
"Thanks ya bel, Lo dah bantu gue untuk bisa magang di perusahaan itu, kalo enggak, nggak tau deh gue mau magang dimana." Ucap Eliana saat mereka membawa surat pengantar dari kampus.
"Santai aja kali na, lagian Lo bisa lolos seleksi untuk magang kan atas usaha Lo sendiri, bukan karena gue." Jawab Bella saat Eliana mengucapkan terimakasih. "Jadi besok kita berangkat bareng ya?"
"Oke, gue jemput Lo, atau Lo jemput gue?"
"Lo jemput gue lah, Lo tau kan mobil gue lagi rewel."
"Oke tuan putri."
Bella dan Eliana berpisah di persimpangan jalan, Eliana kembali ke kosannya, sedangkan Bella pulang ke apartment mewahnya.
Ya Eliana adinda seorang mahasiswa jurusan Akuntansi, berasal dari keluarga sederhana di desa, dia adalah anak ketiga dari empat bersaudara. Dan semua saudara nya adalah laki-laki.
Drrrttt drrttt (Ponsel Eliana berdering).
"Dek dimana?"
"Lagi di jalan kak, mau balik kosan nih."
"Kaka besok mau ke kota, mau nitip apa dari rumah?"
"Enggak deh kak, kakak mau mampir kosan?"
"Rencana sih gitu."
"Tapi besok ana mulai magang kak, enggak papa ya kalo Kaka sendirian di kosan."
"Santai aja, kakak cuma mau ambil barang."
"Ya udah kak hati-hati di jalan."
__ADS_1
"Kamu juga."
Sambungan jarak jauh pun terputus.
"Main tutup sembarangan aja sih Yas ini." gerutu Eliana lalu memasukan kembali ponselnya kedalam tas.
Dia kakaknya sulung nya Eliana yaitu Elias, dia memiliki usaha pengiriman barang, biasanya jika rindu pada adik perempuannya itu dia akan ikut pengiriman barang yang ke kota di Mana Eliana tinggal, sedangkan kakak keduanya adalah elan, dia lebih memilih tinggal jauh di ibu kota, ingin memiliki pengalaman kerja katanya.
Eliana sampai di kosannya, lalu merebahkan badannya, " Capek banget gue." keluhnya sambil menekan-nekan bagian tubuh nya yang sakit. Tanpa membersihkan diri ataupun ganti baju tiba-tiba dia sudah terlelap.
Braaak bruuukk
Suara mengagetkan Eliana dan langsung terbangun, melihat bayangan sosok di kegelapan, dia mau berteriak tapi keburu tubuh Eliana tindih di tutup mulutnya oleh sebuah tangan yang kekar, sehingga dia tidak bisa berkutik.
Diluar terdengar keributan yang tidak terlalu jelas, karena Eliana dalam keadaan setengah sadar dan kaget setengah mati.
"Dimana dia?"
"Jangan sampai kalian mengganggu penghuni komplek ini, bisa runyam urusannya." ucap salah satu dari mereka.
"Kita bubar, cari di setiap sudut dan jangan sampai membangunkan penduduk." perintah salah satunya.
"Johan?" suara lirih keluar dari mulut sosok yang ada diatas Eliana. Setelah semua sepi dan Eliana sudah sadar sedangkan bekapan sosok itu tadi mulai longgar Eliana mendorong dan menjauh dari sosok itu.
"Siapa Lo?"
"So.. sorry, gue bukan bermaksud ganggu Lo, gue...." suaranya di buat sepelan Mungkin.
"Lo maling?"
"Gila Lo, Lo enggak liat gue,"
__ADS_1
"Gelap.."
"Oh sorry." pria itu menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena lawakan Eliana. " Gue di kejar-kejar mereka karena suatu hal, dan Lo enggak perlu tau itu."
"Gue enggak mau tau."
"Oke...oke...jadi gue mohon jangan teriak atau apapun."
"Beneran Lo enggak mau ngapa-ngapain gue?"
"Gue pergi setelah mereka pergi."
"Lo bisa tidur lagi.."
"Oke kalo gitu gue nyalain lampu."
"Jangan dulu, karena gue takut masih di sekitar sini dan mengetuk pintu Lo." sosok bicara dengan setengah memohon.
Akhirnya Eliana pasrah. "Gue mau pipis, boleh enggak?" ucap Eliana dan itu membuat sosok itu ingin tertawa namun di tahannya.
"Lo bukan Sandra gue, kenapa Lo tanya gue mau ke kamar mandi aja."
"Oke," Eliana langsung berlari kekamar mandi membuang hajat. "Gue mau ganti baju, Lo jangan ngintip ya?"
"Inikan lagi gelap?"
MAU TAU LANJUTANNYA BACA NOVEL BARU AUTHOR
SEMOGA SUKA🥰🥰
__ADS_1