
seminggu berlalu Alvin menjadi siswa SMA kelas X dan terasa sangat tua di kelasnya, perhatian Alvin tidak pernah lepas dari Sarah " Bu Sarah memang sangat mempesona" gumam Alvin
"kamu suka sama Bu Sarah ya Al" suara nisa mengagetkan Alvin, mendapat pernyataan itu bukannya menjawab namun Nisa mendapat tatapan tidak mengenakan dari Alvin, dan berlalu meninggalkan Nisa
"dih orang sukanya sama Tante-tante" gerutu Nisa dengan kesal.
*****
"Al kurang apa sih aku Al, kenapa kamu lebih milih tante-tante itu" Dinda berteriak karena tidak pernah dianggap oleh Alvin
"Bar, kamu urus DECH pacar kamu ini, bikin aku pusing, ucap Alvin yang melihat bara dengan kesal.
"Al denger aku dulu" Dinda meraih tangan Alvin, namun di hempaskan
"Din, seharusnya kamu menghargai orang yang suka sama kamu, bukan mengejar sesuatu yang tidak pasti" nasihat Alvin pada Dinda
"lalu kamu apa namanya??apa bedanya ma aku, kamu gak pernah melihatku Al" Isak Dinda
"kita beda Din, kamu suka aku dan aku suka sama dia beda alasannya"
"apa beda nya??karena di sudah tua"
"Dinda jaga ucapan mu"
"gak ada yang perlu di jaga kamu sudah bikin aku kecewa"
"Din harusnya kamu melihat siapa orang yang benar-benar sayang sama kamu, bukan memaksanya kehendak seperti ini"
"kamu juga harusnya bisa seperti itu Al"
"aarrggg Dinda....." sudah ya, urusan kita sampai disini, aku gak mau bahas sesuatu yang gak aku inginkan" alvin menyudahi berbicara dengan Dinda "dan kamu Bara, tolong jangan jadi pengecut, dan...." Alvin menjeda ucapnya "gue pergi, semoga kamu berdua baik-baik saja"
"Al kamu jahat" Dinda menangis tersedu di dalam pelukan Bara.
ada yang tau gimana perasaan Bara saat ini, melihat gadis yang dia cintai menangis untuk pria lain, sungguh menyedihkan bukan.
__ADS_1
*****
hari ini cuaca emang agak mendung, Alvin berangkat kesekolah barunya menggunakan motor gedenya, ini motor yang menjadi kebanggaan, karena cewek-cewek di sekolahnya bakal menyambut nya dengan tatapan penuh cinta...aaahhh... sungguh luar biasa. tapi bukan itu yang di inginkan alvin, yang diinginkan adalah perhatian Sarah, tentu saja hanya Sarah.
pagi ini Alvin melihat Sarah mengendarai skuternya lebih kencang dari biasanya, Alvin mengikutinya dari belakang. saat berada di tikungan tiba-tiba ada mobil biru yang sangat familiar di mata Alvin yang dengan sengaja menyenggol motor Sarah hingga oleng dan terjatuh.
Alvin langsung turun dari motornya tapi terlambat sudah ada pria dewasa dan tampan turun dari mobil lain dan menghampirinya.
"sial lagi-lagi aku telat" maki Alvin pada diri sendiri karena kesal.
dari kejauhan Alvin hanya dapat melihat pemandangan yang sungguh menyebalkan" inilah pagi ku, pagi pejuang cinta" gumamnya "semangat Alvin" dia menyemangati diri nya sendiri
namun sesaat dia berhenti mengingat mobil biru yang melintas tadi. " ah sial kenapa harus kamu sih yang melakukan ini" umpat Alvin
****
mengejar cinta Sarah bukan hal yang mudah, banyak pria dewasa yang menyukai nya, sering sekali Alvin di tolak Sarah hanya karena ingin mengajaknya makan siang atau mengantarnya pulang.
mungkin Sarah hanya menganggap Alvin anak kecil kemarin sore, tapi hatinya tidak semuda itu padanya, entah kenapa Alvin sangat menyukai Sarah, hingga saat semua pria dewasa itu mengecewakan Sarah, tetap saja Sarah tidak menganggap Alvin seorang pria, Sarah hanya menganggap nya anak kecil.
"kita mau kemana Al? kok jadi sepi ya jalannya"
"nanti Bu Sarah akan tau, pasti ibu suka"
"kamu ini, aku itu ngantuk Al, malah di ajak jalan-jalan"
"kalo jalan sama aku, ngantuk nya Bu Sarah pasti ilang"
Sarah hanya menggeleng dan tersenyum melihat Alvin yang terlihat bahagia
"nanti gak ada yang marah kalo kamu jalan sama tante-tante" tanya Sarah sengaja menggoda Alvin
"uang ada itu kalo Bu Sarah jalan sama aku pasti ada yang marah" Sarah hanya terdiam, teringat arvan yang menghubunginya tadi pagi, dan akan segera menemuinya.
Alvin tau apa yang dipikirkan Sarah yang tiba-tiba diam. Arvan, ya pria matang itu yang selalu menghalangi langkahnya mendekati Sarah. sedalam apakah cinta Sarah pada arvan, hingga hubungan mereka sulit sekali dipisahkan. dengan berbagai kejadian, beberapa berita tak lantas membuat Sarah mundur dari posisinya sebagai kekasih Arvan. " seandainya saja cinta itu miliknya, pasti akan aku jaga sebaik-baiknya" batin Alvin.
__ADS_1
"kamu kenapa Al, kok bengong, ngantuk"
"mana bisa saya ngantuk Bu kalo ada ibu di samping saya"
"hahahaha... bisa aja kamu ya kalo ngegombal"
"saya gak ngegombal Bu, saya serius"
"oke-oke, serius" ucap Sarah dengan sedikit menahan tawanya.
"kita di pantai Al?
"tul"
"wah bagus banget" mata Sarah dimanjakan oleh pemandangan malam di pantai yang sangat mempesona, sungguh luar biasa jika saja dia disana dengan kekasihnya, mungkin akan menjadi cerita yang berbeda. sayangnya dia hanya dengan Alvin murid sekolahnya yang beberapa kali menyatakan cinta padanya, lucu bukan, saat Sarah mengharap pria matang untuk mencintainya namun yang datang pria belia yang selalu ada untuk menghiburnya.
"gimana? suka? tanya Alvin kemudian menarik tangan Sarah untuk di bawa ke bawah sinar lampu yang temaram.
"suka, makasih ya Al"
"sama-sama Bu Sarah"
"Al kan sudah aku bilang, di luar sekolah panggil mbak atau kakak aja"
"saya gak suka Bu, saya sukanya panggil sayang" jika gadis belia seumuran mungkin Sarah akan sangat bahagia dan pasti melayang rasanya di perlakukan sepesial seperti ini. "hah...lucu bukan," Sarah berusaha menghempaskan rasa aneh yang menyusup.
Pria belia ini sering kali menunjukan hal-hal yang membuat Sarah jatuh cinta, tapi dia sadar siapa dirinya dan siapa Alvin, mereka adalah guru dan murid, tidak bisa di katakan untk bermain api, dan diapun sudah memiliki Arvan, tidak mungkin dia menghempaskan begitu saja, perasaanya pada Arvan sungguh dalam. tidak mudah tergantikan.
.
.
.
bersambung
__ADS_1