Cinta Lama Belum Kelar

Cinta Lama Belum Kelar
epi 97


__ADS_3

Beberapa hari setelah persalinan sarah lebih banyak diam dan kadang menangis, dia tidak lagi mencari Arvan atau Arvan kW.


"Kamu kenapa sayang? Lihatlah bayi kecil itu sangat lucu bukan?" Ujar mami Shinta mencoba membuat Sarah tersenyum.


"Arvan tidak bisa melihat malaikat kecil itu mi." jawab Sarah lalu terisak.


"Ikhlaskan nak, relakan lah dia pergi." Mami Sinta memeluk erat Sarah.


"Sarah enggak kuat mi, Sarah ..Sarah...." tangisan Sarah pun pecah sebelum melanjutkan kalimatnya. Mau tidak mau mami Sinta pun ikut menangis karena tidak tega melihat Sarah sedemikian tersiksa nya.


"Bagaimana Sarah bisa bertahan mi?Kenapa Arvan tega pergi duluan." keluhnya masih dengan menangis."Bagaimana Sarah membesarkan Arsa dan adiknya sendirian mi?"


"Ada mami sayang, kamu harus kuat, kamu tidak boleh lemah, ada kami yang akan selalu ada untukmu dan anak-anak." mami Sinta melepas pelukannya dan menatap Sarah dan memegang pundaknya "Anak mami harus kuat! iya kan?"


Sarah yang di tatap menggeleng kuat." Sarah tidak sanggup mi."


"Kalau tidak sanggup kamu boleh cari pengganti Arvan." jawab mami Sinta membuat Sarah lebih shock lagi.


"Mami?" Sarah melepas tangan mami Sinta dari bahunya.


"Kamu harus memikirkan anak-anak Sarah."


"Mami, kuburan Arvan belum kering, kenapa mami tega minta Sarah cari pengganti nya?".


"Itu kan permintaan terakhir Arvan bukan?" Sarah hanya menunduk. Karena memang Arvan lah yang menginginkan dirinya menikah lagi, tapi sudah di tentukan siapa pria itu.


"Sarah belum bisa mi."


"Mami ngerti, mami juga tidak memaksa, Mami cuma kamu mau memikirkan dulu, karena ini juga demi kebaikanmu dan anak-anak.


.


.


Tuut ttuut


"Halo."


"Al bisa kita bicara?"


"Bu Sarah?"


"Iya, ini saya."


"Bisa Bu. Kapan?"


"Besok, di resto kamu boleh."


"Baik Bu, Mau saya jemput?"


"Tidak perlu, saya pergi sendiri."


"Ada apa kiranya bu Sarah mencarinya?" pikir Alvin. karena setelah melahirkan dia sama sekali tidak pernah berhubungan dengan Sarah. bahkan sekedar menanyakan kabar saja tidak. Dia rindu sosok Sarah yang manja saat dia mengandung, rindu saat dia ngambek dan tidak mau melakukan apapun saat Alvin menjadi Arvan KW . "Bu Sarah, apakah kamu tidak merindukan ku?" Gumam Alvin lirih.


"Iye kangen.." seseorang tiba-tiba muncul di depan pintu.


"Nisa?"


"Iya gue kangen ma Lo?"


"Gue enggak ."


"Lo jahat banget sih Al ma gue."


"Ada apa Lo kesini?"

__ADS_1


"Di bilang kangen enggak percaya."


"Jangan ngadi-ngadi lo Nis, Ada perlu apa Lo?"


"Di bilang kangen enggak percaya."


"Tau ah, bodo amat." ucap Alvin lu mengalihkan perhatian pada pekerjaannya.


"Gue cuma mau bilang Al, Lo harus hati-hati ma nyokap gue."


"Gue enggak peduli sama keluarga Lo."


"Tapi Lo peduli sama Bu Sarah kan?"


"Maksud Lo?" Alvin menghentikan pekerjaannya memandang Nisa dengan mengerutkan dahinya.


"Soal saham Daddy, mami enggak terima dengan wasiat yang diberikan, Bisa jadi kalau grandma kembali ke malang mami akan berbuat nekat sama Bu Sarah."


"Kenapa Lo kasih tau gue?"


"Biar Lo bisa jaga Bu Sarah?"


"Maksud Lo?"


"Gue tau Lo suka sama Bu Sarah sejak kita masih sekolah dulu, walau Lo murid palsu. dan sampai sekarang Lo masih suka kan?"


"Iya terus hubungan nya ma Lo apa? dan kalimat Lo yang baru datang itu tadi maksudnya apa?"


"Oh itu .. gue mau ngetes lo aja, cinta Lo sama Bu Sarah bisa goyah atau enggak."


"Lo gila ya?"


"Bukan itu saja Al, nyokap gue juga pengen kita Deket, tapi gue enggak mau, karena gue tau siapa yang Lo suka." Alvin hanya menghela nafas berat. "Sebenarnya gue pengen ngomong sama Lo sejak lama, tapi gue tau Lo sibuk sama Bu Sarah yang hilang ingatan, jadi gue tunggu sampai keadaan membaik."


"Lo tau?"


"Ya kalian memang luar biasa," Ucap Alvin kesal. "Nenek Lo sebenarnya sayang gak sih sama Bu Sarah?" sambungnya lagi.


"Bu Sarah itu mantu kesayangan, pasti berat jika harus melepasnya Al."


"Gue gak bawa kabur,"


"Nyokap gue yang takut harta Bu Sarah Lo ambil."


"Ambil semua milik Bu Sarah, gue enggak kekurangan, gue bisa kasih lebih."


"Pede banget sih Lo Al, bakal di terima Bu Sarah."


"Gue kurang apa coba?


"Lo kurang ajar Al, masak guru sendiri di kawinin."


"Gue suka."


"Serah Lo dah, dan Lo juga harus hati-hati sama Berta, dia ngebet banget ma Lo.!"


"aaahh....pusing gue ma kalian."


" Lo kan tau Berta udah suka ma Lo sejak dulu."


"Gue tau."


"Nah Lo tau, kenapa diem aja "


"Gue enggak suka."

__ADS_1


"Tapi dia bisa nekat Lo Al."


"Maksud Lo?"


"Dulu emang dia biasa aja, tapi sekarang bukan Berta yang gue kenal dulu, gue ngeri." Ucapan Nisa mengingatkannya terakhir kali bertemu dengan Berta tentang BESTie. "Lo pernah ketemu Berta di Jakarta?" tanya Nisa kembali dan dijawab anggukan.


"Berta sekarang pindah ke Jakarta ikut Bayu sepupu nya. Lo ingatkan Bayu?" lagi-lagi hanya anggukan. "Sepertinya Berta sudah memilih target jadi dia bisa ngelakuin apa aja."


" Gue jadi pusing, kenapa ada aja sih masalah dalam hidup gue yang berkaitan dengan kalian."


"Kalau Lo Deket lagi sama Bu Sarah, masalah lama Lo pasti muncul Al."


"Enggak ngerti gue."


"Karena Bu Sarah itu ada di masa lalu Lo, mungkin juga masa depan."


"Apaan sih?"


"kemarin-kemarin Berta diem aja, karena tau Lo jomblo, dan dia juga tau Lo kencan dengan siapa aja termasuk pegawai nya Bu Sarah?"


"Lo tau?"


"Dulu Berta sering cerita apa aja tentang Lo."


"Gila bener tu bocah."


"Dia bukan bocah lagi Al, dia gadis seksi, ya walau di mata Lo cuma Bu Sarah." ucap Nisa memperjelas kalimatnya. Yah hanya itu yang mau gue kasih tau, Lo bisa jaga-jaga aja, dan lagi Al, Lo jangan pernah angkat telpon dari gue,"


"Maksudnya?"


"Kalau gue telpon Lo, pasti ada mami di samping gue, itu karena perintah mami."


"Gue bingung sumpah."


"Gue sudah punya cowok, mami enggak setuju karena enggak setajir Lo."


"What?"


"Mami gue matre Al, bokap gue di tinggal karena perusahaanya bangkrut."


"Nah ada lagi cerita? Lo buka semua cerita pasti ada tujuannya kan?"


"Lo tu Al, gue dah baik malah Lo curiga ."


"Karena ya...Lo tau lah, gue siapa, dan gue gimana."


"Gue kasih tau Lo itu demi Tante gue Bu Sarah dan juga sepupu gue, Arsa dan Arsy."


"Jadi."


"Tolong jagain mereka, gue takut kalau mami mulai bertindak nekat."


"Nekat gimana maksudnya?"


"Ya sejak Bu Sarah kembali ingatannya, mami memiliki misi tersendiri dan gue enggak tau itu apa, gue cuma bilang ma Lo, tolong jagain mereka."


"Kenapa Lo percaya sama gue?"


"Karena Daddy percaya sama Lo." hal itu membuat Alvin kaget. Benar memang jika Arvan sangat percaya padanya untuk menjaga Sarah dan anaknya. dan Nisa pasti tau itu. "Ya udah gue cabut. Inget ya Al, mungkin ini terakhir kita ketemu, doa gue semoga Lo bahagia." setelah mengatakan kalimat janggal itu Nisa pun pergi. kini Alvin yang kebingungan dengan semua cerita Nisa.


.


.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


Happy reading jangan lupa tinggalin jejak ya🥰


__ADS_2