
"pagi swety" suara serak Arvan menyapa Sarah yang sedang asik memasak untuk mereka sarapan dengan memeluk ya dari belakang
"pagi honey" Sarah membalikkan badannya dan mencium pipi suaminya. "sudah sana mandi dulu, bau acem" goda Sarah
"kamu pagi sekali bangunnya, aku cariin di kamar sudah nggak ada"
"hari ini aku mulai mengajar honey, jadi harus bangun lagi"
"aku antar?"
"enggak usah, aku bisa sendiri"
"kalau dari sini agak jauh sayang dari sekolahmu"
"tapi kamu belum mandi honey"
"aku bisa mandi cepat"
"besok saja, kamu mandi sana setelah itu sarapan, aku mau berangkat dulu ya"
"jadi aku sendirian nih" Sarah hanya tersenyum melihat suaminya manja.
"honey... jangan cemberut gitu dong, aku jadi nggak nyaman mau berangkat kerja" ucap Sarah dengan memeluk suaminya
"kalau begit nanti pulang kerja aku jemput nggak pake nolak, oke"
"siap bos ku" cup Sarah mengecup bibir Arvan dan berlari meninggalkannya sendirian
"swety jangan menggodaku di pagi hari, kamu bisa tidak jadi berangkat kerja" ancam Arvan Dengan berjalan menyusul Sarah masuk kekamar.
"honey... ampun, aku tidak bermaksud menggoda mu" Sarah sudah terhimpit didinding oleh tubuh Arvan, mau menghujani Sarah dengan kecupan di seluruh wajah Sarah tak ketinggalan ******* bibirnya dengan lembut.
"mau lanjut?" goda Arvan
"stop, aku sudah terlambat" jawab Sarah
"memohon lah dengan lembut sayang"
"baiklah my honey, pujaan hatiku, tolong lepaskan tanganku, aku sudah terlambat bekerja" tak lupa Sarah memonyongkan bibirnya agar di cium Arvan. Arvan tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. di lahap dengan rakus bibir mungil yang merah karena sudah memakai lipstik.
"kan kalau begini aku harus berdandan lagi honey"
"jangan salahkan aku sayang, kamu selalu membuatku mabuk"
"jadi sekarang aku bisa berangkat?"
"oke baiklah aku menyerah" Arvan melepas tangan Sarah dan tidak lupa mengecup keningnya. "nanti aku jemput, ingat" ujar Arvan
"baiklah, aku akan menunggu mu sampai kamu datang" janji Sarah dengan menunjukan wajah ayunya "aku berangkat sekarang boleh? tanya Sarah
__ADS_1
"jangan lupa tunggu aku"
"siap" Sarahpun berangkat setelah memesan ojek online.
****
"duh yang pengantin baru, sudah sehat Bu" goda Siska saat mereka bertemu di depan gerbang sekolah
"apaan sih sis? resek DECH" Sarah tersipu malu
"sampe berapa ronde nih?"
"hust, nanti di dengar orang" Siska hanya ketawa melihat wajah merah Sarah. dan merekapun mengobrol ringan hingga sampai di kantor.
"selamat menempuh hidup baru Bu Sarah" beberapa rekan kerja Sarah mengucap selamat dan memberi beberapa bingkisan. "maaf ya Bu Sarah kita nggak sempat datang" ucap salah satu dari mereka
"iya nggak apa, terimakasih lho ini bingkisan nya ibu bapak, saja jadi merepotkan" ucap Sarah dengan menyalami beberapa orang diantaranya.
setelah selesai mereka kembali ke meja masing-masing, dan mulai berkutat dengan pekerjaannya.
"wah jam pertama sampai jam terakhir" gerutu Sarah
"kenapa??
"jadwalku penuh"
"semangat" ucap Siska dengan mengangkat lengannya memberi semangat Sarah, bukanya senang dapat semangat tapi malah manyun.
***
"duluan aja Bu Siska, saya masih mau siapkan materi untuk kelas XII"
"masih banyak"
"heemm"
"ya udah aku duluan ya" Siska pun meninggalkan meja kerja Sarah
kletek
ada tangan yang meletakkan sesuatu di atas meja Sarah, Sarah melihat siapa pemilik tangan itu.
"Alvin"
"makan dulu jangan sampai sakit" lalu Alvin pergi, Sarah tidak menghentikan nya juga lupa mengucapkan terima kasih. dia masih termangu melihat punggung tegap itu.
dibukanya tempat makan dua lapis itu, lapis atas ada nasi beserta lauknya, terlihat enak Sarah mencicipi salah satu lauk tersebut.
Lapis kedua
__ADS_1
DEG
Jantung Sarah hampir copot saat melihat kotak kecil bludru berwarna biru tua.
perlahan Sarah membukanya
"selamat atas pernikahan nya, semoga bahagia, namun jika tidak bahagia datanglah padaku, aku akan membahagiakan mu" dilihat Sarah benda di dalam kotak itu, cincin bermatakan berlian sungguh indah sekali. tapi kalimat nya sungguh membuat Sarah emosi.
di Tutup kembali kotak makan itu dan di abaikan Sarah. "di terima atau dibuang saja hadiah dari Alvin ini" batu Sarah, di buang kan sayang. "ah di bawa saja, ini kan hadiah tidak lebih" dan Sarahpun melanjutkan pekerjaan nya dan mengabaikan makanan itu.
sudah pukul tiga sore, Sarah sudah selesai mengerjakan dan itu tandanya sebentar lagi bel pulang sekolah berbunyi.
"duh capek banget, baru selesai cuti langsung di bombardir dengan kerjaan yang menumpuk" ucapnya sambil meregangkan Badannya karena kelelahan. Siska sudah pulang karena dia ada keperluan dengan Dimas.
Sarah mengirimkan pesan pada Arvan, mengabarkan bahwa dia sudah selesai dan menunggu nya.
saat menunggu Sarah bukanya keluar sekolah tapi masih di meja kerja untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan yang belu selesai.
tiga puluh menit kemudian, Sarah mengecek ponselnya dan memeriksa pesan dari Arvan, tapi ternyata pesannya belum terbaca. "apa perlu aku telfon" batin Sarah. namun saat hendak menekan tombol dial. di urungkan niatnya. Sambil menunggu lebih baik jika dia menyelesaikan pekerjaannya.
tiga puluh menit kedua. belum juga di buka. maka Sarahpun mencoba menghubungi Arvan
tuuut
klik
"honey, jadi menjemput ku atau tidak, Kenapa tidak membalas pesan ku" cerocos Sarah saat ponsel di seberang sana diangkat
"dia tidak bisa menjemput mu, dan sebaiknya kamu tidak pulang"
klik
saluran seluler nya di putus
suara wanita yang mengangkat ponsel suaminya. Sarah bukanya menutup telponnya tapi dia sangat shock dengan pendengaran nya barusan.
"Arvan, ada apa ini" batin Sarah. siapa dia?kenapa dia bisa mengangkat ponsel suaminya
Sarah mencoba menghubungi nya lagi tapi sayang ponsel itu sudah tidak aktif.
.
.
.
hayo siapa yang angkat. baru seminggu menikah apa sudah mulai perang dunia "ketiga"
penasaran tunggu epi berikut nya ya
__ADS_1
happy reading 🥰