
Kehamilan Sonia tentu saja menjadi sebuah kabar yang sangat menggembirakan bagi seluruh keluarga besar Sean dan juga Sonia. Akhirnya setelah kejadian keguguran yang sempat dialaminya kemarin, kini Sonia kembali diberi kepercayaan oleh Allah SWT untuk mengandung calon buah hatinya bersama dengan Sean.
Tidak lama setelah kabar bahagia kehamilan Sonia tersebut, pernikahan Adrian dan Safa pun dilaksanakan. Seperti rencana sebelumnya, acara pernikahan tersebut digelar tepat satu bulan setelah acara liburan bareng ke Bali yang dilakukan oleh Sean dan Sonia bersama dengan pasangan pengantin baru, Syafiq dan Sena, yang ternyata diam-diam telah menikah tepat satu hari setelah pernikahan Kenzie dan Lathifah, dan juga Adrian dan Safa tentunya.
Perhelatan pernikahan yang begitu megah dan meriah pun digelar. Karena bisa dibilang ini adalah pertama kalinya Steven dan Sheila menikahkan anak mereka ( mengingat kedua putra mereka sudah menikah secara diam-diam terlebih dahulu dan tidak ingin mengadakan pesta resepsi pernikahan ). Terlebih lagi ini adalah pernikahan putri Steven dan Sheila satu-satunya. Acara pesta megah tersebut bahkan sampai dibagi menjadi beberapa sesi, karena saking banyaknya tamu undangan yang mereka undang.
Layaknya suami-suami lain yang juga protektif pada istrinya yang sedang hamil, Sean pun juga seperti itu. Apalagi dengan adanya kejadian kehilangan kemarin. Sean tidak mengijinkan Sonia untuk terlalu capek dalam acara pernikahan megah sahabat baik sekaligus adik iparnya itu. Dan tentu saja Sonia menuruti perkataan Sean, karena dia pun tidak ingin terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan terhadap kandungannya.
Kehamilan Sonia alhamdulillah berjalan dengan sangat baik dan lancar. Bahkan Sonia tidak mengalami morning sickness yang berarti. Mual dan muntah hanya di trimester pertama kehamilannya saja, itupun tidak terlalu parah. Sonia bahkan masih bisa tetap makan dengan sangat lahap seperti biasanya. Kalau kata orang Jawa, kehamilan Sonia ini dinamakan 'ngebo', yaitu kehamilan yang nyaris tanpa keluhan.
Sempat terjadi insiden Jordan yang kembali melakukan penyerangan. Tetapi alhamdulillah semuanya bisa diatasi dengan baik. Dan Jordan beserta teman-temannya pun juga sudah diserahkan kepada pihak yang berwajib.
🌸🌸🌸
Satu minggu sebelum HPL.
"Sayang, kamu kenapa?" tanya Sean setelah selesai melaksanakan ibadah sholat subuh berjamaah dengan Sonia pagi itu.
Sean melihat dahi Sonia yang sedikit mengerut, seolah menahan rasa sakit.
"Nggak pa-pa kok, Mas," jawab Sonia seraya tersenyum lembut.
Sebenarnya Sonia sudah mulai merasakan kontraksi ringan sejak mereka bangun untuk sholat tahajud tadi. Tetapi Sonia masih menahannya sendiri dan tidak ingin membuat suaminya itu merasa cemas, karena menurut Sonia kontraksinya masih biasa dan juga frekuensinya pun terhitung masih jarang-jarang.
"Beneran nggak pa-pa? Kok kamu kayak nahan sakit gitu?" tanya Sean lagi sedikit khawatir.
__ADS_1
"Beneran Mas, nggak pa-pa kok," kembali Sonia tersenyum untuk meyakinkan suaminya itu.
"Ya udah, tapi kalau ada apa-apa langsung kasih tau Mas, ya," pesan Sean.
"Iya, Mas."
Sonia berhasil meyakinkan Sean bahwa dirinya tidak apa-apa. Dan pagi itu Sean pun berangkat ke kantor seperti biasanya.
Sekitar jam sembilan pagi, Sonia yang mulai merasakan kontraksinya sudah semakin intens kemudian menghampiri ibunya yang sedang berada di dapur.
"Ibu," lirih Sonia memanggil ibunya.
"Iya kak," balas Suci seraya menoleh ke arah Sonia.
Dan begitu terkejutnya Suci ketika melihat Sonia yang sedang meringis menahan rasa sakit seraya memegangi pinggulnya. Suci langsung berbalik dan berlari menghampiri putri sulungnya itu.
"Iya, Bu," jawab Sonia lirih.
"Masya Allah. Udah dari kapan kak kontraksinya?"
"Sejak bangun jam tiga pagi tadi,Bu. Tadi tadi masih belum sesering sekarang. Dan juga ini tadi kok kayak ada yang ngalir gitu ya, Bu. Apa ini yang namanya air ketuban itu, Bu? Ssshhh,,," jawab Sonia diakhiri pertanyaan dan desisan karena merasakan kontraksinya kembali datang.
"Yaa Allah, ketuban kakak udah pecah ini. Kita ke rumah sakit sekarang ya, kak," kata Suci sedikit panik begitu menyadari kalau air ketuban Sonia sudah pecah dan merembes keluar.
Sonia menganggukkan kepalanya pelan sebagai jawaban.
__ADS_1
"SENDY, DENNIS!!!" teriak Suci memanggil kedua putranya.
Tidak lama kemudian nampak Sendy dan Dennis yang datang dari arah halaman samping.
"Iya, Bu," jawab Sendy dan Dennis bersamaan.
"Sendy siapin mobil, kita bawa kakak kamu ke rumah sakit sekarang, ketuban kakak kamu udah pecah. Dennis kamu ambil tas yang udah disiapin di kamar kakak kamu ya," kata Suci membagi tugas.
"Eh, iya, Bu," sahut Sendy dan Dennis yang segera bergerak cepat setelah mendengar perintah ibunya dan melihat kakaknya yang meringis menahan sakit.
Suci, Sendy, dan Dennis kemudian membawa Sonia menuju ke rumah sakit. Di tengah perjalanan, Suci pun menghubungi Sean dan juga Sheila, mengabarkan tentang keadaan Sonia tersebut.
🌸🌸🌸
Sean yang kebetulan sedang melakukan peninjauan di lapangan pun segera bergegas menuju ke rumah sakit begitu mendapat kabar dari ibu mertuanya itu.
Setibanya di parkiran rumah sakit Sean langsung melompat turun dari mobil yang dikemudikan oleh Nadirga. Sean segera berlari masuk ke dalam rumah sakit dan menuju ke ruang bersalin. Dari kejauhan Sean dapat melihat Sena dan Safa yang sedang duduk berangkulan, juga Dennis dan Sendy yang juga sedang duduk di depan ruang bersalin.
"Sonia dimana?" tanya Sean begitu tiba di depan Safa dan yang lainnya.
Sena, Safa, Dennis, dan Sendy pun langsung berdiri.
"Di dalam, Bang. Tadi kata dokter, Abang langsung disuruh masuk kalau udah datang," jawab Safa.
"Oke. Abang masuk dulu kalau gitu."
__ADS_1
Setelah berkata demikian Sean pun bergegas untuk masuk ke dalam ruangan persalinan.