nisa tak henti-henti nya mengeluh pada maminya yang terang-terangan mengibarkan bendera perang pada Alvin.


"Mami apa-apaan sih, mami enggak tau siapa Alvin?"Tanya Nisa.


"Enggak penting."


"Dia keturunan Agustama mami."

__ADS_1


"Lantas?"


"Mami...Dia pewaris kedua dari perusahaan Tama grup."


"Berarti dia bukan pilihan utama kan?"


"Sementara bukan, tapi setelah dia menikah dia akan menjadi pewaris utama di atas kakaknya."


"Tama grup tidak sebesar mahen residen, jadi tidak perlu kamu khawatir kan."


"Mam...."tarik Nisa pada tas mahal maminya.


"Apa sih kamu." bentak Andin karena kesal pada anak semata wayangnya itu.


"Itu Alvin Agustama mama, pemegang saham nomer tiga di mahen grup."


"Apa?"


"Iya ma..."


"Ma-maksud kamu?"


"Tuan Alvin Agustama dari VinSa Tama?" Nisa mengangguk. "te-terus?"


"VinSa Tama itu perusahaan yang dia bangun sendiri yang bergerak di bidang kuliner khusunya makanan khas Jawa tengah, sedangkan tama grup di bidang property mami."


"Kenapa kamu tidak bilang dari tadi Nisa!!"


"Mami sih, enggak lihatin kode dari Nisa." Andin setengah oleng mendengar penjelasan Nisa. dan dia lebih memilih kursi yang paling ujung di salah satu resto yang ada di mall.


.


.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


Happy reading jangan lupa tinggalin jejak ya🥰


__ADS_2