Cinta Lama Belum Kelar

Cinta Lama Belum Kelar
epi 90


__ADS_3

"Om mommy kenapa sih?" tanya Arsa kesal karena tadi sempat di marahin sang mommy.


"Arsa enggak boleh marah sama mommy ya, Arsa bantuin mommy biar tetap sehat saat melahirkan adeknya Arsa." Jawab Alvin mencoba menenangkan Arsa.


"Tapi mommy enggak pernah marah om, dan tadi juga bilang Arsa panggil om dengan sebutan Daddy, Arsa bingung Om."


"Ya sudah kalau ada mommy Arsa panggil om jadi Daddy biar mommy enggak marah, gimana?"


"emmm" Arsa mencoba berfikir."Tapi kenapa harus panggil Daddy sih om? Arsa gak suka tuh."


"Kan om bilang, biar mommy enggak marah sama Arsa. Arsa gak suka kan kalau mommy marah?"


"Oooh gitu ya, oke...kalo ada mommy Arsa panggil om jadi Daddy deh." jawab Arsa sambil tersenyum dan kembali asik bermain.


"Katanya Arsa mau ajak Om toko buku, Kok sekarang mainan?" tanya Alvin.


"O iya, Arsa lupa, hehehe...besok saja ya Om..nangung mainnya." ujar bocah itu yang kembali ke mode serius.


.


.


Sudah larut malam Sarah gelisah dan mondar-mandir keluar masuk kamar. seperti sedang menunggu kedatangan seseorang.


"Kok belum pulang sih, tumben ?" Gumam nya. "Gak biasanya Arvan pulang telat tanpa pemberitahuan." ya Sarah sedang menunggu kedatangan Arvan. Menunggunya suaminya yang beberapa Minggu meninggal beberapa Minggu yang lalu.


"Mami, kenapa Arvan belum pulang ya?" tanya Sarah pada mertuanya.


"Sarah, kamu yang sabar ya nak." mami Sinta hanya bisa menenangkan hati menantunya itu.


"Arvan nggak menghubungi mami?" Mami Sinta hanya menggunakan. "Tumben ya mam, Aku coba hubungi Rico saja ya ma." Sarah pun kembali masuk kedalam dan mengambilnya ponselnya. di cari nama Rico disana lalu di tekan.


Tuuutt


"Rico?"


"Iya Bu Sarah?"

__ADS_1


"Arvan ada?"


"Emm maksudnya?"


"Arvan belum pulang Rico, saya khawatir."


"Tapi Bu..." Rico tidak melanjutkan kalimatnya.


"Mana Arvan, saya mau bicara." perintah Sarah, tapi Rico semakin bingung di buatnya, bagaimana tidak seseorang yang sudah mati di minta bicara.


"Maaf Bu Sarah, saya tidak salah dengar kan?" lanjutnya


"Salahnya dimana? saya bertanya tentang Arvan Rico... kenapa dia belum pulang??" jawab Sarah semakin kesal karena Rico tidak memahami perkataan nya.


"Emm anu, itu, saya coba hubungi dulu ya Bu, karen saya sedang ada meeting di luar." jawab Rico gagap.


"Ya sudah, jangan lama-lama."


tutt


Sarah mematikan ponselnya dan meletakkan kembali di nakas.


"Halooo....."


.....,....,....,..,.,........


Setelah menghubungi Devan, Rico kini mencoba menghubungi Alvin...


"Haloooo...,"


,......,....,....,..,.,........


"Iya gue coba, tapi kalo gagal sorry ya " jawab Alvin atas permintaan Rico . kenapa Alvin, karena itu saran dari Devan.


Sarah yang di rumah masih merasa gelisah menunggu Rico atau Devan menghubungi, tapi tidak kunjung tiba.


Drrrttt drrttt

__ADS_1


"Alvin?" Gumam Sarah mengerutkan keningnya bingung, karena kenapa yang menghubungi nya bukan Arvan ataupun Rico tapi malah Alvin. Mau tidak mau Sarah mengangkatnya dengan ragu.


"Iya Al?"


"Bu Sarah kenapa?" Sarah masih mencerna suara dan kalimat Alvin.


"Arvan?? kenapa kamu pakai nomer handphone Alvin?" tanya Sarah dengan nada tinggi. sedangkan Alvin yang kaget langsung menjauhkan ponsel dari telinganya.


"Bu Sarah kenapa?" gumamnya sambil mengerutkan kening.


"Iya Bu?"


"Ibu ibu, aku istri mu Van, ini sudah larut kamu tidak pulang? kenapa malah main sama Alvin kayak bocah aja, inget umur honey .." ucap Sarah mulai membabi-buta. lagi-lagi Alvin mengerutkan dahinya.


"Jadi wajah dan suara saya di Anggap pak Arvan oleh Bu sarah?" pertanyaan Alvin dalam hati, dan mulai paham maksud dan tujuan Sarah.


"Ah iya, ini ponsel Alvin, saya lupa bawa ponsel sayang " ucap Alvin mencoba menjadi sosok Arvan." Sebentar lagi aku pulang, jangan ditunggu lebih baik kamu tidur dulu ya!!" titah Alvin kemudian.


"Sekarang sudah jam sebelas, mau pulang jam berapa?" tanya Sarah lagi.


"Ini ada pekerjaan ya g agak jauh, jadi mungkin agak lama sampai rumah, kamu jangan menunggu ya sayang, istirahat kasihan dedek di dalam perut " rayu alvin mencoba menenangkan Sarah.


"Makanya kalau pergi harus ada kabar, biar aku enggak bingung.". suara Sarah kini merajuk.


"Iya, iya, aku pulang ya, aku kembalikan ponselnya pada Alvin." ucap Alvin lagi. "Ini ponsel gue mau di balikin kemane." batin nya dengan tersenyum dan geleng-geleng kepala sendiri. sekarang dia ada di Bandung butuh beberapa jam dia harus sampai di Jakarta. karena memang rencana Alvin akan menginap di Bandung, di resto yang baru saja iya resmikan.


Alvin bergegas membereskan barangnya dan memasukkan dalam tas ranselnya juga koper.


"Kemana Lo?"


"Sorry Bar, gue cabut dulu ada urusan penting, Lo lanjutin rencana kita kemarin, kalau ada sesuatu masalah, Lo hubungi gue." ucap Alvin pada Bara tanpa menghentikan aktivitas nya .


.


.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


Happy reading jangan lupa tinggalin jejak ya🥰


__ADS_2