Cinta Lama Belum Kelar

Cinta Lama Belum Kelar
epi 94


__ADS_3

Tanpa menunggu lagi Alvin langsung menutup laptop nya dan berlari terburu-buru masuk kedalam kantornya, tanpa mengemas barangnya, dia hanya mengambil kunci mobil tapi sayang barang yang di cari tidak ada di tempat, dia membuka semua laci yang ada di ruangan, tapi tidak ada, kemudian bantal yang ada di sofa di lemparkan semua, masih saja tidak ada..." Siiiaaalll, dimana sih gue taruh tadi." keluh nya sambil mengacak rambutnya. Alvin sejenak berhenti lalu kembali memandangi seluruh ruangnya, dan ternyata kunci itu tergantung di pinggir pintu, hedecch Alvin ada-ada kok bisa lupa. setelah menemukan kunci itu dia berlari lagi menuju parkiran.


"Mau kemana bos?" tanya salah satu pegawai yang berselisih jalan dengannya. namun sayang pertanyaan nya hanya dianggap angin oleh Alvin, tanpa menoleh diapun tetap berlari tergesa-gesa.


tit tit


Kunci mobil terbuka, Alvin langsung membuka Pintu, masuk kemudian menutupnya dengan keras. Menyalakan mesin, menginjak gas.


Sedangkan di tempat lain Bara sedang sibuk menyiapkan pakaian yang akan dibawanya ke Bandung. Proyek yang di nanti akan segera terselesaikan dan juga dia sangat rindu ingin bertemu dengan dambaan hati, hal itu membuat Bara berkemas dengan bersenandung. Dia ber henti sejenak dan melihat tingkah nya di cermin, dia tersenyum dan menggeleng kepalanya.


"Gila gue lama-lama kalo mikirin Lo terus Din." Gumamnya sambil berkacak pinggang. "Cakep juga gue, enggak kalah sama Alvin, walau gue bukan keturunan bule." sambungnya yang masih memperhatikan wajahnya. Setelah semuanya siap, Bara membawa koper mereka kebawah.


"Saya bantu pak," Ujar satpam yang melihat Bara agak kesulitan membawa dua koper juga ransel.


"Saya bisa kok pak, terimakasih." jawab Bara tersenyum sopan pada Bara.


"Mau kemana pak? seneng bener kayaknya." Sambung satpam yang kepo melihat Bara membawa koper dengan gembira. Lagi-lagi Bara tidak menjawab, dia tersenyum semakin lebar.

__ADS_1


Turun dari lift Bara langsung menuju mobilnya yang berwarna putih. akhirnya di bantu juga dengan satpam yang membawa kopernya. lalu dia memasukan kopernya kedalam bagasi, sedangkan ranselnya di simpan di jok belakang.


"Terimakasih banyak Lo pak." Ujar Bara, dan satpam pun mengangguk, setelah berpamitan Bara langsung menancap gas menuju resto.


Dua jam lalu dia meninggalkan Alvin sedang duduk di kursi pojok, tempat favorit nya untuk melihat hasil kerja karyawan. entah kenapa dia lebih suka disana dari pada di kantornya di lantai dua yang juga lebih nyaman.


"Dimana Alvin?" Tanya Bara pada salah satu karyawan yang sedang sibuk membersihkan resto.


"Tidak tau bos, di kantornya mungkin." jawab nya sambil menunjuk atas . Tanpa menunggu lama Bara pun langsung ke atas, tapi yang dia dapati kantor yang kosong, tas Alvin pun masih disana.


"Kemana lagi ni bocah?" Gumam Bara lalu mengambil ponselnya berusaha menghubungi Alvin. tapi sayang beberapa kali panggilannya di reject dan akhirnya mati. "Sial, kemana lagi sih Lo Al? gue dah siap begini Lo main ngilang-ngilang lagi." Gerutu bara sambil merebahkan diri di sofa yang empuk di kantor Alvin.


.


.


"Bu Sarah." Alvin berlari dengan cepat saat melihat Sarah terkulai di lantai. "Basah?" ya keadaan Sarah basah, padahal dia tidak terlihat dari kamar mandi.

__ADS_1


"Van..." Sarah merintih kesakitan.


"Ayo kita kerumah sakit." Alvin membawa Sarah perlahan.


"Duduk dulu pelan-pelan Bu, lalu berdiri." ucap Alvin. Sarah bingung dengan kalimat Alvin, tapi dia tidak sanggup untuk mendebatnya. "Sudah bisa berdiri?" Tanya Alvin memastikan Sarah kuat. "Berdiri perlahan ya?" Sarah hanya mengangguk.


Setelah Sarah berdiri Alvin memapahnya keluar kamar .


"Kenapa nak?" Tanya mami Sinta saat melihat Sarah di papah Alvin. "Kok basah?" tiba-tiba saja Bu Fatma dan mami Sinta panik.


" Ayo nak Alvin, itu ketubannya sudah pecah. " ujar Bu Fatma lalu membantu Alvin memapah Sarah dan masuk ke mobil Alvin, sedangkan mami Sinta masih sibuk menyiapkan pakaian untuk Sarah.


"Ayo nak Alvin, cepat sedikit, kasihan bayinya kalo air ketubannya habis." Desakan Bu Fatma membuat Alvin juga ikutan panik. sampai lupa mengabari Bara jika tidak jadi pergi dan menghubungi Devan tentang Sarah.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


Happy reading jangan lupa tinggalin jejak ya🥰


__ADS_2