
Sarah dan siska asik makan siang di kantin sekolah bareng dengan siswa yang lain, sekolah tempat sarah bekerja lumayan mewah, walo bukan yang termewah, jadi guru dan murid dengan menu dan tempat yang sama.
"Selamat makan bu sarah" sarah mendongak melihat sumber suara.
"Alvin, sendiri aja gak sama teman yang lain"
"Saya belum kenal sama yang lain bu, saya taunya ibu sarah" jawab Alvin sambil makan, Meraka bertiga pun makan dalam diam.
"Saya duluan ya Al, lanjutkan makannya" pamit Sarah setelah menghabiskan porsi makan siangnya, yang terdiri dari nasi, telur ceplok, sayur asem tidak lupa sambel terasi nya.
"Bu sarah mau kemana?" tangan Alvin menahan sarah pergi. "saya belum selesai bu, boleh temani saya makan?" pinta Alvin dengan memelas, Alvin sengaja lambat menghabiskan makanannya karena ingin berlama-lama dengan sarah. sebenarnya dia pun mengutuk tingkah gilanya, karena berani memegang tangan seorang guru, tapi bagaimana lagi, alvin jatuh cinta pada pandangan pertama pada gurunya yang cantik dan imut itu.
"Alvin saya masih banyak pekerjaan, jadi silahkan selesaikan makanan mu dengan temanmu yang lain." Sarah pun meninggalkan alvin yang bengong mendengar penuturan alvin, tidak biasanya alvin ditolak mentah-mentah begini, biasanya banyak cewek cantik bahkan tante-tante rela mengorbankan suaminya hanya untuk bersamanya.
"Berani amat tuh bocah tadi sar." gerutu siska.
"Biarin, anak baru, mungkin belum mendapatkan teman yang pas." jawab Sarah jumawa. Kini Siska dan Sarah kembali ke ruangan dan menyelesaikan pekerjaan yang tertunda.
*****
"Daddy tumben jemput Nisa?kan ada pak Tio?"tanya Nisa saat melihat daddy-nya berdiri di samping mobilnya dengan gagahnya, tapi Arvan tidak mengindahkan pertanyaan Nisa dan mencari sosok yang di rindu kan selama dua bulan tidak bertemu.
"Bu Sarah pulang naik apa?" tanya Alvin yang tiba-tiba sudah ada disampingnya.
"Alvin bikin kaget saja" Alvin hanya memperlihatkan dua barus gigi putih nya.
"Bu sarah naik apa pulang" Alvin mengulang pertanyaannya.
"Hh ya, saya naik ojol, karena motor saya lagi rewel" jawab Sarah singkat tanpa melihat Alvin. tiba-tiba Alvin memegang tangan sarah kembali. "Bu sarah tunggu disini, kita pulang bareng." ajakan Alvin tepat berada dimana arvan berdiri.
"Bu sarah sudah ada yang jemput anak muda." suara bariton Arvan mengagetkan mereka berdua.
__ADS_1
"Ayo sayang kita pulang" Arvan merangkul pinggang Sarah dan menarik Sarah dalam cengkeramannya.
"Jadi daddy nggak jemput Nisa tapi jemput bu Sarah?" Nisa sudah muncul di belakang arvan dengan manyun.
Arvan menepuk jidat nya, melupakan sosok bawel yang dari tadi mengikutinya.
"Nisa pulang bareng pak Tio,tuh" Arvan menunjukan dimana sopirnya berdiri dan mendorong pelan Nisa ke arah mobil jemput nya.
"Dan kamu anak muda, silahkan ambil kendaraan mu dan segera pulang, kasihan mama menunggu" Arvan menepuk pundak alvin dan membawa sarah dalam mobilnya.
"Sial," Umpat Alvin dengan menendang angin karena kesal. "kenapa sih selalu saja ada masalah saat gue suka sama orang." gerutu Alvin dan kembali ke arah parkiran mengambil motor merah kesayangan nya.
"Kenapa kamu kesini?" tanya Sarah jutek karena kesal, setelah permintaan maaf itu dia menghilang tanpa menghubunginya.
"Marah?" Arvan menggoda Sarah sambil mencolek hidungnya.
"Enggak, kenapa marah."perkataan itu menunjukan kalau Sarah benar marah, dan itu membuat arvan senang.
"Jangan marah lagi ya, sekarang mau makan apa?"
"Aku gak lapar, kita pulang aja"
"Makan di rumah?"
"Arvan, sudah ku bilang pulang, gak mau makan"
"Oke-oke" Arvan melakukan kendaraan ya dengan sangat lambat dan mengambil kotak bludru berwarna biru dan diberikan kepada sarah
"Apa ini?"
"Buka saja"
__ADS_1
"Cincin? maksudnya?
"Ya itu buat kamu"
"Sebagai?
"Hadiah"
"Peringatan apa"
"Hari kita yang ke 10 tahun"
"Jangan gila kamu" Sarah mengembalikan kotak biru itu pada Arvan.
"Oke" Arvan memasukan kembali cincin berlian yang bertuliskan nama sarah dan Arvan.
"Sarah pulang, ibu" Sarah langsung masuk di dalam rumah di ikuti oleh Arvan.
"Mas Dimas?"
"Dek sa - rah" ucapan dimas terhenti ketika melihat siapa yang ada di belakang sarah.
.
.
.
Bersambung
Happy reading jangan lupa tinggalin jejak ya🥰
__ADS_1