Cinta Lama Belum Kelar

Cinta Lama Belum Kelar
Episode 11


__ADS_3

Saat Rara tengah asyik bekerja, tiba-tiba ponselnya berbunyi. Dia melirik dia berharap agar bosnya yang menyebalkannya itu tidak meneleponnya kembali.


Mesti di ketahui, walaupun di dalam kantor, Tian akan selalu telepon Rara tidak ke telepon kantor, melainkan ke ponselnya.


“Nomor siapa ini?” tanya Rara yang langsung mengangkat ponselnya.


“Halo, Rara cuantik, apa kabar?” tanya suara seorang perempuan.


“Ini siapa,ya?” tanya ragu Rara.


“Astaga,Ra, ini aku Erika, parah kamu sahabat sendiri lupa,” gerutu Erika dalam telepon.


“Dih, siapa sendiri nomornya baru,” pembelaan Rara.


“Tumben telepon, ada apa?” tanya Rara.


“Entar sore kamu sibuk, enggak? Ketemuan, yuk! Kangen loh aku sama kamu,” kata Erika.


“Oia, sekalian ada seseorang yang katanya kangen juga sama kamu,” katanya lagi.


“Siapa?” tanya Rara penasaran.


“Nanti ketemuan jam 5 di Waroeng Kita, ya,bye,” tutupnya.


Panggilan telepon pun berakhir. Rara juga penasaran mengenai siapa sosok yang Erika maksud.


Karena kebetulan jam yang di tentukan sahabatnya ini jam 5, mengharuskan Rara tidak bisa pulang dahulu ke rumah untuk mandi dan bersiap-siap. Untung saja, Rara selalu membawa perlengkapan make up dan juga parfum.


Rara meperhatikan jam di tangannya dan ternyata sudah jam 3, sehingga Rara memperbaiki make upnya yang tadi pagi dan tidak luput dia menyemprotkan parfum di blazer miliknya. Tindakan ini tidak luput dari pantauan bosnya Tian yang memperhatikan Rara dari ruangannya.


“Mau kemana dia?” tanya penasaran Tian.


“Pasti ketemu cowok itu,” ucap kesel Tian.


Tepat jam 4 Rara sudah merapihkan mejanya dari berkas-berkas yang menumpuk, setelah melihat semuanya sudah rapi, Rara mengambil tasnya untuk segera pulang.


Tok..tok..


“Pak Bos, saya pamit pulang dulu, ya,” pamit Rara yang masuk ke dalam ruangan Tian.


Tian yang sedang sibuk berkutik dengan komputer hanya menjawab dengan deheman. Setelah Rara keluar dari ruangannya, Tian dengan penasarannya melirik memperhatikan Rara yang sudah berlalu.


***


Seseorang wanita dan seorang pria rupanya sudah menunggu Rara sedari tadi.


Rara yang sudah sampai mencari keberadaan sahabatnya yang memang sudah setahun tidak dia ketemui,maklum sahabatnya ini lebih memilih menetap di Singapura ketimbang di Indonesia.


“Erika,” panggil Rara.


“Akhirnya yang di tunggu datang juga,” ucap Erika yang langsung menarik lengan Rara untuk duduk di sebelahnya.

__ADS_1


Rara memperhatikan sosok pria yang berada di depan Erika, lalu Rara menatap Erika seakan ingin mengtahui sosok pria yang berada bersama dengan mereka.


“Oia, Ra, ini Aldo, inget enggak?” tanya Erika.


“Aldo??” tanya Rara bingung.


“Astaga! Aldo Rahardian? Temen kita waktu SD yang gendut dan culun itu!” ucap Rara.


“Eh, maaf,” kata Rara yang sadar dengan keberadaan Aldo.


“Iya,” ucap Erika memastikan.


“Astaga! Ya, ampun sekarang beda jauh banget, enggak makan berapa tahun, Do?” tanya Rara penasaran.


“Ya, adalah setahun,” kata Aldo.


“Seriusan?” tanya Rara terkejut.


“Enggak, kok, cuman olahraga aja,” ucap Aldo.


“Oia, kok kalian bisa barengan?” tanya Rara penasaran.


“Iya, ternyata dia ini tetangga aku di Singapur,” ucap Erika.


“Oia?!” tanya Rara tak percaya.


Perbincangan ketiga sahabat yang sudah lama tidak bertemu ini masih berlanjut dan semakin seru, bahkan mereka sampai lupa dengan waktu.


“Eh, aku ke toilet dulu,ya,” kata Erika yang langsung meninggalkan Rara dan Aldo berduaan.


“Tian,” ucap Rara dengan terkejut.


“Eh, maksud saya Pak Bos,” ungkap Rara terbatah.


“Oh, kamu tadi buru-buru pulang kantor, ternyata mau pacaran?”kata Tian.


“Pacaran? Aku enggak pacaran, kok,” kata Rara.


“Ini buktinya,” ungkap Tian yang tidak mau kalah.


“Tuh, temenku satunya lagi dateng,” kata Rara yang menunjuk ke arah Erika.


Kok kaya gue ketauan selingkuh,sih,gerutu Rara dalam hati.


“Sekarang aku bukan pacarnya Rara,kok,” kata Aldo di tengah keheningan.


“Tuh,sekarang kita enggak pacaran,” Rara yang menegaskan.


“Sekarang?! Nanti?!” kata Tian menegaskan.


“Eee, ya.. kalau nanti, ya enggak tahu,” kata Rara yang terbatah.

__ADS_1


Di sisi lain, Aldo dan Erika yang menatap perdebatan antara bos dan seketarisnya ini membuat mereka beranggapan bahwa hubungan mereka lebih dari sekedar bos dengan sekretaris.


“Sekarang jam 7, udah puas ‘kan ngobrolnya? Sekarang kamu pulang sama aku, enggak baik anak perempuan pulang malem-malem,” kata Tian.


“Tapi,pak, ini kita baru pesen makan malam,” gerutu Tian.


“Udah, nanti aku beliin lagi,” kata Tian yang sudah menarik Rara. Sedangkan kedua sahabatnya hanya bisa terdiam dengan tingkah laku mereka.


Rara yang berjalan di samping Tian hanya mengerutkan wajahnya dengan perlakuan Tian yang membuat Rara malu.  Tian hanya melirik Rara yang cemberut.


“Bapak, kok bisa ke sini?” kata Rara.


“Aku bosen di rumah, jadi aku muter-muter di mall sambil cari makan malem, eh, ngeliat kamu yang masih pakai pakaian kantor,” kata Tian.


“Kamu laper?” tanyanya.


“Iya!” gerutu Rara.


Tian hanya tersenyum dengan bentakan gerutu Rara, akhirnya dia mengajak Rara untuk makan malam.


Setelah makan malam, “Ra, udah makannya? Kita jalan-jalan bentar, yuk,” kata Tian.


“Ini ‘kan, udah malem, kata bapak anak perempuan mana boleh pulang malem-malem,” sindir Rara.


Tian yang mendengkus kesal dengan sindiran Rara, akhirnya mengalah dengan langsung mengajak Rara pulang.


Tidak ada perbincangan antara keduanya di dalam perjalanan pulang,”masih marah?” kata Tian di tengah keheningan.


“Nih, biar kamu enggak marah lagi,” Tian yang menyodorkan sekotak es krim.


“Wah, es krim, kapan bapak belinya?”


“Tadi.”


“Udah enggak ngambek ‘kan? Jadi, aku di maafin enggak?” tanya Tian.


“Karena bapak udah beliin aku es krim, jadi aku maafin deh,” ucap Rara dengan tersenyum.


“Nah, gitu dong, kamu kalau senyum cantik,” ungkap Tian.


“Apa? Cantik? Udah dari dulu kali,” kata Rara dengan percaya diri.


“Ya, udah, kamu jangan tidur malam-malam dan inget besok jangan telat!” perintah Tian.


“Ye, emang aku pernah telat?”


“Ya, udah sana keluar!” usir Tian.


“Iya-iya, ini aku keluar.. Oia, terima kasih buat makan malam dan es krimnya.. hmm, satu lagi, selamat malam,” kata Rara yang di balas senyum oleh Tian.


Sepeninggal Rara, Tian yang berada di dalam mobil tersenyum dengan apa yang di katakan Rara tadi.

__ADS_1


***


BERSAMBUNG ^^


__ADS_2