Cinta Sheila

Cinta Sheila
Ibu Mertua


__ADS_3

Tok tok tok.


Pintu kamar diketuk seseorang ketika Sheila baru saja keluar dari walk in closet, menata baju dan yang lainnya di lemari. Steven yang rebahan di ranjang pun ikut mendongak.


"Biar aku aja Mas," kata Sheila dan Steven mengangguk mengiyakan.


"Iya," sapa Sheila setelah membuka pintu.


"Maaf Nona, Tuan dan Nyonya menunggu Nona dan Den Steven untuk makan siang di bawah," kata pembantu paruh baya itu sopan.


"Oh iya Bik, kami segera turun."


Sheila menutup pintu kamar setelah pembantu itu pamit undur diri.


"Papa sama Mama nunggu kita di bawah untuk makan siang Mas," kata Sheila.


Lagi-lagi Steven hanya menganggukkan kepalanya, kemudian beranjak berdiri dan keluar dari kamar disusul oleh Sheila.


'Irit ngomong banget sih, dari tadi cuma ngangguk aja jawabnya. Huft, sabar Sheila, dia suami kamu sekarang, meski mungkin cuma setahun dua tahun aja.'


Semuanya makan dengan tenang di meja makan.


"Sheila besok Senin kamu sudah masuk kuliah lagi kan?" tanya Ricko di sela makannya.


"Iya Pa, besok Senin ada jadwal kuliah pagi juga," jawab Sheila sopan.


"Kamu mau bawa mobil sendiri atau bareng Steven aja nak?" tanya Ricko lagi.

__ADS_1


Sheila dan Steven sama-sama mengangkat wajahnya karena kaget.


"Emmhhh, Sheila nggak mau ngerepotin Pa, biar besok Sheila bareng temen-temen Sheila aja kayak biasanya," jawab Sheila sedikit sungkan.


"Tapi nak-"


"Besok aku yang anter Pa," potong Steven cepat menghindari masalah semakin bertambah panjang.


Sheila membulatkan kedua bola matanya, tercengang mendengar perkataan Steven.


"Nah begitu lebih baik, Papa juga bisa merasa tenang," Ricko merasa lega.


Sheila menoleh ke arah Steven, mencoba mencari jawaban. Sayangnya Steven tetap acuh dan melanjutkan makannya dengan tenang.


Selesai makan siang Ricko mengajak Steven ke ruang kerjanya untuk membicarakan masalah perusahaan. Seperti kebiasaannya di rumah Jefri, Sheila membantu membereskan meja makan.


"Tapi Nyonya..." Bik Minah yang lebih senior tidak jadi melanjutkan perkataannya dan menunduk begitu melihat kilat mata tajam Nyonya besarnya.


"Sheila kamu bereskan meja makan, setelah itu cuci semua yang kotor. Tadi kan kamu tidak ikut menyiapkan makan siang bukan? Sebagai gantinya saya mau kamu yang memasak dan menyiapkan untuk makan malam nanti, paham?" kata Amelia dengan nada memerintah.


Sedikit kaget tapi Sheila tetap mengangguk. "Baik Ma."


"Bik Minah, Mbak Siti kalian bersihin halaman belakang sekarang."


"Baik Nyonya," jawab Bik Minah dan Mbak Siti bersamaan kemudian pamit undur diri.


Amelia lalu pergi meninggalkan Sheila sendirian. Sedikit kaget dengan perlakuan ibu mertuanya, tapi Sheila tetap menjalankan apa yang tadi diperintahkan oleh Amelia. Sheila merasa bersalah juga karena memang benar tadi dia tidak ikut membantu menyiapkan makan siang.

__ADS_1


Sesuai perintah Amelia tadi, malam ini Sheila juga memasak dan menyiapkan untuk makan malam dengan dibantu Bik Minah dan Mbak Siti. Steven dan Ricko cukup lama di ruang kerja sehingga tidak mengetahui masalah yang terjadi.


"Hmm, sepertinya ini bukan masakan Bik Minah maupun Mbak Siti. Sheila apa kamu yang memasak makan malam ini nak?" tanya Ricko setelah mulai menyuap makanannya.


"Iya Pa. Apakah rasanya tidak enak?" tanya Sheila ragu.


"Tidak sayang, justru ini enak sekali. Benar kan Ma, Steve?" Ricko meminta pendapat Amelia dan Steven.


"Iya Pa, ini rasanya enak banget. Gimana kalau untuk sarapan besok biar Sheila juga yang masak?" usul Amelia.


"Papa sih setuju saja. Tapi kita tidak boleh menyusahkan menantu kita dong Ma."


"Apa kamu keberatan Sheila?" tanya Amelia.


"Oh, tidak Ma. Sheila tidak keberatan sama sekali. Sheila juga tidak merasa disusahkan kok Pa."


"Bagus, kalau begitu besok kamu masak lagi buat sarapan ya," kata Amelia.


"Baik Ma."


Selesai makan malam. Kejadian seperti tadi siang terulang lagi. Amelia selalu memanfaatkan keadaan. Setelah Ricko dan Steven meninggalkan meja makan Amelia meminta Sheila yang membereskan meja makan dan mencuci piring kotor.


Amelia bahkan sudah memberi peringatan keras kepada kedua pembantunya untuk tidak melaporkan hal tersebut kepada Ricko maupun Steven, atau mereka akan kehilangan pekerjaan mereka.


'Aku kok ngerasa kalo Mama sedikit tidak suka ya padaku. Sejak di acara pernikahan kemarin, bahkan kejadian hari ini juga. Ah tidak, mungkin ini hanya perasaanku saja. Ayolah Sheila, jangan berpikiran negatif.'


Sheila menggelengkan kepalanya pelan, mencoba menghilangkan pikiran buruk di kepalanya.

__ADS_1


__ADS_2