Cinta Sheila

Cinta Sheila
S2 Rahasia Dan Rencana


__ADS_3

Begitu tiba di parkiran restoran, Sean dan Sammy segera turun dari mobil dan langsung membantu Rey yang sudah nampak kewalahan menghadapi serangan Jordan dan kawan-kawannya.


"Mas," lirih Sonia.


"Itu kan Pak Sean. Ana, jangan bilang kalau dia..." Hana tidak melanjutkan ucapannya.


"Maaf Hana," sesal Sonia.


"Astaga," pekik Hana menutup mulut dengan kedua tangannya.


Sonia semakin bertambah khawatir melihat Sean ikut berkelahi. Dan tanpa mereka berdua sadari ternyata Jordan sudah meloloskan diri dari perkelahian dan sekarang berada tepat di depan Sonia dan Hana.


"Lo ikut gue sekarang juga," kata Jordan sambil mencengkeram tangan kanan Sonia.


Sonia yang kaget pun berusaha menarik tangannya kembali namun sia-sia karena tenaga Jordan yang begitu besar.


"Lepasin. Aku nggak mau," berontak Sonia berusaha melepaskan diri.


"Diam. Jangan banyak membantah. Ikut gue sekarang," bentak Jordan.


"Lepasin Ana, dasar brengsek," Hana pun berusaha membantu melepaskan tangan Sonia dari cengkeraman Jordan.


"Jangan ikut campur," bentak Jordan seraya mendorong Hana kasar.


"Akht," pekik Hana yang menghantam paving block cukup keras.


"Hana," pekik Sonia juga.


"Bos, Nona," teriak Rey berusaha memberitahu Sean.


Sean seketika mengalihkan perhatiannya ke arah Sonia.


"Sial. Sonia!"


Sean memukul wajah lawannya sangat keras hingga roboh kemudian berlari ke arah Sonia yang sedang ditarik paksa oleh Jordan. Sean menarik Sonia ke arahnya dan langsung melayangkan pukulan sekuat tenaga ke wajah Jordan.


"Beraninya Lo sentuh istri gue," raung Sean marah.


Sean kembali memukul Jordan yang belum siap untuk membalas. Tidak lama kemudian anak buah Sean yang lain pun datang dan segera membantu mengamankan situasi. Merasa posisinya sudah kalah Jordan pun langsung melarikan diri ketika Sean lengah.


"Mas, udah Mas. Jangan dikejar lagi," cegah Sonia menahan tangan Sean yang hendak berlari mengejar Jordan.


Sean berbalik. Dilihatnya Sonia yang ketakutan. Air mata sudah mengalir di kedua pipinya. Sean langsung membawa Sonia ke dalam pelukannya.


"Kamu nggak pa-pa kan?" tanya Sean.


Sonia menggeleng pelan dalam pelukan Sean.


"Maaf ya Mas datang terlambat," sesal Sean.


Sonia menggelengkan kepalanya lagi.


"Makasih Mas udah dateng nolongin aku," kata Sonia.


Sean merenggangkan pelukannya kemudian mencium kening Sonia.


"Itu udah jadi tanggung jawab Mas. Kamu nggak perlu berterima kasih."


"Hana," kata Sonia teringat dengan sahabatnya itu.


Sean dan Sonia segera menghampiri Hana yang sudah berdiri dengan dibantu oleh Sammy. Sementara kawan-kawan Jordan pun sudah berhasil dilumpuhkan oleh anak buah Sean, meskipun Jordan sendiri berhasil kabur.

__ADS_1


"Kamu nggak pa-pa kan Han?" tanya Sonia khawatir.


"Gue nggak pa-pa kok An," jawab Hana.


"Astaga, tangan kamu terluka Han," kata Sonia setelah melihat luka di tangan kanan Hana karena terbentur paving block tadi.


"Cuma lecet dikit An, nggak pa-pa kok," balas Hana menenangkan.


"Sammy, tolong Lo anterin Hana pulang ya," kata Sean kepada Sammy.


"Oke Bang," balas Sammy.


"Eh, nggak usah Pak. Saya masih bisa pulang sendiri kok. Nggak enak juga ngerepotin," tolak Hana halus.


"Kamu terluka Han. Biar kak Sammy anterin kamu pulang ya," kata Sonia.


"Tapi An,,,"


"Please, biar aku nggak khawatir lagi sama kamu," bujuk Sonia.


"Oke deh," kata Hana akhirnya mengalah.


Hana pun kemudian diantar pulang oleh Sammy. Sean dan Sonia juga kembali ke apartemen mereka. Sementara kawan-kawan Jordan sudah dibawa ke kantor polisi oleh anak buah Sean.


🌸🌸🌸


Saat ini Sonia sedang mengobati luka memar di punggung Sean. Keduanya duduk di tepi tempat tidur mereka.


"Maaf ya Mas. Mas Sean jadi terluka karena aku," kata Sonia.


"Hei, kenapa kamu harus minta maaf? Mas nggak pa-pa kok. Justru harusnya Mas yang minta maaf karena udah biarin kamu pergi sendiri sampai akhirnya hal buruk ini terjadi. Maafin Mas ya," balas Sean.


"Mas nggak salah kok. Aku kan juga nggak pa-pa."


"Aku beresin ini dulu."


Sean mengangguk. Sonia kemudian membereskan peralatan P3K-nya dan mengembalikan kotak tersebut ke dalam nakas di samping tempat tidur.


Setelah selesai Sonia kemudian naik ke atas tempat tidur menyusul Sean yang sudah terlebih dahulu membaringkan tubuhnya. Sonia menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka berdua.


"Selamat malam Sonia. Have a nice dream," kata Sean menoleh ke arah Sonia.


"Selamat malam Mas. Have a nice dream too."


Keduanya tersenyum kemudian mulai menutup mata masing-masing. Beberapa saat kemudian, Sean merasakan getaran kecil dari Sonia yang sedang berbaring miring membelakangi dirinya. Sean bangkit, menopang tubuhnya dengan sikut. Disentuhnya lengan Sonia lembut.


"Sonia," panggil Sean.


Dibaliknya perlahan tubuh Sonia agar terlentang. Sean melihat air mata mengalir di pipi Sonia.


"Hei, kenapa? Kok nangis?" tanya Sean.


Sonia tak kuasa menjawab. Melihat ketakutan di wajah Sonia, Sean pun mulai mengerti kondisinya. Sean kembali merebahkan tubuhnya kemudian menarik Sonia ke dalam pelukannya.


"Sssttt, udah nggak pa-pa. Jangan takut, ada Mas disini," kata Sean mencoba menenangkan Sonia sambil mengelus punggungnya lembut.


"Jordan bilang dia nggak akan ngelepasin aku gitu aja Mas," lirih Sonia.


"Kamu tenang aja ya. Jordan bukan lawan yang berarti bagi Mas. Kamu percaya kan sama Mas?"


Sonia mengangguk pelan di dada Sean.

__ADS_1


"Udah ya, jangan dipikirin lagi. Sekarang kamu tidur ya. Mas janji akan selalu menjaga dan melindungi kamu," kata Sean.


Lagi-lagi Sonia menganggukkan kepalanya pelan. Sonia kemudian melingkarkan kedua tangannya di pinggang Sean. Menyurukkan wajahnya di dada Sean, mencari posisi yang nyaman. Sean tersenyum kemudian mencium puncak kepala Sonia penuh sayang.


"Tidurlah sayang," bisik Sean.


Seketika wajah Sonia memerah mendengar ucapan Sean. Sonia semakin menyembunyikan wajahnya di dada Sean, membuat Sean tersenyum lagi dan lagi. Tidak lama kemudian keduanya pun terlelap dalam mimpi indah masing-masing dengan posisi saling berpelukan.


...........


Epilog 1


"Sammy, Hana masih sama kamu?"


"Masih Bang. Ini kita belum sampai rumahnya Hana. Kenapa Bang?"


"Nyalain speaker nya."


"Udah Bang," kata Sammy setelah menekan tombol loud speaker di ponselnya.


"Hana, Ana udah cerita kalau kamu udah tau tentang Ana yang sudah menikah, meskipun kamu belum tau siapa suaminya. Setelah kejadian tadi kamu pasti jadi tau kan kalau saya adalah suami Ana? Ya, saya adalah suami Ana. Tapi saya minta tolong sama kamu Hana, tolong rahasiakan dulu hal ini untuk sementara waktu. Kamu mengerti kan Hana?"


"I-iya Pak, saya mengerti," jawab Hana yang sebenarnya sedikit bingung.


"Bagus. Dan terima kasih ya sebelumnya. Dan Lo Sammy, gadis tadi adalah Sonia. Sonia sahabat Safa yang menghilang dulu. Dan dia sekarang adalah istri Abang. Kalau Lo pengen tau gimana ceritanya sampai kami bisa menikah secara tiba-tiba, nanti Lo bisa tanya ke Adrian atau Dirga. Atau kalau Lo udah nggak sabar, Lo bisa tanya ke Hana, dia udah tau sedikit ceritanya."


"Tapi Abang minta tolong sama Lo, sama seperti Hana tadi, tolong Lo rahasiain dulu masalah ini dari keluarga kita yang lainnya. Om Bima dan Om Darius curiga kalau Raka masih menyuruh anak buahnya untuk mencari informasi tentang keberadaan Sonia. Lo pasti udah tau kan alasan kenapa Sonia dan keluarganya menghilang dulu itu?"


"Bahkan untuk sementara ini aja Sonia juga menggunakan nama tengahnya, Ana, sebagai identitas dia saat ini. Jadi Abang harap kalian berdua bisa ngerti dan bersedia untuk merahasiakan masalah pernikahan kami ini untuk sementara waktu."


"Oke Bang."


"Baik Pak."


Sammy dan Hana menjawab bersamaan.


...........


Epilog 2


"Siapa kalian? Kenapa gue ditangkap kayak gini?" tanya Jordan emosi setelah penutup mata dan lakban di mulutnya dibuka.


"Hei, tenang anak muda. Kami bukan orang jahat. Justru kami ingin bekerja sama dengan kamu."


"Kerja sama apa?" tanya Jordan lagi.


"Kamu tau siapa gadis di foto ini?"


"Ya, dia Ana. Kenapa emangnya?"


"Bantu kami untuk mendapatkan semua informasi tentang dia dan suaminya. Suaminya adalah musuh lama kami, jadi kami ingin buat perhitungan dengan dia. Dan untuk gadisnya, silahkan kamu boleh ambil dia untuk dirimu sendiri."


"Sungguh?"


"Tentu saja. Apa kamu bersedia bekerja sama dengan kami?"


"Oke, gue setuju."


Setelah itu Jordan dilepaskan dan dibiarkan pergi.


"Benarkah bos akan memberikan Nona Sonia kepada pemuda tadi bos?"

__ADS_1


"Setelah aku bersusah payah selama bertahun-tahun untuk menemukan dia kembali? Tentu saja tidak. Kita hanya akan memanfaatkan pemuda bodoh itu untuk rencana kita saja. Benar-benar tidak kuduga, kita bisa membalas Steven dengan menghancurkan putranya sekaligus mendapatkan kembali gadis yang selama ini kuinginkan. Sekali tepuk dua lalat mati sekaligus, dan aku masih mendapatkan bonus, hahahahaha," tawa Raka menggelegar di dalam gudang tersebut.


__ADS_2