Cinta Sheila

Cinta Sheila
Double Syukuran


__ADS_3

Minggu pagi ini kediaman Ricko disulap sedemikian rupa untuk melaksanakan acara 'double syukuran' mendadak yang direncanakan oleh Steven dan Sheila. Syukuran ulang tahun pernikahan Steven dan Sheila yang pertama sekaligus syukuran empat bulanan kehamilan Sheila.


Semua keluarga, beberapa tamu undangan, dan anak-anak panti asuhan Ricko sudah duduk berkumpul,melingkar di ruang keluarga yg begitu luas. Acara pun dimulai oleh MC dari event organizer yang dipercaya menangani acara 'double syukuran' tersebut.


Mulai dari pembukaan hingga sambutan tuan rumah oleh Ricko. Kemudian dilanjutkan membaca surat Yassin dan Ar Rahmaan bersama-sama sebagai wujud syukur kepada Allah SWT dan kirim do'a. Dilanjutkan dengan Santi yang mewakili Steven dan Sheila membaca surat Luqman, yang berisikan banyak nasehat dan petuah dalam mendidik anak.


Suara merdu Santi mengalun membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an, menghipnotis semua yang hadir. Begitu juga dengan Ken yang begitu terpesona. Ken merasakan kedamaian yang melingkupi seluruh hatinya mendengar lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an yang dibaca oleh Santi.


Acara dilanjutkan dengan sedikit siraman rohani dari ustadz yang kebetulan juga dipercaya oleh Ricko untuk mengurus panti asuhan miliknya. Selesai ceramah, ustadz kemudian membacakan do'a untuk sang calon bayi beserta kedua orang tua yang diamini oleh semua yang hadir pada acara tersebut.


Setelah acara ditutup dengan bacaan hamdalah, acara kemudian dilanjutkan dengan makan bersama dan ramah tamah di area taman belakang rumah.


Banyak ucapan selamat dan do'a didapatkan Steven dan Sheila dari keluarga, sahabat-sahabat, dan tamu undangan yang hadir. Do'a untuk kelanggengan rumah tangga mereka dan juga untuk kelancaran kehamilan dan persalinan Sheila nanti.


"Selamat ya Shei. Happy first anniversary, samawa ya, semoga selalu langgeng sampai kakek nenek nanti. Dan juga semoga kehamilan kamu lancar sampe lahiran nanti, ibu dan bayinya sehat dan selamat," do'a Sylvia tulus.


"Aamiin. Makasih banyak kak," balas Sheila. "Kak Sylvia sendiri gimana, udah ada kabar baik?"


"Sayangnya belum Shei," jawab Sylvia sedikit murung.


"Nggak pa-pa kak. Umur pernikahan kakak kan masih baru juga. Jangan dijadikan beban ya kak," Sheila mencoba membesarkan hati Sylvia.


"Max dan Bunda juga bilang gitu Shei. Tapi justru Mamah aku sendiri yang selalu nanyain dengan nggak sabar, kesannya kayak ngerongrong kakak banget Shei," keluh Sylvia.


"Yang sabar kak, mungkin Mamah nya kakak udah nggak sabar kepengen gendong cucu. Minta do'a beliau aja dong, semoga disegerakan, do'a seorang ibu kan manjur kak."


"Kamu itu Shei, selalu aja berpikiran positif. Makasih ya Shei, kakak jadi semangat lagi nih," kata Sylvia mulai tersenyum kembali.


"Harus dong kak. Positif thinking bikin hati kita tenang. Sama-sama kak. Pokoknya kak Sylvia sama kak Max harus selalu happy dan semangat. Aku do'akan semoga segera menyusul ya kak, diberikan kepercayaan oleh Allah SWT."


"Aamiin Shei, makasih ya."

__ADS_1


Sheila dan Sylvia kemudian melanjutkan perbincangan mereka. Tidak lama kemudian Sylvia pamit hendak menghampiri Max. Steven juga sedang berbincang dengan sahabat-sahabatnya. Ricko dan Amelia juga nampak sibuk menyambut para tamu undangan yang hadir meski tidak terlalu banyak.


"Sheila, selamat ya sayang," kata Kania sambil menghampiri Sheila.


"Kak Kania, terima kasih banyak kak udah dateng," jawab Sheila sedikit terkejut.


"Happy first anniversary ya Shei, jadi keluarga yang samawa dan langgeng selalu. Semoga juga dilancarkan kehamilan kamu sampai persalinan nanti ya Shei, sehat semua ibu dan bayinya."


"Aamiin, makasih banyak ya kak do'anya."


"Sama-sama Shei. Oh ya Shei, kakak mau nanya nih, menurut kamu Santi itu orangnya kayak gimana sih?" tanya Kania tiba-tiba.


Bukan tanpa alasan Kania bertanya tentang Santi kepada Sheila. Kania memperhatikan kalau adiknya, Ken, selalu memandang penuh takjub kepada Santi semenjak baru sampai tadi. Apalagi ketika Santi melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an tadi, Ken seperti tersihir dan begitu terpesona dengan Santi.


"Mbak Santi? Dia orangnya baik kok kak. Jujur, sopan, kerjanya juga rajin, cekatan, dapat diandalkan banget pokoknya," jawab Sheila apa adanya.


"Terus cowok yang jadi sekretaris Steven yang kedua itu, dia siapanya Santi? Kok kayaknya mereka deket banget," tanya Kania lagi.


"Eh, tunggu-tunggu, kok kak Kania tiba-tiba nanyain Mbak Santi gini? Kenapa kak?" tanya Sheila penasaran.


"Enggak ada apa-apa, cuma pengen tahu aja."


"Pasti kak Kania udah mencium gelagat Ken juga ya?" tebak Sheila.


"Kamu juga udah tahu Shei?" Kania balik bertanya sedikit terkejut juga.


"Aku sama Mas Steven udah tahu dari dulu kak. Sejak awal mereka perang dingin sampai akhirnya sekarang Ken yang mulai terpesona pada Mbak Santi. Kita udah menduga dari awal sih, sikap Ken udah beda banget ke Mbak Santi. Kata Mas Steven, Ken nggak akan seperhatian itu sama seorang cewek hanya karena dicuekin dan dijutekin cewek. Biasanya Ken akan masa bodoh, tapi dengan Mbak Santi lain. Ken kesal, tapi justru secara tidak langsung dia selalu memperhatikan apa yang diperbuat oleh Mbak Santi," jelas Sheila panjang lebar.


"Oh, gitu ya," Kania menanggapi sambil manggut-manggut. "Eh, tapi kenapa tadi kamu bilang kalau mereka awalnya sempat perang dingin?"


Sheila tertawa kecil sebelum menjawab.

__ADS_1


"Kakak nggak tahu aja, dulu itu tiap kali Ken ketemu Mbak Santi pasti dijutekin mulu tuh si Ken, padahal ke yang lain Mbak Santi bisa ramah bahkan bercanda juga. Makanya Ken jadi kesel banget tuh, kenapa cuma ke dia doang Mbak Santi sikapnya dingin, jutek, dan ketus gitu. Eh malah takdir sering menempatkan mereka berdua untuk urusan pekerjaan bareng, karena Mbak Santi mewakili Mas Steven. Bayangin kak gimana jengkelnya Ken waktu itu, kerja bareng tapi partnernya dingin dan jutek," jawab Sheila kemudian tertawa lagi dan Kania pun akhirnya ikut tertawa juga bahkan sampai terpingkal-pingkal.


"Pasti kesel banget tuh si playboy, biasanya dia yang dikejar-kejar cewek, eh ini malah dicuekin sama cewek, dijutekin pula," kata Kania masih dengan tertawa, sampai mengeluarkan air mata di sudut matanya.


"Tapi kelihatannya keadaan udah berbalik tuh, si playboy kena karma dan kayaknya dia deh yang bakal bucin duluan," kata Kania lagi setelah tawanya mereda dan menghapus air mata tawa di sudut matanya.


"Tapi mungkin akan sulit untuk Ken kak. Mbak Santi udah pernah terluka begitu dalam, jadi kayaknya Ken harus berusaha keras," balas Sheila lirih.


"Terluka begitu dalam? Maksud kamu gimana Shei?" tanya Kania penasaran.


"Mbak Santi ditinggalkan Ryo, kekasihnya, hanya karena Mama-nya yang tidak setuju karena asal usul Mbak Santi yang yatim piatu dan berasal dari panti asuhan. Padahal malam itu Ryo memberi kejutan Mbak Santi dengan melamarnya, tapi acara lamaran berubah menjadi bencana setelah kedatangan Mama Ryo. Dan Ryo dengan sangat terpaksa mengikuti keinginan Mama-nya dan meninggalkan Mbak Santi. Cerita yang aku dengar dari Mama dan Mas Steven sih gitu kak," jawab Sheila menceritakan.


"Ryo? Jangan bilang Ryo temen Ken, Steven, dan Danny?" tanya Kania menerka-nerka.


"Iya kak, Ryo temen mereka kata Mas Steven."


"Oh astaga, kasihan sekali Santi, dia pasti sangat terluka saat itu," kata Kania merasa iba.


"Pasti lah kak. Siapa sih yang nggak akan terluka kalau setelah momen bahagia dilamar sang kekasih hancur dan sesaat kemudian dia justru ditinggalkan kekasihnya begitu saja?" balas Sheila. "Itu kenapa Mbak Santi jadi anti kepada cowok-cowok kaya dan bersikap dingin dan jutek kepada mereka. Berjaga-jaga, tidak ingin terluka untuk yang kedua kalinya. Apalagi dengan tipe cowok kaya yang playboy, paling anti Mbak Santi sama mereka."


"Sayangnya Ken masuk dalam daftar tipe tersebut. Itu kenapa Santi selalu dingin dan jutek sama Ken," tebak Kania lagi.


"Hmm,mungkin begitu kak."


"Tapi kan sekarang sikap keduanya udah mulai berubah tuh."


"Mungkin Mbak Santi udah melihat sisi positif dari seorang Ken, begitu juga sebaliknya. Makanya sekarang sikap dan perilaku mereka berubah pada satu sama lain," jawab Sheila.


"Sepertinya Ken harus berusaha lebih keras lagi untuk mendapatkan cintanya kali ini," celetuk Kania pada akhirnya.


"Ya, sepertinya kakak benar," Sheila pun membenarkan. " Keduanya pernah sama-sama terluka, semoga keduanya bisa saling menyembuhkan rasa dan mengisi kekosongan satu sama lain."

__ADS_1


"Aamiin Shei, kakak harap juga begitu. Santi gadis yang baik dan cantik, kakak suka sama dia," kata Kania yang dibalas anggukan dan senyuman dari Sheila.


__ADS_2