Cinta Sheila

Cinta Sheila
S2 Jordan Berulah


__ADS_3

"Apa yang mau kamu bicarakan Elle?" tanya Sean yang sudah mendudukkan dirinya di sofa tunggal di sebelah Grizelle.


Grizelle bangun dari duduknya dan mendekati Sean kemudian setengah berjongkok sembari memegang lengan kanan Sean.


"Sean, tolong beri aku satu kesempatan lagi untuk memperbaiki hubungan kita. Kita mulai lagi semuanya dari awal ya," pinta Grizelle dengan suara yang dibuat selembut mungkin.


Sean menepis tangan Grizelle pelan.


"Maaf Elle, tapi dari awal kita memang tidak ada hubungan apapun bukan? Jadi tidak ada yang perlu untuk diperbaiki," tolak Sean halus.


"Sean kenapa kamu bicara seperti itu? Kamu masih marah ya karena dulu aku lebih milih Zayn daripada kamu? Aku terpaksa waktu itu Sean. Zayn mengancam akan membuat perusahaan Papa-ku bangkrut kalau aku tidak mau menjadi pacarnya."


Sebuah kebohongan yang mengalir dengan manis dari mulut Grizelle. Sean tentu tau itu.


"Cukup Elle. Ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan masa lalu kita. Dulu kita adalah teman, sekarang pun kita juga tetap adalah teman," tegas Sean.


"Tapi aku suka sama kamu Sean," kata Grizelle menegakkan tubuhnya dan sedikit berteriak.


Sempat terkejut, tapi kemudian Sean terkekeh pelan menanggapi perkataan Grizelle itu.


"Sayangnya aku tidak memiliki perasaan apapun sama kamu,,, Grizelle," balas Sean penuh penekanan.


"Dan kurasa tidak ada lagi yang perlu untuk kita bicarakan. Jadi aku mohon sama kamu untuk pergi dari sini sekarang juga karena aku masih ada urusan lain," sambung Sean.


"Apa ini karena gadis pelayan cafe itu?" tanya Grizelle dengan mata yang dibuat mulai berkaca-kaca.


"Jaga bicara kamu Elle. Masalah ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan Sonia. Tapi karena aku memang sudah lama kehilangan perasaanku ke kamu Elle," tegas Sean.


"Kamu jahat Sean. Kamu jahat," kata Grizelle sembari mulai menangis.


"Maaf Elle, tapi perasaan seseorang tidak bisa dipaksakan. Dan sekarang, aku mohon dengan sangat kamu pergi dari sini. Aku masih ada urusan lain," usir Sean secara halus.


"Kamu tega Sean. Kamu jahat," teriak Grizelle.


Grizelle kemudian berbalik dan setengah berlari keluar dari apartemen Sean.


'Kurang ajar. Semuanya meleset, tidak seperti yang aku bayangkan. Awas kamu Sean, aku tidak akan menyerah semudah ini. Tunggu saja, aku pasti bisa dapetin kamu Sean,' gerutu batin Grizelle.


🌸🌸🌸


Acara makan malam dan perpisahan Fifi berjalan dengan lancar. Dan karena acara sudah selesai, satu per satu dari mereka pun mulai berpamitan, sekaligus mengucapkan salam perpisahan kepada Fifi. Kini tinggal empat sahabat itu yang masih tertinggal. Sonia, Hana, Tari, dan Fifi.

__ADS_1


"Gue balik juga ya Fi. Udah dijemput sama pacar gue. Pokoknya sukses selalu buat Lo. Dan jangan lupa kabarin kita-kita disini, oke," pamit Tari.


"Pasti dong Tar. Oke, Lo hati-hati ya. Makasih udah mau dateng," balas Fifi.


"Yup. Gue balik duluan ya Han, Ana," pamit Tari kepada Hana dan Sonia.


"Iya, hati-hati," balas Hana dan Sonia.


Setelah berpelukan dan mengucapkan salam perpisahan Tari pun meninggalkan restoran tersebut. Tidak lama kemudian suami Fifi pun datang menjemput sehingga mau tidak mau Fifi pun juga pulang dan berpisah dengan Hana juga Sonia.


"Lo balik bareng gua aja ya An, udah malem loh ini," kata Hana sembari berjalan keluar dari restoran bersama dengan Sonia.


"Nggak usah Han. Makasih sebelumnya, tapi suami aku udah bilang kalau dia mau jemput," tolak Sonia.


Ya, Hana sudah tau kalau Sonia sudah menikah, tapi belum tau siapa suami Sonia. Waktu Sean pulang malam karena meeting dengan Mr. Kim hari itu, Sonia pulang diantar oleh Hana.


Hana yang sebelumnya sudah tau kost-kostan Sonia tentu saja jadi bingung ketika Sonia menyuruhnya mengantarkan Sonia ke apartemen yang letaknya tidak jauh dari kantor mereka itu. Dari situlah akhirnya Sonia menceritakan kepada Hana kalau dia sudah menikah karena sebuah kejadian yang tidak terduga. Tapi Sonia tidak memberitahu siapa suaminya dan Sonia juga meminta Hana untuk merahasiakan hal tersebut dari yang lainnya untuk sementara waktu.


Sena tadi sudah mengirim pesan kepada Sonia kalau sudah ada seorang anak buah Sean yang mengawasi Sonia di parkiran. Dan Sean juga mengirim pesan kepada Sonia bahwa dia akan datang sedikit terlambat karena ada hal yang harus dibicarakan dengan Sammy terlebih dahulu.


Saat ini Sonia dan Hana sedang duduk di kursi besi yang ada di halaman restoran tersebut. Hana memutuskan untuk menemani Sonia sampai jemputannya datang. Tapi tiba-tiba saja mereka berdua dikejutkan dengan kedatangan Jordan dan kawan-kawannya.


"Jo-Jordan?" Sonia sampai tergagap karena begitu terkejut.


"Siapa dia An?" tanya Hana.


"Di-dia..."


"Wah, teman kamu cantik juga. Guys, kita dapet dua sekaligus nih," celetuk Jordan yang disambut tawa dari ketujuh kawan-kawannya.


Rey, anak buah Sean yang ditugaskan untuk menjaga dan mengawasi Sonia, menangkap adanya sinyal bahaya. Melihat situasi dimana dirinya kalah dalam jumlah dan harus melindungi dua orang sekaligus, Rey pun segera mengirim pesan meminta bantuan kepada teman-temannya. Setelah itu Rey segera turun dari mobil dan bergegas menghampiri Sonia dan Hana.


"Nona," panggil Rey seraya berlari mendekat.


"Rey," balas Sonia.


Tadi Sena sudah mengirimi foto Rey agar Sonia bisa mengenali Rey dan tidak salah paham dengan keberadaan Rey.


"Hohoo, ada yang mau jadi pahlawan kemaleman rupanya," cibir Jordan setelah melihat Rey yang langsung pasang badan di depan Sonia dan Hana.


"Tekan jam Nona sekarang," bisik Rey sembari sedikit menengok ke belakang.

__ADS_1


Sonia segera menekan tombol di samping jam tangannya. Ya Sonia ingat jika dulu Sean juga pernah berpesan kepadanya untuk menekan tombol di samping jam tangan itu jika terjadi sesuatu hal yang berbahaya.


"Nona dan teman Nona cari tempat yang aman dulu saja. Biar saya yang menghadapi mereka. Jangan khawatir Nona, sebentar lagi bantuan akan segera datang, bos Sean juga pasti segera tiba," kata Rey lagi.


"Iya. Kamu hati-hati Rey," pesan Sonia.


Rey membalas dengan menganggukkan kepalanya. Sonia dan Hana pun segera menyingkir untuk mencari tempat yang dirasa lebih aman.


"Woy, jangan ikut campur Lo ya," teriak Jordan marah.


Dan ketika Jordan hendak beranjak mengejar Sonia dan Hana secepat kilat Rey segera menghadangnya dan memukul wajahnya. Perkelahian pun tak terelakkan lagi. Melihat Rey yang dikeroyok oleh Jordan dan kawan-kawannya Sonia dan Hana hanya bisa berdo'a semoga bantuan segera datang.


🌸🌸🌸


"Ada apa Bang nyuruh gue kesini?" tanya Sammy setelah mendudukkan dirinya di sofa ruang tamu apartemen Sean.


"Kenapa Lo kasih tau apartemen gue ke Grizelle?" tanya Sean dingin, menahan emosinya.


"Lah, gue salah ya Bang?" tanya Sammy bingung. "Sorry deh. Gue kirain Abang juga masih ada rasa ke dia. Soalnya dia bicaranya juga ngeyakinin gue banget kalau dia mau memperbaiki hubungan dia sama Abang. Nggak enak juga dilihatin banyak orang dia ngerengek-rengek gitu, ya udah deh akhirnya gue kasih."


"Lo tuh ya,,," geram Sean dengan menggeretakkan giginya.


"Sorry Bang, sorry. Sorry banget kalau gue udah salah," sesal Sammy.


"Lain kali lebih hati-hati lagi. Jangan sembarangan kayak gitu. Dan satu lagi, gue udah nggak ada rasa apapun lagi ke Grizelle, apalagi hubungan, nggak ada sama sekali," tegas Sean.


"Iya deh Bang, gue salah, gue minta maaf," Sammy benar-benar menunjukkan penyesalannya.


Bip Bip!!!


Tiba-tiba terdengar suara alarm dari jam tangan Sean yang seketika menyala berwarna merah.


"Kok jam Lo bunyi Bang? Warna merah? Siapa yang dalam bahaya Bang?" tanya Sammy memberondong.


"Oh sial," umpat Sean. "Lo ikut gue Sam, kita pergi sekarang juga!"


"Oke Bang."


Tanpa membantah dan bertanya lebih banyak lagi Sammy segera bangkit dan menyusul langkah Sean yang begitu tergesa-gesa. Sean terlihat begitu panik dan cemas, membuat Sammy kebingungan.


'Baru kali ini gue lihat Bang Sean sepanik ini. Ada apa sih sebenarnya? Siapa yang lagi dalam bahaya?'

__ADS_1


__ADS_2