
" Mama kapan datang?" Sarah terkejut saat mamanya Arvan datang. mama Santi pun ber hambur memeluk Sarah.
"Kamu harus kuat sayang, kamu harus sabar" Isakan mama Santi membuat hati Sarah rapuh kembali.
"Sarah kuat mam, Sarah akan berusaha, tapi Sarah mohon jangan tunjukan pada Arvan jika kita tau apa sebenarnya penyakitnya" pinta Sarah pada mama Santi dan ibu fatma.
"Ta-tapi dari mana kalian tau, mam, Bu?tanya Sarah.
"Rico yang mengabari bahwa Arvan sakit, tapi detailnya mama menghubungi Devan"jawab mamanya.
"Maafin Sarah ma, Sarah tidak tau jika Arvan sakit parah" Sarah tertunduk lesu dan menitikkan air mata.
"Kamu yang sabar sayang, mungkin ini sudah takdir"
"Sarah tidak bisa memaafkan diri sendiri mam, kenapa bisa Sarah sebagai istri nya tidak tau apa-apa mengenai penyakitnya "
"Kita semua tidak tau sayang, hanya Devan dan Rico yang mengetahuinya, jd jangan salahkan dirimu" ucap mama Santi dengan mengelus punggung menantunya itu.
"Sekarang Sarah harus bagaimana mam, Sarah rasanya putus asa."
"Jangan bilang begitu, masih ada Arsa yang membutuhkan mu" mendengar nama anaknya disebut tangisan sarah pun pecah. menangis sejadi-jadinya ibu dan mertuanya memeluk Sarah untuk menenangkannya.
"Mommy, what Happen with you?"
"Sorry baby, IM fine."
"Why do you cry mommy?"
"I'am happy because grandma came here"
"Really?not something wrong"
"Yes, i'am sure" setelah yakin mommy-nya baik-baik saja Arsa kembali melakukan aktivitas nya bersama buku-bukunya.
"Ya sudah kamu istirahat saja dulu nak, biar ibu yang buatkan makan siang untuk mu" ucap ibu fatma pada anaknya.
"iya Bu"
"Mam aku ke atas dulu" pamit Sarah.
__ADS_1
"Maaf Bu ini di simpan dimana?" pak Jono masuk membawa cake yang di ambil Sarah dari toko.
"Simpan saja di kulkas pak, juga minta bik asih menyiapkan untuk Arsa, mama juga ibu" jawab Sarah dan langsung naik menuju kamarnya.
"Sini pak Jono, biar saya saja" pinta ibu dengan mengambil bingkisan yang ada di yang pak Jono.
"Baik Bu, terimakasih " Jono pun memberikan kue itu pada bu fatma dan kembali keluar untuk membersihkan mobilnya.
drrttr
'Hendra'
"Iya Hen, kenapa?"
"Mbak baik-baik saja kan"
"Iya baik, keponakan aku apa kabar?"
"Sira baik mbak, mbak ada seseorang atau siapa gitu yang mencari mbak Sarah?"
"Tidak ada, memang nya siapa hen?"
"Iya terima kasih den, salam buat Silvia"
"Iya mbak nanti aku sampaikan"
Setelah mematikan ponselnya Sarah melanjutkan aktivitasnya. dia akan mandi dan beristirahat sebentar.
Tumben sekali Hendra menghubunginya dengan hal yang tidak penting, biasanya dia menghubungi Sarah selalu mengenai pekerjaan, dia membuka cabang toko kue di Surabaya kolaborasi dengan ibu fatma. Sarah mengisi toko kue dengan jajanan modern sedangkan Bu fatma dengan jajanan tradisional. batin Sarah yang sejenak bertanya-tanya "siapa gerangan yang mencari ku di saat suami ku sedang sekarat"
tak lama pun Sarah tertidur karena memang setelah Arvan masuk rumah sakit dia tak pernah tidur dengan nyenyak.
"Mommy mommy mommy" suara Arsa mengagetkan nya dan terbangun dari tidurnya
"Ada apa sayang"
"Mommy Daddy" Sarah yang masih lemas kini langsung berdiri tegak
"Kenapa daddy sayang" tidak menunggu jawaban dari Arsa Sarah langsung turun dari tempat tidurnya
__ADS_1
"Mam, ada apa??" tanya Sarah saat melihat mama Santi berdiri dekat tangga
"Sayang"
"Arvan, kok"
"Maaf sayang aku bosan di rumah sakit" ucap Arvan sambil mendekati istrinya dan memeluknya
"Aku merindukanmu"
"Tadi pagi kita baru bertemu sayang"
"Aku lapar" ucap Arvan manja, tapi dengan nada yang berbeda, ada kesedihan di sana
"Mau makan apa, biar aku buatkan"
"Minta bik asih saja, aku mau berduaan saja" Arvan pun menarik istrinya kembali ke kamar.
"Mam tolong minta bi asih menyiapkan makanan"punya Sarah sebelum Arvan benar-benar menariknya.
"Akan mama panggil kalau sudah selesai sayang" jawab mama santi.
"Honey kamu bikin aku kaget saja" ujar Sarah saat mereka sudah berada di dalam kamar.
"Aku tidak mau jauh darimu sayang "
"Aku tidak akan kemana-mana honey, aku selalu disini untukmu" lagi-lagi Arvan memeluk istrinya dengan erat.
"Honey aku tidak bisa bernafas " keluh Sarah.
"Maaf sayang, aku tidak mau jauh darimu"
"Jangan buat aku berfikir negatif honey..., sikap mu ini mencurigakan, ada yang kamu sembunyikan dari ku " Goda sarah.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung