Cinta Sheila

Cinta Sheila
Tentang Celine


__ADS_3

Sore itu sesuai rencana Steven menemani Sheila periksa kehamilan ke dokter kandungan. Kania sudah terlebih dahulu mendaftarkan nama Sheila ke klinik dokter obgyn yang kebetulan adalah tantenya, adik dari ayahnya, dokter Wirawan, sehingga mempermudah Sheila dan Steven.


Steven begitu takjub mendengar detak jantung calon bayinya dan melihat perkembangannya melalui layar monitor USG. Steven memang selalu saja seantusias itu untuk masalah apapun yang menyangkut calon bayinya.


"Alhamdulillaah semuanya sehat Steve, istri dan bayi kamu, semuanya dalam kondisi baik," kata dokter Wanda menjelaskan.


"Alhamdulillaah, makasih Tante," balas Steven tersenyum lega.


"Skripsi kamu udah selesai kan Shei?"


"Udah Tante, tinggal sidangnya aja."


"Kalau begitu Tante resepin vitamin-vitamin kayak biasanya aja ya. Istirahat yang cukup ya Shei, itung-itung mengganti waktu yang kemarin habis buat bikin skripsi," pesan dokter Wanda.


"Iya Tante," jawab Sheila patuh.


"Ngomong-ngomong, pengen tahu jenis kelamin bayinya nggak nih?" goda dokter Wanda.


"Udah kelihatan ya Tan?" tanya Steven antusias.


"Udah kok. Emang kalian pengennya cowok atau cewek?"


"Cowok atau cewek nggak masalah buat Steven Tan, yang penting ibu dan bayinya sehat," jawab Steven mantap. Sheila tersenyum mendengar jawaban Steven tersebut.


"Tapi kan biasanya kalian para lelaki punya ambisi tersendiri dengan anak cowok?"


"Emang bener Tan. Kalau punya anak cowok tuh rasanya suatu kebanggaan tersendiri, ada yang nerusin nama keluarga dan juga kerja keras kita. Tapi kalau buat Steven sendiri nggak masalah sih Tan kalaupun anak ini nantinya cewek, kan nanti Steven sama Sheila masih bisa bikin lagi," jawab Steven nyeleneh yang langsung mendapat pelototan tajam dari Sheila.


Dokter Wanda dan suster yang mendengarnya hanya bisa tertawa mendengar perkataan Steven itu.


"Tapi kayaknya Tuhan lagi berbaik hati sama kamu Steve, menurut pemeriksaan Tante jenis kelamin bayi kalian ini cowok," kata dokter Wanda menjelaskan.


"Alhamdulillaah," jawab Steven dan Sheila bersamaan.


Setelah mengucapkan terima kasih dan berpamitan Steven dan Sheila keluar dari ruang pemeriksaan dengan raut wajah bahagia.

__ADS_1


Steven mengajak Sheila untuk makan malam terlebih dahulu sebelum pulang. Sesampainya di restoran.


"Tumben Mas makan malam di luar, kan masih sempat kalau mau makan malam di rumah?" tanya Sheila setelah pelayan pergi membawa catatan pesanan makanan mereka.


"Sekali-sekali nggak pa-pa dong sayang. Sekalian ada yang mau Mas bicarakan sama kamu."


"Tentang Celine?" tebak Sheila.


"Iya, Mas cuma nggak mau nanti kamu salah paham. Kamu mau dengerin penjelasan Mas kan?"


"Tentu, kenapa enggak," jawab Sheila dengan tersenyum lembut.


"Jadi Celine itu anaknya temen Mama. Dari kecil Mas, Bang Dika, Ken, kak Kania, Danny, dan Celine selalu bermain bersama karena mama-mama kita juga sering kumpul. Tapi setelah lulus S1 Celine melanjutkan S2 nya di London, kebetulan Mama dan Papa-nya juga pindah kesana. Dan baru hari ini kami bertemu lagi dengan Celine setelah empat tahun lebih berpisah," Steven mulai menceritakan kepada Sheila.


"Maaf sebelumnya, tapi kok aku ngerasa kalau Celine suka ya Mas sama Mas Steven?" tanya Sheila hati-hati.


Steven nampak menghembuskan nafas kasar sebelum menjawab.


"Iya sayang, itu memang benar. Dulu saat masih sekolah memang Celine beberapa kali nembak Mas, bilang kalau dia suka sama Mas. Terakhir pas wisuda, sebelum akhirnya dia memutuskan pindah ke London. Tapi ya gimana, jujur Mas cuma nganggep dia sebagai adik, nggak lebih, makanya Mas selalu nolak dia. Kan kamu tahu sendiri Mas itu anak tunggal, dan dengan Celine Mas jadi bisa ngerasain gimana rasanya punya adik perempuan. Dan juga waktu itu Mas memang mau fokus dulu ke pendidikan Mas, nggak mau mikir masalah cinta-cintaan dulu."


"Terima kasih," kata Sheila ramah.


"Sama-sama Tuan, Nyonya, selamat menikmati," balas pelayanan tersebut sopan kemudian pamit undur diri.


"Kita lanjutkan ngobrolnya sambil makan ya sayang," kata Steven yang dibalas anggukan dan senyum manis dari Sheila.


"Kamu tahu sayang, bahkan waktu itu pernah Celine meminta kepada orang tuanya untuk menjodohkan Mas dengan dirinya. Waktu itu Mama hampir setuju, tapi Papa menolak keras. Papa bilang sebelum Mas bisa membuktikan kalau Mas bisa memimpin perusahaan dengan baik, Papa tidak mengijinkan Mas berpacaran, dengan siapapun itu," Steven melanjutkan ceritanya di sela-sela aktivitas makan malam mereka.


"Dan Mas tidak keberatan dengan peraturan dari Papa?"


Steven menggelengkan kepalanya.


"Enggak sama sekali. Karena waktu itu kan Mas memang ingin fokus ke pendidikan Mas dulu. Dan setelah wisuda Celine memutuskan untuk pindah ke London, menyusul orang tuanya sekalian melanjutkan S2 nya disana."


"Tapi aku bisa melihat kalau Celine masih menyukai Mas Steven sampai sekarang."

__ADS_1


"Mas tahu itu sayang. Tapi sungguh, Mas nggak ada perasaan apapun ke Celine selain sebagai seorang adik. Dan asal kamu tahu sayang, justru Ken yang sejak dulu menyimpan perasaan cinta kepada Celine."


"Ah, ternyata feeling ku tidak salah ya. Aku sempat melihatnya tadi, rona bahagia di wajah Ken terlihat berbeda."


"Istrinya Mas peka banget sih, jadi makin cinta deh," kata Steven sambil mengelus pipi Sheila, keduanya tersenyum penuh sayang.


"Terus rencana Mas kedepannya gimana?"


"Kita lihat aja dulu, gimana langkah Celine kedepannya setelah tadi Mas bilang kalau Mas sudah menikah dan kamu juga lagi hamil anak Mas. Mas berharap sih Celine mau mengerti dan menerima. Tapi jujur Mas juga sedikit khawatir, karena Celine yang Mas kenal adalah orang yang ambisius dan keras kepala."


"Sayang, Mas mohon sama kamu untuk selalu percaya sama Mas ya. Seandainya nanti kamu mendengar sesuatu yang tidak-tidak tentang Mas, Mas harap kamu jangan langsung percaya. Mas minta tolong apapun yang kamu dengar klarifikasi dulu sama Mas kebenarannya, bicarakan dulu sama Mas, jangan langsung percaya, ya," pinta Steven bersungguh-sungguh.


"Iya Mas, insya Allah aku akan selalu percaya sama Mas Steven," jawab Sheila meyakinkan.


"Entah kenapa, tapi Mas merasa kalau Celine tidak akan menyerah semudah ini."


"Kita hadapi sama-sama ya Mas, apapun yang akan terjadi nanti. Oh iya, kalau boleh aku tahu, sebesar apa sih Mas rasa suka Ken ke Celine?"


"Bisa dibilang Celine adalah cinta pertama Ken. Dan sikap playboy Ken selama ini yang sering gonta-ganti pacar adalah salah satu cara dia untuk mengalihkan perasaannya pada Celine yang susah sekali Ken dapatkan itu. Dan karena sekarang Celine sudah balik ke Indonesia, Mas justru berencana untuk membantu mendekatkan Ken dengan Celine. Biarkan Ken berusaha semaksimal mungkin untuk memperoleh cintanya. Seandainya pun hasilnya nanti Ken tetap tidak berhasil, seenggaknya Ken sudah berusaha maksimal, jadi biar Ken juga bisa move on dan nggak terjebak terus pada cinta pertamanya."


"Maaf Mas, tapi apa nggak sebaiknya Mas Steven bicarakan dulu mengenai rencana Mas ini sama Ken dan Danny? Biar bagaimanapun kan ini menyangkut Ken juga Mas. Aku nggak mau kalau sampai nanti terjadi kesalahpahaman yang justru bisa membuat hubungan persahabatan Mas Steven, Ken, dan Danny menjadi rusak," saran Sheila.


"Tentu sayang. Mas juga sudah memikirkan hal itu. Dan memang Mas rencananya akan membicarakan masalah ini dulu dengan Ken dan juga Danny."


"Aku berdo'a semoga apapun hasilnya nanti, itu merupakan ketetapan yang terbaik dari Allah SWT untuk kita semua ya Mas."


"Iya sayang, Mas juga berdo'a seperti itu. Kamu bantu Mas dengan do'a dan rasa percaya kamu kepada Mas ya sayang."


"Iya Mas, pasti. Aku akan selalu berdo'a untuk Mas Steven dan aku juga akan selalu percaya sama Mas Steven."


"Terima kasih banyak sayang. Mas beruntung banget memiliki istri yang sabar dan pengertian seperti kamu sayang."


"Aku juga beruntung memiliki suami seperti Mas Steven yang selalu terbuka dan tidak pernah menyembunyikan apapun dariku."


"Komunikasi yang baik adalah kunci langgengnya sebuah hubungan sayang. Itu yang harus selalu kita pegang teguh selain rasa saling percaya dan memahami satu sama lain."

__ADS_1


"Iya Mas."


__ADS_2