
POV ALVIN
"Al, berhenti dulu DECH hujannya keceng nih" ajak Bara.
"mau berhenti dimana, toko-toko pada penuh semua tuh orang parkir"
"tuh ada toko buku, berhenti disana duku sebelum basah nih"
"iya iya bawel" dan merekapun berteduh di teras toko buku yang menjadi salah satu toko favorit di kota itu.
"masuk yuk bar, sekalian ngopi"
"toko buku mana bisa ngopi sih, aneh"
"ya bisa lah, tuh emang gak baca, ada ruang baca dan cafetaria"
"hahha..iya ya, ya udah" Meraka masuk dan memesan sesuatu yang cocok untuk menghangatkan badan mereka
" besok presentasi kamu yang maju Al, aku sama Dion kan udah bikin materinya"
"iya, iya bawel banget, tapi aku juga kan bantuin sih"
"udah pokoknya gitu. titik" dalam seduan yang menghangatkan tubuh mereka bercerita apa saja dari hal gila sampe sesuatu yang bikin mereka terpana
"kenapa Al, kesambet" tapi alvin tidak mengindahkan ucapan Bara, kemudian mengikuti kemana arah Alvin memandang.
"dasar cabul, masih sempat-sempatnya ya liat yang bening-bening"
"Bar kamu lihat gak bidadari kehujanan"
plok
"aduh, sakit" Alvin mengaduh karena kepalanya di Jetak Bara
"sadar Al, sadar dari kelihatannya dia udah berumur"
"emang kenapa kalo berumur" ucap Alvin sambil mengelus kepalanya yang baru saja di Jetak
" cari yang seumuran lah Al, kan ada seril, nada, Dinda yang lagi ngejar-ngejar kamu"
"ambil aja lah, aku gak suka sama cewek centil"
"lah dia, emang kamu tau dia siapa?"
"kita cari tau" Bara langsung menepuk jidatnya karena tau jika Alvin bilang cari tau, dia bakalan kewalahan mengikuti kemauan temanya ini
****
__ADS_1
"gimana Bar, dah tau dia siapa?" dengan malasbara menyerahkan berkas pada Alvin. karena Alvin kadang memintanya melakukan hal-hal yang aneh, bukanya Bara suka, karena dengan Alvin meminta bantuan kepadanya dia juga punya uang tambahan untuknya.
Bara sendiri juga sering dibantu oleh Alvin. karena Bara salah satu mahasiswa yang mendapat beasiswa dari kampusnya dan untuk sehari-hari dia bekerja di kafe Alvin yang lumayan untk memenuhi kebutuhannya. Apapun yang diminta Alvin akan Bara lakukan kecuali hal-hal yang curang. dan Alvin tau itu.
"nah gitu dong, gini kan enak" ucap Alvin menerima berkas itu
"ngapain sih Al, kurang kerjaan banget ya kamu, sudah bingung mau ngabisin duit buat apa? mending kasih aku aja buat makan" gerutu Bara
"dah pesan sana kalo lapar"
"buka gitu , itu orang mau diapain"
"mau di jadikan istri"
"kamu gak waras"
"dia dah tua Al"
"ah masih 29"
"tapi kamu masih 23"
"gak jauh beda"
"kamu gila beneran Al, ada Dinda yang bahenol di agnggurin malah cari emak-emak"
"kayaknya belum, tapi punya pacar"
"masih pacar" ucap Alvin ringan
"sinting nih bocah"
"bar, kalo masih pacar ibarat jamur kuning belum melengkung masih bisa di ambil siapa aja"
"belajar pepatah kuno dari mana tu"
"udah sama pesan makanan, dari pada bawel sama urusan aku"
"urusan kamu tapi yang capek aku juga Al"
"ah resek" Alvin mengabaikan Bara."jadi dia guru di sekolah itu, oke besok aku akan jadi murid SMA'
UHUK....
"SERIUS AL" Bara terdesak minumanya mendengar ucapan Alvin "berulah lagi ni bocah"
"bantu aku cari seragam ntar malem !! cepet habisin makanya"
__ADS_1
"iya iya Al sabar"
"terus Dinda mau di kemanain"
"ambil aja Bar, aku kan gak ada hubungan apa-apa sama dia"
"tapi dia ngebet banget sama kamu"
"Bar, kamu tau ya aku gimana, kalo gak suka ya gak suka dan gak akan berubah jadi suka" Alvin menjeda ucapnya "kamu suka kan sama Dinda, perjuangin dong, jangan jadi bayang-bayang gitu" Bara menghentikan langkahnya.
"maksudnya apa nih bayang-bayang"
Alvin berhenti dan membalikan badannya " jangan cupu jadi orang, aku tau kamu suka sama Dinda, dan apa yang dia mau kamu lakukan biar bisa Deket sama dia teruskan?" suara Alvin meninggi "bahkan saat dia pengen jalan sama aku kamu yang jadi batunya, aku tau Bar, jadi gak usah jadi bayang-bayang Dinda, tunjukkan kalo kamu ada dan dia akan menganggap kamu ada. bukan hanya bayang-bayang"
"gak semudah itu Al"
"karena kamu takut Bar, kamu takut Dinda bakal menjauh, itukan yang kamu takutkan" Bara terdiam benar apa yang dikatakan Alvin, dia cupu
"ya udah kamu sebaiknya balik apartemen"
"kamu kemana" tanpa menjawab Alvin pergi dengan melambaikan tangan.
*****
"pagi Bu"
"pagi, ada yang bisa di bantu" seorang siswa menyerahkan berkas kepada Sarah. Sarah menerima dan membukanya
"oh murid pindahan, langsung keruang ujung ya" Sarah menunjuk ke ruang kesiswaan, bukanya pergi siswa itu mengulurkan tangan pada Sarah dan Sarah menyambut nya
"Alvin Bu, nama saya"
"ah iya, saya Sarah, panggil saja ibu Sarah"
"siap Bu Sarah" Alvin pamit pada Sarah dan menuju ruangan yang di tuju
"kayak mau ngelamar kerja aja pake salaman"
.
.
.
maap reader lama up nya, kurang mood nih
kasih semangat dong😔
__ADS_1